Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Dia lagi..!!


__ADS_3

Setelah acara pesta ulang tahun kakak ipar, Birendra secara resmi sudah memiliki kekasih.


Jihan Anastasia adalah gadis yang sejak dulu Ren kagumi, disaat usianya masih remaja dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


Wajah cantik dan ramah Jihan membuat Ren mengagumi gadis itu diam-diam.


Ren yang ketika remaja dikenal sebagai cowok kutu buku dan penampilannya yang biasa saja tanpa ada daya tarik sendiri di diri pria itu, membuat Ren tidak begitu famous di sekolah. Sedangkan Jihan gadis cantik yang banyak di incar oleh para siswa satu sekolah bahkan disekolah lain juga.


Tapi kini Ren sudah menjadi pria tampan dan berwibawa, di mana dirinya adalah pewaris Bagaskara Grub yang satu tingkat di bawah LWS Grub yaitu perusahaan milik suami kakak nya sendiri.


Ren memang tidak pernah menjalin asmara ketika pria itu mengerti soal cinta, dirinya lebih memilih menyibukkan diri dengan pekerjaan dan tidak kenal dengan wanita, sebelum bertemu wanita dimasa sekolahnya dulu.


"Sayang, kapan kamu akan melamar ku?" Tanya Jihan yang sedang duduk didepan Ren, menikmati stik daging yang mereka pesan, karena saat ini Jihan mengajak Ren untuk makan siang di sebuah restoran bintang lima.


Ren yang sedang memotong stik mendongak. "Kamu sudah tidak sabaran?" Tanya Ren dengan tersenyum.


"Hm.." Jihan menganggukkan kepalanya. "Kita sudah lama pacaran, dan aku ingin hubungan kita menjadi lebih serius." Ungkap Jihan yang memang sangat ingin dinikahi oleh Ren.


"Sabar sayang, aku harus bicara dulu dengan papa." Jawab Ren dengan santai, dirinya memang masih bergantung dengan papa Bimo jika urusan penting, bahkan untuk urusan kantor saja Ren masih meminta pendapat sang papa.


Jihan menghela napas, mencoba tersenyum. "Baiklah aku tunggu kabar baiknya, kamu tahu sendiri kan keadaan Mama seperti apa, aku takut jika Mama pergi aku hanya seorang diri." Jihan menunduk dengan perasaan sedih.


"Hey, jangan bicara seperti itu, ada aku yang akan selalu di samping kamu..jangan khawatir Mama kamu pasti baik-baik saja." Ren menggenggam tangan Jihan yang berada di atas meja.


Semenjak menjalin kasih dengan Jihan, Ren bersedia membiayai perawatan dan pengobatan ibu Jihan, dan sejak menjadi kekasih Ren Jihan juga sudah berhenti menjadi wanita panggilan, karena Ren yang memintanya. Dan semua kebutuhan Jihan Ren yang menanggung.


Jihan memang bekerja sebagai wanita panggilan, semenjak ibunya sakit, beberapa bulan dirinya bekerja sebagai wanita panggilan dan nasib baik memihaknya ketika Tuhan mempertemukan dia dengan Birendra, pria kaya yang mau menanggung biaya hidupnya dan mau menerima masa lalunya.


"Terima kasih, aku beruntung bertemu dengan pria sepertimu Ren." Jihan tersenyum.


.


.


.


"Lexa tolong antar ini kelantai tujuh." Ucap rekan kerjanya.


"Saya mbak?" Tanya Alexa menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Iya, saya kebelet, jadi tolong antar ini keruangan atasan sebentar ya sudah ditunggu soalnya." Tia yang meringis, menahan mulas di perutnya menyerahkan begitu saja berkasnya kepada Alexa.


"Han, gue anter ini dulu ya." Pamit Alexa pada teman sebelahnya.


"Oke."


Alexa berjalan keluar dari ruangannya, memasuki lift untuk menuju lantai tujuh, dimana ruangan itu adalah ruangan bos pemilik perusahaan ini.


Alexa kembali diterima bekerja di perusahaan, setelah dirinya tiga kali di pecat dan nasib baik mempertemukan dirinya dengan seorang wanita baik ketika sedang mencari pekerjaan.


Alexa di baclis dari perusahaan dulu tempatnya bekerja, karena kesalahan yang pernah dia lakukan. Dan karena hal itu dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan di kantor.


Alexa Akselia adalah wanita yatim piatu, terakhir ibunya meninggal dua tahun lalu, dirinya memiliki kakak tiri dari istri pertama sang ayah, tapi semenjak ayahnya meninggal, Alexa berserta ibunya di usir dari rumah ayahnya. Karena kakak tirinya yang ingin menguasai rumah itu.


Alexa adalah gadis baik, dan cantik. Tak jarang jika di tempatnya bekerja Alexa selalu menjadi incaran para pria di sana, apalagi Alexa juga tipe gadis ramah.


