Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

Pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan pria yang kelelahan dengan wajah lemas.


"Dadang Brrengsek..!!" Umpat Aaron sejak tadi tak berkesudahan, dimana naga apinya tidak bisa tidur meskipun sudah dua kali memuntahkan lahar dan itu membuat Aaron sangat frustrasi dan putus aja.


Jika saja lawannya adalah milik Sena, Aaron akan senang hati menyenangkan naga api nya hingga tak sanggup lagi berdiri.


Aaron menaiki ranjang yang sama dengan Sena di mana istrinya itu sudah tertidur pulas, tidak tahu jika dirinya merasa tersiksa dan frustasi harus bersolo karir di dalam kamar mandi.


Mencium kening dan bahu Sena, Aaron menarik tubuh Sena agar masuk dalam dekapannya.


"Seperti mimpi." Ucapnya tersenyum, hatinya menghangat ketika melihat wajah polos Sena yang sedang memejamkan mata dalam pelukannya. Hingga membuat kekesalannya yang bekerja tiga jam menghilang begitu saja.


Pagi sebelum mata hari menyapa dunia, Sena membuka matanya lebih dulu. Ketika membuka mata pemandangan pertama adalah dada bidang Aaron, pria itu tidur tidak mengenakan baju hingga membuat dadanya yang bidang dan keras terpampang di depan matanya.


Wajah Sena sedikit mendekat, menghirup aroma tubuh Aaron yang begitu sangat wangi padahal dalam keadaan tidur.


'Kenapa wangi tubuhnya bikin nyaman begini.' Batunya dengan masih menghirup aroma yang begitu nyaman.


Sena mendongak di mana menatap wajah Aaron yang masih tertidur lelap. Bibirnya menyunggingkan senyum, Aaron terlihat begitu menggemakan jika sedang tidur, tapi begitu menyebalkan ketika sudah bangun.


"Dasar, suami nyebelin." Gumamnya dengan senyum mengembang.


Sena tidak menyangka ini bukan hanya mimpi, ini adalah kehidupan nyatanya, dirinya sudah menjadi istri pria menyebalkan itu yang sayangnya sudah mendapatkan hatinya.


Mencium kening Aaron, Sena beranjak dari tempat tidur.


"Dasar kebo." Sena geleng kepala, Aaron sama sekali tidak terusik dengan pergerakan nya, dan mungkin saja karena suaminya itu kelelahan karena pesta tadi malam.

__ADS_1


Sena pikir Aaron menyusulnya tidur setelah dirinya, padahal suaminya itu kelelahan karena harus bekerja keras selama tiga jam di dalam kamar mandi.


"Ya tuhan, kenapa semua sabun dan shampo habis?" Sena yang sudah polos dan berdiri di bawah shower tidak mengecek peralatan mandi lebih dahulu, ketika ingin memakainya ternyata semua botol itu kosong semua.


"Hotel mewah kok semua peralatan mandi kosong sih." Ucap Sena kesal.


Sena tidak tahu jika semua itu ulah suaminya.


"Ar.." Sena menggoyangkan bahu Aaron agar pria itu bangun, karena pagi ini semua kelurga berkumpul untuk sarapan bersama.


"Hm.."Aaron hanya bergumam dan malah meringsek kan wajahnya di bawah bantal.


Sena tersenyum geli, ternayata kebiasaan tidur Aaron juga menggemaskan.


"Sayang.." Sena berbisik di telinga Aaron.


Sena memundurkan wajahnya ketika Aaron langsung membuka mata.


"Sudah bangun." Sena gugup, dirinya tidak menyangka Aaron akan membuka mata ketika mendengar bisikannya.


"Sayang, kamu tadi memanggilku apa?" Tanya Aaron menatap wajah Sena yang gugup.


Sena menggeleng, "Tidak."


Aaron menautkan kedua alisnya. "Ck. kamu bohong." Sedikit memajukan wajahnya lebih dekat dengan Sena.


"Kamu mimpi Ar, buruan bangun mereka sudah menunggu di bawah." Sena hendak berdiri, tapi malah terjatuh di pelukan Aaron.

__ADS_1


Cup


Aaron mengecup bibir istrinya yang sudah begitu menggoda sejak tadi. Melumatt bibir Sena lembut.


"Morning kiss sayang." Aaron tersenyum dan mengusap sudut bibir Sena sedikit basah.


"Em, Ar aku tidak nyaman." Ucap Sena yang ingin bangkit tapi Aaron malah memeluknya.


Sena merasakan bokongnya mengganjal sesuatu yang keras, diantara kedua paha Aaron.


"Hm. Dia memang begitu, selalu bangun di pagi hari, tapi sepertinya pagi ini terasa berbeda." Aaron berkata lirih dengan bibir mengecup leher Sena.


"Ar, nanti kita telat sarapan bersama." Sena mencoba mendorong kepala Aaron agar menjauh.


Menghembuskan napas kasar, Aaron pun pasrah.


"Mandilah aku sudah siapkan air nya." Sena beranjak setelah Aaron melepaskan pelukannya.


Aaron hanya mengangguk pasrah.


"Oya Ar..sepertinya pegawai hotel lupa mengganti peralatan mandi yang baru, karena semua kosong tidak ada isi. Nanti akan aku katakan pada petugas hotel."


Aaron membulatkan matanya, dirinya lupa untuk meminta pelayan mengantarkan yang baru.


"Eh sayang.." Aaron menepuk keningnya, karena Sena sudah menghilang di balik pintu.


"Duh, malu gue kalau sampe di bahas di meja makan." Aaron bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.

__ADS_1


Ingin cepat segera sampai di meja makan, agar Sena tidak lebih dulu membuka masalah sabun mandi.


__ADS_2