Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Pesan


__ADS_3

Seperti yang di katakan papanya, Aaron menempatkan beberapa pengawalnya untuk menjaga Istri dan kedua anaknya, dirinya tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga kecilnya. Apalagi dirinya mendapat laporan jika Richard belum di temukan pria tua itu menghilang tanpa jejak.


Aaron yang mulai membawa pengawal kemanapun dia pergi, selain botak alias Jack ada tiga pengawal yang selalu mengikuti kemanapun dia pergi. Dan tanpa sepengetahuan mereka semua kakek Lewis yang lebih dulu mengerahkan bawahannya yang handal untuk melindungi dua keluarga besar tanpa terkecuali termasuk Alisa dan Gio yang baru saja datang ke Indonesia tak luput dari pengawal yang Kakek Lewis kirimkan.


Bukan hanya karena ada Richard yang mulai merebahkan, namun sejak dulu Kakek Lewis sudah menempatkan pengawal tersembunyi untuk melindungi keluarganya dan sekarang dirinya merasa jika keselamatannya keluarganya terancam.


Aaron datang ke kantor pukul delapan pagi, dirinya sudah kembali bekerja setelah empat hari berada dirumah sakit dan di rumah. Setelah mendapat vitamin dari sang istri tadi malam, pagi ini energinya full power membuat pria beranak dua itu menebar senyum.


Beruntung karyawati yang melihat senyum langka atasnya, apalagi pagi-pagi seperti ini menambah mood booster bagi mereka yang melihatnya. Meskipun sudah menikah dan rumor jika CEO mereka sudah menjadi seorang ayah dengan dua putra kembar, membuat mereka semakin menatap kagum sosok atasan yang sangat mereka gilai, karena baik Aaron ataupun Sena tidak mempublikasikan kelahiran kedua putranya apalagi mengunggah foto kedua bayi kembarnya kesosial media mereka tidak melakukan hal itu hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, dan semua keluarga sepakat. Mereka hanya mengoleksi foto-foto si kembar baby A untuk konsumsi sendiri.


"Pagi bos." Jack menyapa Aaron ketika akan masuk keruangan kerjanya.

__ADS_1


"Hm.." Aaron masuk dan menaruh tas kerjanya, dirinya duduk dan Jack berdiri di seberang mejanya.


"Apa mereka sudah menemukan keberadaan Richard." Tanya Aaron pada Jack asisten sekaligus orang kepercayaannya.


"Mereka sempat melihat Richard, namun pria itu kembali menghilang setelah tahu jika ada orang yang mengejarnya." Ucap Jack yang mendapat laporan dari anak buahnya. Jack juga sudah mengerahkan beberapa anak buahnya hingga ke pelosok kota.


"Terus cari dia sampai dapat, karena aku tidak ingin keluargaku menjadi korban selanjutnya." Setelah mengatakan itu Aaron menyuruh Jack pergi.


Ponselnya berdering bertanda ada panggilan masuk. Tapi yang tertera nomor baru membuat Aaron enggan untuk menjawabnya, karena baginya hanya nomor asing yang tidak dia kenal.


Ting

__ADS_1


Sebuah pesan masuk ke ponselnya, Aaron segera membukanya.


"Selamat atas keselamatan mu, dan untuk kali ini wanita mu tidak akan selamat." Sebuah pesan dan foto di bawahnya, membuat Aaron membelalakan kedua matanya, rahangnya langsung mengeras melihat foto Sena yang sedang diikat disebuah kursi.


"Richard Sialan..!!"


Dengan langkah seribu Aaron berlari keluar, membuat Jack yang juga baru mendapat laporan langsung mengejar Aaron.


"Tuan tunggu." Jack mengejar Aaron yang masuk ke dalam lift, sedangkan dia melewati tangga darurat agar sampai di lobby lebih cepat dan bertemu Aaron.


Aaron beberapa kali menguhungi nomor Sena namun tidak di angkat, menguhungi orang rumah pun sama, semakin membuat Aaron murka dan panik.

__ADS_1


"Bedebah.!!" Aaron terus mengumpat, dirinya tidak akan memaafkan orang yang sudah berani menyentuh milikinya, meskipun hanya seujung kuku sekalipun.


__ADS_2