Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part67


__ADS_3

Bimo keluar dari kantor pukul delapan malam, dirinya cukup sibuk hari ini dengan pekerjaan. Meninggalkan kantor selama kurang lebih dua Minggu membuatnya harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda selama tidak ada dirinya, meskipun papanya menghandle namun Rendy hanya melakukan yang begitu penting saja, sehingga masih banyak yang Bimo harus selesaikan.


Masuk kedalam mobil, dan mengendarai mobil mewahnya menuju apartemen.


Dua puluh menit Bimo sampai, tapi ada yang aneh ketika dirinya melihat seseorang menunggunya di basemen apartemen.


Bimo keluar dari mobil setelah memakirkan nya dengan benar.


Melewati orang yang sedang berdiri bersandar pada mobil Bimo melihat Diki, entah apa pria itu disitu.


"Jangan dekati Alena lagi." Ucap Diki yang melihat Bimo melewatinya begitu saja, padahal dirinya sengaja menunggu.


sialan memang.


Langkah Bimo terhenti mendengar kata Alena, tangannya Ia masukkan kedalam saku sebelah. Berbalik menatap Diki, Bimo berucap. "Dia belum jadi milik loe, urusi saja selingkuhan loe itu." Ucap Bimo dengan senyum khasnya, yang begitu menyebalkan menurut Diki.


Mendengar ucapan Bimo Diki mengepalkan tangannya.


"Loe gak ada hak ngatur gue, dan loe pria tidak tahu diri yang deketin tunangan orang lain." Ucap Diki menatap Bimo tajam.


Bimo hanya tersenyum remeh menatap Diki. "Gue tidak tahu diri, tapi loe pria brengsek." Ucap Bimo menatap Diki dingin.


"Kurang aj*ar."


Bugh

__ADS_1


Diki melayangkan tinju kepada Bimo, namun dirinya bisa menghindar.


Bimo tertawa remeh menatap Diki. "Gue pastiin dia bakalan jadi milik gue." Ucap Bimo dengan tegas, dan berlaku meninggalkan Diki.


"Loe gak bakalan miliki dia." Ucap Diki tersenyum melihat Bimo berhenti. "Lusa gue nikahin dia." Setelah itu Diki masuk kedalam mobilnya dan pergi.


Bimo mengepalakan tangannya, mendengar ucapan Diki, dirinya yang sibuk dan tidak ada waktu bertemu Alena membuatnya tidak tahu jika pernikahan mereka dipercepat.


"Si*al." Bimo kembali masuk kedalam mobilnya, mengendarai dengan kecepatan di atas rata-rata.


Dirinya bersama Yuda belum menemukan dimana keberadaan Mega yang disembunyikan oleh Diki, karena dirinya yakin jika wanita itu yang akan bisa menggagalkan pernikahan mereka.


Tiga puluh menit mobil Bimo berhenti didepan rumah kontrakan Alena, dirinya sudah beberapa hari tidak datang kerumah ini.


Ceklek


Bimo langsung mendorong tubuh Alena masuk kedalam dengan gerakan cepat bibir mereka saling menempel. Bimo mencium bibir Alena rakus, tangan nya menekan tengkuk Alena.


"Emmph.." Alena memukul dada Bimo ketika bosnya sudah tersengal karena kehabisan oksigen.


"Hah...kamu mau membunuhku." Ucap Alena menatap Bimo kesal.


"Emph.." Bimo Melu*mat bibir Alena lagi, menyalurkan rasa marahnya ketika mendengar ucapan Diki.


"Emph." Tangan Alena memukuli dada Bimo agar mau melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Katakan itu tidak benar?" Tanya Bimo setelah melepas tautan bibir mereka, Bimo menatap wajah Alena dengan napas memburu.


Dada Alena naik turun akibat panasnya yang tersengal. "Apa?" Tanya Alena menatap wajah Bimo.


"Jangan nikah sama dia."


Deg


Alena diam dengan wajah menunduk.


"Katakan, itu tidak benar?" Bimo meraih dagu Alena agar kembali menatapnya.


Keduanya saling menatap bisa mereka rasakan jika perasaan mereka terlalu dalam.


"Maaf." Cicit Alena dengan mata berkaca-kaca. "Aku tidak bisa menghentikan ini." Alena menjatuhkan air matanya. "Aku tidak tahu cara menghentikan pernikahan ini." Ucap Alena menangis.


"Tunggu aku, aku mohon." Bimo memeluk tubuh Alena berulangkali dirinya mencium pucuk kepala gadis itu.


Bimo mengumpat dalam hati, ternyata pria itu sudah merencanakan ini semua, dirinya dan Yuda masih kesulitan mencari keberadaan Mega, orang suruhan mereka belum menemukan keberadaan wanita itu.


.


.


Pagi masih seger...ayo dong kasih author yang seger-seger..🥱 biar melek,,,🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2