Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

"Apa kamu tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu ketenangan ku." Ucap Sena menatap Aaron kesal.


"Pekerjaanku hanya menemanimu, dan berada di sampingmu setiap hari." Ucap Aaron dengan mengedipkan kedua matanya.


Sena memutar kedua bola matanya kesal, Aaron sejak semalam tidak mau keluar dari apartemen membuat Sena kesal, apalagi pria itu selalu membuntutinya kemana pun pergi.


"Ayolah Ar, apa kamu tidak bekerja hanya untuk membuatmu sibuk dengan yang lain."


Aaron nampak berpikir, dirinya sekarang pengangguran bagaimana jika nanti dirinya benar-benar di keluarkan dari kartu keluarga dan sama sekali tidak punya pekerjaan, lalu mau di kasih makan apa istri dan anaknya nanti.


"Sen, apa aku bisa kembali masuk bekerja." Aaron menegakkan duduknya. "Em maksudku melamar kerja di pabrik lagi." Ucapnya menatap wajah Sena yang duduk di sampingnya, dengan laptop menyala di pangkuannya.


"Tidak, aku tidak menerima karyawan seperti mu." Ucap Sena tanpa melihat Aaron.


Aaron mendesah kasar. "Ayolah sayang, masa kamu gak bisa bikin calon suamimu masuk ke pabrik, kalau tidak bekerja nanti kamu mau aku kasih makan apa, terus anak-anak kita nanti bagaimana." Ucapnya menatap wajah sena dari samping.


Sena menatap tajam Aaron. "Menghayal aja terus." Ucap Sena ketus.

__ADS_1


"Ya..ya..Sen-sen bantu aku masuk lagi ke pabrik ya." Aaron menggoyangkan lengan Sena manja.


"Ish..lepas."


"No, sebelum kamu bilang iya." Aaron yang licik merapatkan tubuhnya mendekat pada Sena.


"Ar..jangan dekat-dekat." Sena menggeser duduknya ketika Aaron menempel pada tubuhnya.


Grep


Tangan Aaron meraih pinggang Sena, keduanya menempel tanpa jarak.


"Memangnya kamu punya apa, sehingga kamu rela meninggalkan semua yang kamu miliki." Tanpa sadar tangan Sena menyentuh rambut yang berada di depan kepala Aaron.


"Hm, tidak ada.." Aaron menggeleng kepala, dirinya tidak memberi tahu berasal dari keluarga mana dirinya. "Yang jelas, aku sudah meninggalkan yang aku miliki hanya agar bisa menjaga dirimu." Mata Arron menatap wajah Sena yang begitu dekat, bahkan merasakan tangan Sena yang merapikan rambutnya.


"Memangnya aku kenapa, harus kamu jaga." Sena menatap wajah Arron, keduanya saling berhadapan dan saling pandang. Pancaran mata keduanya memancarkan rasa cinta yang sesungguhnya, tapi Sena belum menyadari hal itu sepenuhnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, hanya saja kamu adalah wanita yang sangat berarti bagiku."


Deg


Jantung Sena berdebar, hatinya menghangat seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan membawa rasa yang begitu indah.


"Meskipun aku tidak berarti dalam hidupmu, percayalah jika kamu adalah kebahagiaan ku." Aaron mengecup bibir Sena.


Sena yang merasakan ciuman itu kembali merespon dengan cepat, bahkan dirinya langsung membalas lumattan bibir Aaron.


Memanggut, dan menyesap benda kenyal yang menjadi candunya, Aaron semakin memperdalam cumbuannya di bibir Sena.


"Ar.." Sena kembali mengeluarkan suara lucnut nya ketika tangan Arron menyentuh kedua pahanya yang hanya menggunakan hotpants, dan ketika duduk celananya menyingkap ke atas.


"Em.." Aaron hanya bergumam di dalam cumbuannya, dirinya terlalu larut dalam gairah yang sudah menguasainya.


"Emph.." Sena memukul dada Aaron ketika napasnya mulai kehabisan.

__ADS_1


"Kau mau membunuhku..!!" Napas Sena tersengal dengan mata menatap tajam Aaron.


Pria di depannya hanya tersenyum tanpa dosa.


__ADS_2