
Satu Minggu kemudian...
"Maaf nyonya tuan tidak ingin di ganggu." Ucap sekertaris Bimo yang bernama Sindy.
"Tapi saya mau bertemu anak saya..!" Ucap Leina dengan wajah memelas bercampur kesal.
Dirinya sudah lama tidak pernah ketemu Bimo, putranya itu menutup akses dirinya untuk bertemu, hanya dirinya bahkan suaminya masih bisa menemui putranya itu.
Tidak hanya di kantor di rumahnya pun Bimo melarang Leina untuk menemui nya ataupun penghuni rumah itu, dan Fandy pun mau tidak mau selalu berusaha mengusir nyonya besarnya itu.
"Tapi tuan, tidak ingin bertemu nyonya." Sindy menunduk hormat merasa tidak tega. "Maaf nyonya saya hanya menjalankan perintah." Ucapnya menatap Leina kasihan.
Leina menjatuhkan air mata, begitu bencikah putranya itu padanya. Kesalahannya memang fatal tapi setidaknya dirinya hanya ingin melihat putranya itu dari dekat, karena selama kepergian Alena dirinya tidak bisa bertemu ataupun mendekati Bimo.
__ADS_1
Leina berbalik dengan wajah sendu, mengusap air matanya dengan perasaan bersalah yang begitu menghantui dirinya.
Jika dia pikir dengan kepergian Alena akan membuat putranya semakin dekat dengan nya, tapi pada kenyataanya malah semakin menjauhkan putranya. Dirinya yang egois karena menuruti keinginannya malah membuat Bimo membencinya.
Dan sekarang dirinya baru sadar karena keegoisan nya semua semakin menjauh darinya.
.
.
Dirinya juga kesal dengan apa yang dilakukan Mama Bimo pada Alena, tapi beberapa kali melihat Mama Bimo bersedih karena tidak bisa bertemu putranya membuat Yuda juga merasa kasihan.
Bimo hanya diam dengan pandangan menatap bingkai foto istrinya.
__ADS_1
Yuda menghela napas, dirinya juga belum menemukan keberadaan istri sahabatnya itu, karena Alena meninggalkan ponsel yang sudah Bimo sadap.
Bukan hanya Yuda, anak buah Bimo juga masih mencari keberadaan istri bosnya itu, semua tranportasi sudah mereka lacak, pelosok kota Jakarta juga sudah mereka datangi. Tapi kepergian Alena bagai di telan bumi.
"Karena mereka Alena ninggalin gue." Bimo menatap Yuda dengan datar, tapi jelas terlihat dikedua matanya memendam kesedihan.
"Meskipun loe gak bisa maafin nyokap loe, tapi setidaknya loe temuin dia, kasihan Mama loe sedih banget." Yuda menatap Bimo, dirinya tau jika sahabatnya itu memendam kesedihan yang mendalam. "Lagian Siera yang selama ini yang jadi kompor, dan loe udah bales dia dengan menghancurkan karier nya." Ucap Yuda lagi dengan tubuh bersandar di kursi.
Ya, Lima bulan lalu Bimo memberi pelajaran kepada Siera dengan menghancurkan karier modelnya, Bimo yang awalnya masih diam ketika istrinya selaku Ia ganggu, tapi tidak ketika Alena pergi meninggalkannya dan semua itu karena Siera yang telah membuat rencana agar Mamanya selalu memarahi dan membenci Alena, bahkan Alena kerap di permalukan di depan umum ketika mereka bertemu. Pertemuan itu pun bukan tidak sengaja, melainkan siera yang telah menyuruh orang untuk membuntuti Alena pergi kemanapun.
Dan itu semua Bimo ketahui setelah Alena pergi. Menyesal tentu saja, karena dirinya tidak berpikir jika ada seseorang yang akan berbuat jahat lada istrinya.
Skandal Siera dengan beberapa artis dan rekan kerjanya mencuat ke media beberapa bulan lalu, bahkan Siera tidak segan-segan bermain dengan produsen terkenal di LN, foto-foto Siera yang keluar masuk hotel dan bergonta-ganti pasangan pun tersebar luas di dunia. Dan karena berita skandal itu perusahaan Richard Marhen menjadi menurun drastis dan mengalami kebangkrutan.
__ADS_1
Semua itu Bimo lakukan untuk membalas apa yang sudah mereka lakukan pada istri nya yang sudah berani menyentuh Alena.