Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part43


__ADS_3

"Sayang kamu mau kemana?" Tanya Mega yang melihat Diki sudah rapi pagi ini.


"Aku ingin keluar menemui Alena." Ucap Diki tanpa melihat ke arah Mega.


Mega mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Diki. "Sayang apa kita tidak bisa bermain lagi." Mega mendekati Diki dengan tubuhnya yang masih polos dan mengelus dada bidang Diki dengan sensual.


Diki menatap Mega sekilas. "Sudah cukup untuk hari ini." Ucapnya menyingkirkan tangan Mega di dadanya.


Diki segera keluar dari apartemen Mega, hari ini adalah weekend maka dirinya akan mengajak Alena jalan-jalan.


"Awas saja kau Diki, aku tidak akan membiarkan dia merebut mu dariku." Mega menatap tajam punggung Diki yang sudah menghilang dibalik pintu.


.


.


.


"Kak, kita mau kemana?" Tanya Alisa ketika.


"Kita akan liburan, sama temen kakak, namanya kak Gina." Ucap Alena.


Ya, hari ini mereka janjian untuk pergi ke taman kota dan tempat hiburan, meskipun tempat sederhana tapi bisa membuat Alisa bahagia.


"Wahh asik, Alis bisa main dong." Gadis kecil itu sangat senang jika mendengar liburan.


"Tentu saja, Ayo Alis pake helm nya." Alena memakaikan helm untuk Alisa.


.


.


.

__ADS_1


"Semua informasi yang loe mau." Yuda menaruh map di atas meja depan Bimo, selain seorang player Yuda pintar dalam hal meretas.


Bimo membuka map yang diberikan Yuda, membacanya sekilas dan tersenyum miring. "Good job Man."


"Ck. kaya gitu mah, kecil buat gue." Ucap Yuda songgong. "Lagian mereka siapa sih, sampe loe harus repot cari tau."


"Mereka penting buat masa depan gue."


"Lah, gak ngerti gue."


Mereka berdua berada di Apartemen Bimo, Yuda datang karena disuruh Bimo untuk menyelidiki hubungan dua orang itu.


Dan ternyata mereka memiliki hubungan sudah satu tahun lamanya. Membuat Bimo tidak percaya jika pria yang sempat membuat Alena jatuh cinta ternyata pria brengsek.


"Gue suka Alena." Ucap Bimo tiba-tiba. "Gue mau dia, dan yang loe selidiki adalah tunangannya."


"What?"


"Terus loe mau kasih tahu Alena dengan bukti itu?" Tanya Yuda yang penasaran. Tidak disangka gadis yang pernah dirinya tabrak ternyata disukai sahabatnya.


"No, biar Alena tahu dengan sendirinya." Bimo menatap Yuda sekilas. "Gue tinggal tunggu waktunya tiba."


.


.


"Hay.. Gin?" Alena tiba di tempat hiburan taman kota, yang ternyata sudah ada Gina yang menunggu disana.


"Hay..ini pasti Alisa?" Gina menyentuh pipi tembem Alisa.


"Iya kak."


"Wahh...kamu cantik banget." Gina gemas menarik kedua pipi Alisa.

__ADS_1


Drt..Drt..


Ponsel Alena bergetar. "Sebentar." Melihat nama yang tertera Alena sedikit menyingkir untuk mengangkatnya.


"Halo?"


"..."


"Aku lagi di taman kota." Ucap Alena pada seseorang di seberang sana.


"...."


"Tapi aku_"


Tut..Tut..


"Iss...kebiasaan deh." Alena melihat ponselnya yang sudah mati, ternyata batrenya habis.


.


.


"Loe, ikut gue." Bimo menarik Yuda untuk mengikutinya.


"Lah, mau kemana? gue belum selesai nyantai..woy." Yuda mau tidak mau, mengikuti langkah Bimo karena bajunya yang ditarik oleh pria itu.


.


.


Alena menemani Alisa bermain di tanah lapang taman kota, suasana nampak ramai karena Weekand. Gina juga ikut menemani Alisa dia merasa senang bisa bertemu Alisa, gadis cantik dan periang.


Gina anak tunggal, jadi dirinya merasa kesepian dan sekarang mendapat teman seperti Alena di tambah Alisa membuatnya senang.

__ADS_1


__ADS_2