Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Dinner


__ADS_3

"Menunggu Lama." Ren keluar dan membukakan pintu untuk Alexa, tak lupa dirinya mencium kening sang istri.


"Tidak, baru saja kami keluar." Alexa membenarkan duduknya. Ren menutup pintu dan memutar kedepan untuk ikut masuk.


"Bagiamana pertemuannya berhasil?" Tanya Alexa sambil memasang sabuk pengaman, dan Ren sigap membantunya.


"Hm," Ren mengangguk. "Berhasil dong siapa dulu orangnya." Ucapnya ponggah, membanggakan dirinya sendiri.


"Yeee,, sombong." Alexa tertawa sambil mengusap rambut suaminya. "Selamat Mas, semoga keberhasilan kamu membawa berkah." Ucap Alexa lagi membuat Ren tersenyum lebar.


"Terima kasih sayang, sudah menemaniku." Ren meraih tangan Alexa dan menciumnya.


Saling suport dan saling mendukung itu yang kedua nya lakukan.


Alexa hanya tersenyum, dirinya benar-benar beruntung mendapatkan pria seperti Ren, meskipun bermula dari kejadian naas, namun hubungan keduanya membawa mereka kesebuah rumah tangga yang tidak pernah Alexa bayangkan.


Mendapat suami tampan dan kaya raya sebenarnya tidak termasuk dalam angan-angan dirinya. Tapi ternyata Tuhan mengirimkan bonus untuk kehidupannya.


.


.


Ren melihat jam yang berada di pergelangan tangannya, sejak tadi dirinya sudah menunggu sang istri hampir tiga puluh menit, tapi Alexa tak kunjung muncul dari dalam kamar.


"Sayang, kenapa lama sekali." Ren memanggil Alexa dari ruang tamu.


Dirinya sengaja menunggu Alexa di luar, Ren yang ingin mengajak sang istri dinner tidak sabaran.


"Iya Mas, sebentar."

__ADS_1


Ceklek


Suara Alexa berbarengan dengan pintu terbuka, Alexa keluar dengan gaun berwarna peach.


Mata Ren tak berkedip melihat penampilan sang Istri, ini kali kedua Alexa berdandan didepanya.


"Kenapa? aku jelek ya." Tanya Alexa yang kurang pe-de.


"Tidak, kamu terlalu cantik." Ren menarik pinggang Alexa ketika wanita itu sampai didepanya.


"Gombal, kalau kamu bilang aku jelek nanti aku ngambek dan gak kasih kamu jatah." Alexa mengerucutkan bibirnya, membuat Ren tertawa gemas.


"Ya, makannya aku selalu bilang kamu cantik." Ren menatap wajah istrinya lekat. "Kamu akan selalu cantik di mataku apalagi kalau kamu tidak memakai baju."


Bugh


"Hahaha...sudah ayo berangkat."


Mereka keluar dari apartemen bersamaan, dengan bergandengan tangan. Ren yang jail pun mengerjai istrinya dan membuat Alexa kesal.


Wajah kesal Alexa, Ren menyukainya karena baginya terlihat lucu dan menggemaskan.


"Aku ngambek nih, gak mau ikut ah." Ucap Alexa dengan wajah merajuk, padahal mereka ingin diner romantis tapi kelakuan mereka seperti kucing dan tikus.


"Jangan dong, gitu aja ngambek." Ren merangkul pinggang istrinya.


"Habis kamu nyebelin." Alexa mencubit gemas dada suaminya.


"Tapi kamu cinta kan." Ren menarik turunkan alisnya, menggoda Alexa.

__ADS_1


"Ish, gak nyambung." Alexa melengos dengan mengulum senyum.


Setelah menempuh perjalanan selama lebih tiga puluh menit, mobil mewah Ren berhenti di depan restoran paling mahal di pusat kota. dirinya sengaja membawa Alexa kesana, karena si area rooftop restoran itu adalah tempat romantis.


"Silahkan tuan putri." Ren membukakan pintu untuk Alexa, dan seperti raja yang melayani ratunya Ren memperlakukan Alexa.


"Terima kasih Mas." Alexa tersenyum manis, membuat Ren ikut tersenyum.


Ren menggandeng tangan Alexa untuk memasuki restoran yang dia sudah pesan, dan di dalam Ren ditunggu seorang pelayan untuk mengantarkan mereka.


"Silahkan Sir, semoga malam anda menyenangkan." Pelayan itu menunduk hormat, dan meninggalkan keduanya di tempat yang sudah mereka siapkan sedemikian rupa.


"Mas ini?" Alexa tidak lagi bisa berkata melihat pemandangan didepan sana.


"Kamu menyukainya." Ren menuntun Alexa untuk mendekati meja yang sudah di siapkan, meja makan untuk mereka berdua.


"Em, suka." Alexa menoleh ke arah suaminya tersenyum manis.


Ren menarik kursi untuk Alexa, dan setelah Alexa duduk dirinya juga duduk. Mereka duduk saling berhadapan.


"Sayang terima kasih sudah menerimaku dalam hidupmu, bagiku kamu adalah wanita yang Tuhan kirimkan untuk melengkapi kehidupan ku. Percayalah kamu adalah cinta pertama ku setelah ibu yang melahirkan ku, meskipun aku belum sempat melihatnya, dan kamu adalah wanita terhebat ku setelah ibuku." Ren menggenggam tangan Alexa, menatap wajah cantik yang selalu menghiasi tidurnya selam hampir empat bulan ini.


Wanita yang dulunya dia sakiti dan kini berbesar hati menerima nya dan mencintainya dengan tulus.


Tidak ada kebahagiaan yang Ren inginkan selain melihat istrinya selalu tersenyum manis untuk dirinyalah, selalu ada disaat-saat dirinya sedang berada dalam kondisi tidak baik-baik saja.


Alexa istrinya, Alexa adalah cintanya.


__ADS_1


__ADS_2