
Jam baru menunjukan pukul enam pagi, Ren bangun dan tidak mendapati sang Istri.
"Alexa.." Ren memanggil di depan pintu kamar mandi tapi tak ada sahutan, pintu di buka Ren juga tidak melihat Alexa ada di dalam.
Berjalan keluar kamar Ren bisa mendengar suara peralatan masak yang di gunakan, dan bau harum masakan.
Grep
Ren memeluk Alexa dari belakang, membuat Alexa terkejut.
"Ya ampun Mas, bikin aku kaget." Alexa tersentak ketika tangan besar memeluknya.
"Kenapa sudah bangun dan masak, kamu masih belum sembuh." Ren mengecup pipi Alexa dari samping.
Mendapati Alexa tidak ada disebelahnya saat membuka mata, membuat Ren takut. Takut jika Alexa pergi meninggalkannya.
"Aku sudah baik-baik saja." Alexa tersenyum dan fokus pada nasi goreng yang dia masak.
"Baunya harum, kenapa aku jadi lapar." Ren memajukan kepalanya untuk mengendus wangi nasi goreng yang Alexa buat. "Nasi goreng buatan mu tidak kalah enak dari kakak." Puji Ren berkata jujur, dirinya mengakui jika nasi goreng yang Alexa buat, juga sangat enak. "Besok weekand kita ke rumah papa, biar papa juga ngerasain masakan kamu." Ren pindah berdiri di samping Alexa, dengan bersandar pada marmer, menatap sang istri yang masih mengaduk-aduk masakannya.
"Iya mas, aku kan juga sudah bilang sama papa mau kesana, lagi pula aku juga ingin ketemu Beby twins."Alexa antusias membicarakan Beby twins, "Mas aku nanti siang ijin ya, mau pergi ke mall sama Gesya." Alexa mematikan kompor nya dan menatap Ren.
"Untuk apa? kamu bisa ke mall denganku di hari weekand." Jawab Ren dengan kening berkerut. Dirinya ingat waktu Alexa pergi bersama teman-temannya tapi setelah itu Alexa tidak pulang hingga malam membuatnya takut.
"Ish, kamu gak peka, aku ingin refreshing, lagian aku perginya waktu jam makan siang, untuk membeli kado buat twins besok." Ucap Alexa dengan wajah cemberut.
Dirinya sudah lama tidak pergi dengan teman kerjanya, di tambah sekarang dirinya sudah memiliki suami jadi dirinya tidak leluasa seperti dulu, karena sekarang dia harus minta ijin.
Ren mengehela napas, ketakutannya tidak beralasan apalagi Alexa hanya ingin membeli kado untuk keponakanya.
"Baiklah, tapi ingat kembali ke kantor tepat waktu." Ren mengusap kepala Alexa.
"Maksih mas." Alexa mencium pipi suaminya.
"Boleh minta di sini." Ren menujuk bibirnya sendiri.
"Udah di kasih, malah nawar." Alexa mengerucutkan bibirnya, dan langsung di sambar Ren untuk di lumatt.
"Morning kiss." Ren tersenyum sambil mengusap bibir bawah Alexa yang basah.
.
__ADS_1
.
Siang seperti yang Alexa katakan, dirinya mengajak Gesya untuk menemaninya membeli kado, kado untuk baby twins.
"Mas aku pergi sebentar dengan Gesya, jangan lupa makan siang."
Alexa mengirim pesan pada Ren ketika akan pergi.
Tak lama pesannya mendapat balasan, karena kebetulan Ren sedang memegang ponselnya.
"Iya sayang, hati-hati dan jangan lupa gunakan kartu yang aku kasih, jangan gunakan uangmu untuk membeli kado twins..."
Alexa yang membaca pesan Ren hanya tersenyum, dirinya memang belum pernah menggunakan uang dari kartu yang suaminya berikan, karena selama ini keperluannya selalu di penuhi oleh Ren sehingga Alexa tidak pernah mengeluarkan kartu suaminya ataupun uangnya sendiri.
"Baik mas, akan aku kuras isi kartu yang mas berikan, dan kalau limit jangan salahkan aku ya..mas harus ikhlas.." Balas Alexa lagi dengan ditambah emot mencium.
"Tidak apa, asal nanti malam mas mendapatkan upahnya sampai puas." Ren kembali membalas.
