
Setelah menikamati makan malam yang Alexa siapakan untuk dirinya pertama kali, Ren terus mengembangkan senyumnya.
Keluar dari kamar mandi Ren tidak melihat istrinya di dalam kamar.
Ya, setelah makan Ren langsung membersihkan dirinya dan Alexa masih menikamati makanan yang suaminya belikan.
Tidak dipungkiri dirinya juga merasa bahagia karena Alexa menerima pemberianya.
Keluar kamar Ren melihat televisi yang masih menyala, namun Alexa tidak terlihat jika duduk di sofa, mendekati untuk mematikan televisi, Ren malah melihat istrinya terlelap di sofa.
"Kenapa malah tidur disini." Ren berjongkok didepan wajah Alexa, menatap wajah istrinya yang terlelap. Ren akui jika Alexa begitu cantik sampai membuatnya melakukan hal gila.
"Pasti kamu kekenyangan." Ren menyentuh pipi Alexa, mengelusnya lembut agar Alexa tidak terganggu.
Melihat Alexa terlelap, Ren berinisiatif menggendongnya untuk dipindahkan ke dalam kamar mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Ren belum bisa memejamkan matanya. Dirinya memilih untuk pergi ke ruang kerja setelah memastikan jika Alexa terlelap.
Ren membuka email yang masuk, dan berkas yang harus dia pelajari untuk pertemuan besok dengan kliennya yang mendadak di hari Weekand.
Dirinya mungkin akan mengajak Alexa untuk menemaninya, dari pada harus meninggal kan Alexa sendiri di apartemen. Karena jika hari libur bik Niah tidak masuk.
Satu jam dua jam terlewati, Ren menutup laptopnya untuk menyudahi kegiatannya. Dirinya keluar ruangan menuju dapur mini, dimana dirinya ingin mengambil minuman dingin.
Setelah mendapatkan minuman Ren kembali ke dalam kamar, dirinya melihat Alexa yang masih terlelap.
Tidak ingin mengganggu Alexa, Ren menuju kamar kecil untuk menuntaskan hajatnya, dan kembali ke kamar melihat Alexa membuka matanya.
__ADS_1
"Ada yang kamu butuhkan?" Tanya Ren mendekati istrinya yang berbaring.
Kali ini bukan kediaman Alexa yang Ren dapatkan, melainkan gelengan kepala dan itu cukup membuat Ren terkejut.
Ren mendekati Alexa dan ikut berbaring di sampingnya, "Tidurlah lagi." Ren membawa Alexa dalam dekapannya, kali ini Ren melakukannya dengan Alexa yang sadar, jika biasanya dia memeluk Alexa dalam keadaan terlelap.
Alexa hanya diam, sebenarnya sejak tadi dirinya sudah bangun sebelum Ren masuk ke kamar, dirinya yang merasakan ada sesuatu yang membuatnya tak nyaman dan ternayata ketika membuka mata dirinya tidak melihat keberadaan suaminya yang biasanya memeluk nya dalam tidur.
tidak di pungkiri jika Alexa juga mulai merasakan kehadiran Ren di sampingnya, dan Alexa juga selalu menunggu pria itu jika belum pulang. Hanya saja dirinya masih belum bisa berinteraksi lebih banyak dan masih menjaga jarak dengan benteng dalam dirinya.
"Besok aku masih ada pekerjaan, untuk bertemu klien." Ucap Ren dengan mengelus rambut panjang Alexa. "Aku akan membawamu untuk ikut bersamaku, karena aku sudah berjanji akan membawamu jalan-jalan." Ren mengecup kening Alexa.
Bukannya mata keduanya terpejam, namun malah tidak bisa memejamkan mata, padahal waktu sudah menunjukan dini hari, tidak biasanya Ren tidak bisa memejamkan mata seperti ini, apalagi tubuhnya merasa lelah.
"Sial..!! Kenapa aku tidak bisa memejamkan mata." Ucapnya yang bergerak-gerak membuat Alexa yang masih belum tidur kembali membuka matanya.
"Kamu belum mau tidur." tanya Ren mendapat gelengan kepala dari Alexa. Ren menghela napas, kalau seperti ini dirinyalah yang tersiksa.
"Sayang, sumpah aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri jika seperti ini." Pasalnya wajah Alexa begitu dekat dengan wajahnya, apalagi tangan Alexa melingkar di pinggangnya.
Bahkan adik kecilnya sudah mulai bereaksi dengan perlahan.
Ren manatap intens kedua mata Alexa, begitupun dengan Alexa yang hanya diam menatap wajah suaminya.
Perlahan Ren mendekatkan wajahnya untuk meraih bibir Alexa yang terbuka sedikit membaut detak jantung Ren tak stabil.
Melumatt bibir itu kembali, Ren menyapu lembut setiap sisi bibir sang istri. Tangannya menahan tengkuk Alexa agar tidak bergerak.
__ADS_1
"Engh.." Alexa meleguh dengan membuka bibirnya, kesempatan untuk Ren menerobos masuk merasai rasa manis di dalam sana.
"Kamu tahu aku tidak bisa berhenti." Ren mengusap sudut bibir Alexa yang basah sisa ciuman mereka. Dan detik berikutnya Ren kembali melumatt lebih dalam bibir istrinya yang sudah sedikit bengkak.
Alexa yang merasakan jantungnya berdebar kencang, mencekram kaos yang Ren kenakan. Daerahnya seakan berhenti ketika ingatan itu kembali dengan dirinya yang mencoba memohon untuk dilepaskan.
"Tidak, jangan sentuh aku..!!" Alexa mendorong Ren sekuat tenaga, dengan tatapan penuh amarah dan kebencian Alexa memeluk kedua kalinya sendiri.
"Sayang, kamu tenang."
"Tidak..!! pergi kamu..! pergi..!!" Alexa merancau dengan keadaan kacau. Ren mengusap wajahnya kasar sambil beranjak mengambil obat untuk Alexa minum.
"Sayang kamu tenang dulu, minum obatnya." Ren menyodorkan obat dan air untuk Alexa.
"Jangan takut, aku tidak akan melakukan hal macam-macam." Ren mengusap air mata Alexa di pipi. Hatinya kembali berdenyut melihat Alexa yang belum bisa melupakan kejadian itu, di mana trauma sang Istri yang masih menghantuinya.
Tak lama Alexa tertidur, dan Ren membawa tubuh istrinya dalam pelukannya.
"Maaf aku Alexa." Kecupan selamat malam Ren berikan di kening Alexa.
.
.
.
Aku kasih kalian up rondom, pasti kalian lupa untuk kasih like dan komen..😔
__ADS_1