Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part41


__ADS_3

Setelah hampir dua jam menghabiskan waktu di gedung bioskop kini Bimo mengajak mereka semua singgah di restoran yang masih berada di Mall itu.


"Alisa boleh pesan apa saja yang kamu mau." Bimo mengelus kepala Alisa.


"Beneran kak?" Tanya gadis kecil itu.


Bimo hanya menganggukkan kepalanya, tanda mengiyakan.


"Asikk.." Alisa bertepuk tangan senang, membaut yang lain tertawa.


"Kalian semua boleh pesan apapun yang kalian mau." Ucapnya menatap Alena, Mirna dan suami.


"Wah... terimakasih Mas." Ucap suami Mirna.


Bimo juga mengajak suami Mirna berbicara, dan bertanya-tanya tentang pekerjaan ataupun keseharian mereka.


Ketika Alena ke toilet Bimo sempat meminta sepasang suami istri itu menjaga mereka berdua apalagi Alisa, yang sering ditinggal Alena bekerja, bahkan Bimo menyerahkan satu kartu miliknya untuk memenuhi kebutuhan yang Alisa inginkan tanpa sepengetahuan Alena. Dan hal itu membuat Mirna berani bertanya tentang hubungan mereka, karena kebaikan yang Bimo lakukan membaut Mirna memikirkan hal lain.


"Yasudah sambil menunggu pesanan nya, saya mau ketoilet dulu." Bimo ijin dan beranjak menuju Dimata toilet itu berada.


"Alisa senang?" Tanya Alena pada adik satu-satunya itu.


"Seneng banget kak." Wajah Alisa begitu bahagia." Kak Bimo baik banget, beda sama kak Diki..iyakan ibu." Ucapnya dengan melihat wajah Mirna meminta pendapat.

__ADS_1


Mirna hanya tersenyum dan mengangguk.


Alena tersenyum, apa yang di ucapkan Alisa memang benar, karena Diki memang tidak pernah meluangkan waktu ketika weekand.


Ketika melewati ruangan yang berbeda, ruangan yang lebih tertutup karena Bimo memilih ruangan yang terbuka dan bisa melihat pemandangan luar di restoran itu, tak disangka dirinya yang akan ke toilet malah melihat pemandangan yang sangat menguntungkan baginya.


Bimo melihat sepasang kekasih sedang makan malam di restoran yang sama namun tempat yang berbeda, mereka tampak mesra bahkan si wanita tak malu-malu menyuapi si pria.


"Ck. sudah terlihat aslinya." Bimo tersenyum sinis melihat Diki sedang duduk bermesraan bersama seorang wanita.


Bimo sempat mengambil gambar mereka berdua, bukan untuk diperlihatkan kepada Alena, namun untuk dirinya mencari tahu hubungan mereka.


"Kamu terlalu baik Ale, untuk pria seperti dia." Bimo kembali melanjutkan langkahnya menuju toilet pria.


.


.


"Tanpa kamu minta aku akan menemanimu, asal kamu selalu memberikan yang terbaik." Diki menatap wanita yang bernama Mega didepanya dengan wajah menyeringai.


"Tentu saja, tadi aku sempat membeli bikini baru untuk kita malam ini." Mega mengelus lengan Diki.


"Oke..dengan senang hati." Diki mengecup punggung tangan Mega.

__ADS_1


Mega sangat senang bisa membuat Diki selalu berada didekatnya, dan lupa dengan wanita yang sudah menjadi tunangannya.


Diki memang memiliki hubungan dengan Mega, karena Mega bisa mengerti kebutuhan nya sebagai pria dewasa, dan Diki juga pria pertama yang menyentuh Mega. Namun untuk menjadikan istri Diki tidak ada niatan, karena bersama Mega hanya untuk memuaskan nafesu nya saja.


Jika dengan Alena Diki sangat menyanyangi dan mencintai Alena, Diki sungguh-sungguh untuk menjadikan Alena istri. Tidak mungkin jika Diki merusak Alena yang memang gadis baik dan Diki tahu jika Alena bukan tipe gadis yang mau disentuh sebelum ada kata 'sah'.


Dan kini hubungannya dengan Mega sudah tercium bahkan diketahui oleh rivalnya, bahkan Diki belum tahu jika gadisnya sudah di incar oleh pria lain yang lebih menginginkan nya.


.


.


.


Udah ah.. ngurusin kang Bemo melulu...mau pindah ngurusin bang Riko juga kali..🤭


.


Like....


Komen...


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2