Alexa hanya geleng kepala, meskipun dia tahu jika kartu yang Ren berikan tidak akan limit meskipun dia membeli isi satu toko pun, dan Alexa hanya bercanda untuk menggoda suaminya.
"Ayo Lex, aku sudah selesai." Gesya mengajak Alexa ketika baru saja keluar dari toilet. Dan Alexa menunggunya di luar.
"Yuk, kita shoping hari ini, apapun yang kamu ingin aku yang akan tlaktir." Ucap Alexa tertawa, dan merangkul lengan Gesya.
.
.
"Lex kamu beli kado bayi untuk siapa?" Tanya Gesya yang melihat Alexa memilih stroler kembar.
Bahkan Gesya tahu jika harga stroller itu sangat mahal, bisa untuk membeli satu sepeda motor kes yang bagus.
"Untuk dua keponakan ku yang baru lahir." Jawab Alexa antusias, malah semakin membuat Gesya mengertukan keningnya.
"Keponakan? bukannya kamu tidak punya saudara?" Mendengar ucapan Gesya membuat Alexa menoleh dan nyengir.
"Keponakan pak bos maksudnya." Jawabnya dengan menggaruk kepala.
Gesya hanya geleng kepala, ternayata Alexa sudah begitu dekat dengan keluarga bos mereka yang terkenal kelaurga kaya dan memiliki nama.
Setelah memilih hadiah untuk twins, Alexa mengantri di kasir, tidak lupa dirinya juga membelikan mainan untuk si kembar.
__ADS_1
"Totalnya xx,xxx, juta mbk." Ucap kasir, yang membuat Gesya melongo mendengarnya.
Alexa mengeluarkan kartu yang Ren berikan, dan baru sekarang dirinya menggunakannya.
"Lex, itu kartu keramat dunia halu." Ucap Gesya melihat Alexa mengeluarkan blackcard.
"Kamu kebanyakan baca novel Sya," Ucap Alexa yang tahu maksud Gesya.
Setelah membayar Alexa dan Gesya keluar dari toko perlengkapan bayi tadi, Alexa sudah mengirim lebih dulu hadiah itu untuk dikirim ke kediaman mertuanya. Karena Sena tinggal besama papa Bimo.
"Copet, tolong copet.!!" Seorang wanita berteriak copet, Alexa yang mendengar melihat ke arah ibu-ibu yang sedang berteriak minta tolong.
Kebetulan si copet yang berlari menuju ke arahnya dan Alexa dengan sengaja menjegal kaki pencopet itu sampai tersungkur.
"Kurang ajar." Pencopet itu mengumpat ketika wajahnya tersaruk di lantai.
"Balikin tas nya!!" Alexa maju dan ingin mengambil tas milik ibu tadi, Gesya yang melihatnya menjadi was-was jika pencopet itu berbuat nekat.
"Mimpi," Pencopet itu berdiri, dan melihat sekitar yang sudah ramai, apalagi dirinya melihat security yang berlari ke arahnya.
"Ah, sial." Pencopet itu ingin kabur, tapi Alexa mencegah dengan menarik tas yang dia copet.
"Balikin tasnya, dasar copet." Alexa menarik-narik di bantu Gesya, tapi pria itu tetap kekeh, karena kali ini dirinya akan mendapat uang banyak jika mendapatkan tas itu.
"Hey, berhenti..!!"
Karena sudah terlanjur kesal, dan security semakin dekat, pencopet itu mengeluarkan pisau dari kantongnya.
"Alexa awas..!!" Gesya yang melihat berteriak, namun teriakan Gesya telat untuk Alexa mengerti hingga pisau itu mengenai perut nya yang sengaja ditusuk.
"Aargh.." Alexa menyentuh perutnya yang sudah berlumuran darah.
"Alexa,!!" Gesya merangkul tubuh Alexa ketika ingin tumbang. "Lexa bertahan." Wajah Gesya pucat pasi, dirinya takut jika terjadi sesuatu pada Alexa.
"Ge, ahh," Alexa menahan rasa sakit. "Tolong jangan be-ri tahu mas Ren." Alexa terbata, ketika berucap. Dirinya ingat jika tadi Ren mengirim pesan terakhir jika dirinya sedang bertemu klien penting untuk memenangkan tender proyek besar, dan Ren juga meminta Alexa untuk mendoakan pekerjaanya agar berjalan lancar dan berhasil menenangkan tender proyek baru.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa, like..komen kalian kesayangan author...🥰🥰🥰