
Diki tidak terima jika pria asing yang tiba-tiba datang memanggil tunangannya dengan sebutan sayang. Pria itu tentu saja marah dirinya perlu penjelasan dari Alena karena dekat dengan pria yang sempat Diki lihat mengantar Alena pulang, dan Alena mengatakan jika itu bosnya yang sudah memiliki istri dan anak, hah yang benar saja.
Mega tersenyum miring nampaknya gadis biasa dan masih bocah itu juga memiliki pria lain dibelakang Diki. Mega tersenyum puas yang pasti Diki akan menjadi miliknya seutuhnya.
Bimo mendongak dan menatap tajam Diki tanpa ba-bi-bu sebuah tonjokan melesat di wajah Diki.
"Mas..!! Alena berteriak ketika Diki menggerang kesakitan dan tubuhnya sampai hampir jatuh dari kursi.
"Pulang Alena..!!" Bimo menarik tangan Alena berniat mengajak gadis itu pergi dari tempat yang banyak akal busuk.
Mega yang melihat Diki kesakitan ingin mendekat namun melihat mata Diki yang menatapnya tajam Mega lebih memilih diam.
Plak
Suara tamparan keras terdengar menggema di ruangan yang sudah panas itu. Alena menghempaskan tangan nya yang di pegang Bimo dengan tatapan tajam yang kecewa.
"Cukup Bim..!!" Alena berteriak.
Bimo menatap Alena nanar, tidak percaya jika gadis yang dicintainya menamparnya.
"Cukup, jangan ulangi lagi." Alena menunjuk wajah Bimo. "Kita dari awal memang bukan siapa-siapa, perasaan yang kita punya memang salah." Ucapnya dengan air mata yang menetes, sejujurnya Alena merasakan sakit ketika berbicara seperti itu, namun dirinya tidak punya pilihan, Diki tidak seperti yang Bimo ucapkan atau yang dia pikirkan pria itu baik.
__ADS_1
"Ale.." Bimo berkata lirih, dan ingin menggapai tangan Alena lagi, namun sebuah pukulan lebih dulu menghampirinya.
Karena tidak ada kesiapan tubuh Bimo sampai terhuyung kebelakang, sudut bibir nya berdarah.
Alena menutup mulut dan segera menarik Diki ketika pria itu ingin menghajar Bimo lagi.
"Dasar pria brengsek..!! berani kamu mendekati tunangan saya.!!" Ucap Diki dengan napas memburu karena emosi mendengar ucapan Alena jika pria itu memiliki perasaan kepada kekasihnya.
"Mas sudah..!!" Alena mencoba meredakan amarah Diki tapi pria itu semakin murka mendengar Alena seperti malah membela pria didepanya itu.
"Sudah kamu bilang..!!" Diki berbicara keras pada Alena, membuat Alena menutup mata. "Kamu bilang dia bos kamu yang sudah mempunyai istri dan anak, dan aku percaya. Tapi nyatanya apa..!!" Diki masih menatap Alena tajam dengan amarah didadanya. "Nyatanya kalian mempunyai hubungan di belakang ku..Jawab Alena..!!! jawab..!!" Diki mengguncang kedua bahu Alena.
"Hey..!!" Bimo menarik bahu Diki dari belakang dan mencekram erat kerah kemeja Diki. "Jangan pernah membentak atau berteriak kepadanya." Bimo dengan suara beratnya menatap Diki dingin dan tajam. Matanya memerah karena amarah yang sudah membuatnya tak bisa menahan apalagi melihat Alena yang dibentak didepan matanya.
Bimo memukul wajah dan perut Diki hingga berulang kali, membuat Diki menggerang sakit dan ambruk kelantai setelah menerima tinjuan di bagian perutnya yang sangat kuat.
"Mas..!!"
"Diki..!!"
Alena dan Mega sama-sama berteriak namun Mega hanya menutup kedua mulutnya tidak berani mendekati Diki.
__ADS_1
uhuk
uhuk
"Mas kamu tidak apa-apa." Alena menangis melihat keadaan Diki yang kesakitan sampai terbatuk-batuk.
"Ale.." Bimo mencoba ingin kembali menarik Alena namun perlakuan dan ucapan Alena membuat Bimo kecewa.
"Stoop!!" Alena menyentak tangan Bimo ketika ingin menyentuhnya. "Jangan pernah datang dan temui aku lagi mulai sekarang." Alena menghapus air matanya dan menatap Bimo nyalang, tidak ada tatapan lembut Alena untuk Bimo lagi.
"Mulai sekarang kita bukan siapa-siapa..dan anggap saja kita tidak pernah kenal, kita hanya berstatus bos dan anak buah di kantor..tidak lebih." Alena kembali membantu Diki untuk berdiri.
Bimo diam mematung, kedua tangannya mengepal kuat. Melihat Diki yang tersenyum menyeringai ke arahnya membuat Bimo semakin ingin menghabisi pria brengsek itu.
Bimo keluar dari ruangan itu dengan perasaan terluka, Alena tidak percaya dirinya dan memilih untuk tidak mengenalnya lagi. Jangan salahkan dirinya jika akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya, karena pria brengsek seperti Diki tidak pantas untuk Alena.
"Arrghh.." Bimo berteriak menjambak rambutnya kasar ketika di dalam lift, tangan nya berulang kali meninju dinding lift yang terbuat dari besi sehingga membuat buku-buku jarinya memar dan lecet. beruntung dirinya hanya sendirian sehingga bisa meluapkan amarahnya.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian...jika lupa balik lagi ke bab51 OKE..!!!😘😘🤣