Ting Alexa keluar dari pintu lift ketika sampai di lantai tujuh. Di sana adalah ruangan CEO.


"Mbak Ririn, ini ada berkas dari Mbak Tia." Ucap Alexa pada sekertaris CEO.


"Tolong antar pada pak Bayu, beliau sudah menunggu." Ririn berbicara pelan, kerena dirinya sedang mendapat telepon dari klien.


Alexa hanya mengangguk, langkah kakinya berhenti di depan ruang CEO, dimana baru kali ini dirinya menginjak di ruangan ini, bahkan Alena tidak tahu rupa CEO mereka seperti apa.


Tok...tok...tok..


Alexa mengetuk pintu dari luar.


"Masuk."


Suara seruan dari dalam membuat tangan Alexa mendorong gagang pintu besar itu kedalam.


"Maaf pak, mengganggu." Ucap Alexa menunduk hormat. "Saya hanya mengantar berkas ini." Alexa maju dua langkah untuk memberikan berkas yang dia bawa pada pak Bayu, pak Bayu sendiri adalah wakil manager di kantornya dan Alexa sudah mengenalnya.


"Oh, iya terima kasih Lexa." Pak Bayu menerima map yang Alexa bawa, dan di depan pak Bayu ada seseorang yang duduk, posisinya membelakangi Alexa.


"Saya permisi pak." Alexa pamit undur diri ketika sudah menyerahkan berkas yang dia bawa.


"Silahkan." Pak Bayu membuka berkas itu dan menyerahkan kepada pria yang duduk di depannya.

__ADS_1


"Silahkan di periksa pak Ren, ini adalah ringkasan di bagian keuangan." Ucap pak Bayu pada pria yang sejak tadi duduk diam.


Deg


Alexa yang akan membuka pintu langkahnya berhenti, ketika mendengar nama seseorang yang dia ingat-ingat karena sangat membencinya.


Alexa menoleh kebelakang, bersamaan dengan Ren yang sengaja ingin melihat wanita yang sejak tadi Ia lirik dari samping.


Deg


Ren yang menatap kedua mata Alexa dengan intens dan Ren kembali melihat tatapan penuh kebencian dari sorot mata wanita itu.


Alexa hanya diam dengan tatapan tajam, dirinya tidak akan melupakan pria yang sudah membuat hidupnya menderita apalagi karena pria itu dirinya susah mencari pekerjaan. Dan jika sekarang dirinya kembali bernasib sama, maka Alexa akan membalas perbuatan nya.


"Pak Ren.." Panggil pak Bayu, membuat Ren tersadar.


Ren langsung meraih berkas yang disodorkan pak Bayu, dengan jantung berdetak cepat ketika kembali menatap kedua mata Alexa.


"Rinciannya cukup stabil, dan untuk bulan depan saya ingin dari divisi ini untuk membuatkan rancangan mempermudah akses, membuat pembukuan dengan cara yang lebih simpel dan mudah di pahami agar semua yang bersangkutan bisa mengakses data-data tersebut lebih mudah." Ucap Ren pada pak Bayu.


"Baik pak, setelah ini saya akan adakan metting pada bagian keuangan."


Ren hanya mengangguk, "Kalau boleh tau, siapa wanita tadi?" Tanya Ren tanpa rasa sungkan.


"Oh, itu Alexa Akselia. Karyawan baru di divisi keuangan dan dia rekom dari nona Sena." Ucap pak Bayu jujur.


Ren mengangkat satu alisnya, kenapa nama kakaknya bisa di sebut." Maksudnya?"


"Nona Sena menyuruh bagian HRD untuk menerima Alexa yang memiliki riwayat blacklist dari perusahaan yang sebelumnya tempat dia bekerja, dan nona Sena sendiri yang datang kemari untuk merekomendasikan Alexa di terima di kantor ini."


Ren yang mendengar hanya menggaguk. "Baiklah kalau begitu saya permisi." Ucapnya berdiri dan menjabat tangan pak Bayu. Pak Bayu sendiri adalah orang kepercayaan di kantor ini, dan beliau mendapat jabatan sebagai wakil direktur.


"Baik pak, mari saya antar." Pak Bayu mengantarkan Ren sampai di depan pintu lift.


Waktu menunjukan pukul dua belas siang, ketika Ren keluar dari ruangan pak Bayu. Dan ketika di lantai tiga, pintu lift nya terbuka dan masuk seorang wanita.


Ren yang awalnya menunduk dengan memainkan ponselnya, kini Ia menoleh ke samping ketika indera penciumannya merasakan bau parfum yang dia sukai.


Ehem

__ADS_1


Ren berdehem ketika melihat wanita yang berdiri di belakang tubuhnya bagian samping adalah Alexa, wanita itu hanya diam dan menunduk, memainkan kakinya dengan lantai.


Alexa mendongak, dan matanya membola ketika melihat siapa pria yang sejak tadi berdiri diam di depannya.


__ADS_2