
"Engh..." Alena mengeliat dalam tidurnya, Entah berapa lama dirinya tidur di siang hari seperti ini, karena memang tidak pernah tidur siang karena bekerja.
Ketika ingin bergerak tubuhnya terasa berat, dan ternyata sebuah tangan kekar melingkar di perutnya.
Ingin berteriak namun dirinya lebih dulu mengingat jika tadi dirinya ikut tertidur ketika menemani Bimo.
Alena menatap wajah dengan mata yang masih tertutup rapat, hidung mancung, alis tebal dan bibir yang menurutnya sangat seksi. Jarinya bergerak menyingkirkan anak rambut di kening Bimo, dengan senyum Alena berkata.
"Mimpi apa bisa tidur siang bareng pangeran tampan." Ucapnya yang masih tersenyum.
Cup
Bimo langsung mengecup bibir Alena bahkan sedikit Melu*mat dan menyesap ketika langsung mendapat balasan dari Alena.
"Engh.."Alena meleguh ketika ciuman Bimo turun menyusuri leher jenjangnya.
"S-stop.." Alena membuka mata dan mendorong kepala Bimo agar menjauh.
"Kenapa hm.." Bimo mengelus leher yang baru saja dirinya jamah, begitu manis.
"Kita hanya berdua, nanti yang ketiganya se*tan." Ucapnya dengan polos.
Bimo terkekeh mendengar ucapan Alena. "Dan keempatnya akan ada Bimo junior di sini." Tangannya mengelus perut rata Alena yang terhalang baju.
Plak..
"Sembarangan.." Alena menggeplak tangan Bimo.
Setelah meluapkan isi hati keduanya masing-masing mereka sampai tertidur di ranjang yang sama, tidak terjadi apa-apa kecuali hanya *****-***** bibir Alena saja, meskipun sekuat tenaga Bimo melawan gejolak hasratnya yang terpancing oleh suasana.
"Jika Ia, maka akan sangat bagus." Bimo menaik turunkan alisnya menggoda Alena.
__ADS_1
"Apa?" Matanya melotot menatap Bimo garang.
"Kau itu tambah cantik kalo lagi marah." Bimo mencuri ciuman di bibir Alena.
"Iss..kau itu mesum sekali." Alena ingin bangkit dari ranjang, namun tangan Bimo sudah merangkul pinggang nya.
"Mau kemana hm.." Bimo menghirup aroma rambut Alena yang begitu menenangkan dirinya.
"Kamu gak liat sekarang jam berapa, waktu pulang kantor sudah satu jam yang lalu, sekarang sudah jam lima. Kalau lembur aku sudah dapat satu jam." Alena menyerocos tanpa henti.
"Hm..kau mau lembur?" Tanya nya tanpa melepas rengkuhannya.
"Tentu saja mau, lumayan kan buat nambahin gaji." Alena menjawab tanpa ragu.
"Baiklah aku akan bayar kontan, jika kamu mau." Bimo menjauhkan kepalanya dan menatap wajah Alena intens.
"Apa?" Tanyanya yang hanya di tatap oleh Bimo.
"Ehh kok.." Alena nampak bingung.
"Buruan Ale, apa mau aku tinggal disini." Bimo memakai kaus putih yang dia ambil dari lemari bajunya, dan tadi dirinya hanya bertelanjang dada.
Kata siapa jika Alena tidak panas dingin melihat tubuh polos bagian atas milik Bimo, meskipun tidak terlalu berotot tapi sudah membuat jantung Alena berdebar tak karuan.
"Iss kau itu selalu memanggilku Ale...memangnya aku ini Ale-ale." Alena mendengus kesal, dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi kecil yang berada di pojok ruangan.
.
.
.
__ADS_1
"Kenapa masih disini?" Tanya Alena yang melihat Bimo ikut turun dari mobil dan mengikutinya yang ingin masuk rumah.
Alena sejak tadi hanya menggerutu, katanya ingin memberi lemburan tapi malah di antar pulang.
"Kakak..." Alisa muncul dari dalam ketika pintu terbuka.
"Alis.."Leina memeluk tubuh Alisa dan menciumnya.
"Ehh ada kak Bimo." Ucap gadis kecil itu dengan senyum manis.
"Hai Alis.." Sapa Bimo dengan senyum.
"Kamu baru pulang Len." Mbak Mirna muncul dari dalam ketika mendengar suara Alena.
"Iya mbak.." Jawab Alena.
"Nah Alis sekarang siap-siap gih, kak Bimo tungguin sekalian mbak Mirna juga kita akan jalan-jalan malam ini." Ucap Bimo yang menyuruh Alisa.
"Jalan-jalan.." Beo Alena menatap Bimo.
"Ya, lemburan untuk kamu."
"Yeee..asik..kita mau jalan-jalan Ibu.." Alisa berjingkrak senang.
"Yasudah gih mbak tolong bantu Alisa bersiap." Suruh Bimo malah seperti kakak Alisa sendiri.
Mirna membatu Alisa bersiap, sebelum dirinya yang juga akan bersiap-siap untuk ikut ajakan Bimo.
"Kamu bersiap gih, dandan nya jangan cantik-cantik nanti aku akan darting, kalau banyak cowok yang ngelirik." Bimo mengelus pucuk kepala Alena.
Meskipun bingung mau kemana, namun Alena tetap menurut, setelah menyuruh Bimo masuk kerumah.
__ADS_1
Jangan pelit lagi gaesss...author itu baik hati, ngambeknya sebentar...kalau dikasih banyak jempol dan komen pasti senyum lagi..🥰🥰 Apalagi banyak hadiah yang dikirim...pasti Up nya bakalan doubel🤣🤣