Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
"Mas.."


__ADS_3

"Coba ulangi kamu tadi panggil aku apa?" Ucap Ren ketika baru masuk kedalam apartemen.


Alexa kembali tersenyum bisa kembali ke apartemen ini. "Panggil apa? kapan?" Tanya Alexa yang mengertukan kening, tidak mengerti ucapan Ren.


"Ck. tadi waktu di minimarket." Balas Ren berdecak kesal karena Alexa melupakan panggilan yang membuat hatinya berbunga-bunga. Dirinya menyukai panggilan yang Alexa berikan.


"Ish, kamu aneh tanya kok yang bikin aku mikir." Alexa berlalu pergi meninggalkannya Ren yang melongo ke dapur, untuk menaruh sebagian barang bawaannya, karena sebagian di bawa oleh suaminya.


"Ren, kemarikan belanjaan nya, aku mau masak." Seru Alexa dengan mengeluarkan bahan-bahan yang akan dia masak.


"Dih, tadi manggilnya Mas, sekarang ngelunjak emang wanita sulit di pahami." Dumelnya yang berjalan menuju dapur.


"Iya sayang sebentar." Jawabnya dengan wajah sedikit masam, karena jawaban Alexa tak sesuai yang dia inginkan.


"Perasaan aku gak beli jeruk nipis loh." Celetuk Alexa tiba-tiba.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ren yang berdiri disamping isterinya, menaruh kresek belanjaan yang dia bawa.


"Itu wajah kamu, masam kaya jeruk nipis." Ucapan Alexa sukses membuat mata Ren terbelalak.

__ADS_1


"Kamu ngatain wajah aku masam? kamu gak liat para wanita yang mengantri di kasir tadi semua merhatiin aku, kamu gak liat wajah suami kamu ini ganteng gak ada obat hah..!!" Ren menatap Alexa tajam dengan wajah kesal bercampur gemas.


Alexa yang melihat kekesalan di wajah suaminya tertawa terbahak-bahak dirinya tidak bisa menahan tawa melihat wajah Ren yang berekspresi lucu bercampur kesal.


"Puas kamu ngetawain aku, dosa tau gak, dosa..!!" Ren yang kesal meninggalkan Alexa yang masih tertawa.


Alexa sampai mengusap air matanya karena tertawa. "Aduh Mas, aku gak kuat nahan." Alexa memegangi perutnya yang terasa kram karena lama tertawa.


"Bisa-bisanya muka tampan gue disamain jeruk nipis." Gerutu Ren yang sudah berdiri didepan kaca wastafel kamar mandi.


Dirinya yang sudah kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan, kini bertambah kesal ketika Alexa sengaja membautnya kesal. Tapi Ren bisa lega melihat Alexa bisa tertawa lepas seperti tadi. Dirinya merasa jika Alexa mulai menunjukan jika dirinya sudah baik-baik saja, hanya saja mungkin bayangan kejadian waktu itu belum sepenuhnya hilang dari pikirnya.


Ren memutuskan untuk membersihkan diri dulu sebelum makan malam, untungnya dirinya bisa pulang cepat dari kantor dan bisa menemani Alexa belanja.


Teringat ucapan Ren jika nasi goreng buatan kakaknya sangat enak, membuat Alexa tak percaya jika wajah cantik dan memiliki suami tampan yang kaya raya, ternayata kakak iparnya bisa memasak juga. Sungguh yang mendapatkan wanita cantik seperti Sena kakak iparnya sangat beruntung.


"Belum selesai." Ren tiba-tiba muncul di belakang, dan memeluk Alexa dari belakang.


"Ya Tuhan kamu bikin aku kaget." Alexa sampai menjengit karena terkejut, beruntung spatula yang dia pegang tidak melayang ke wajah tampan suaminya.

__ADS_1


"Baunya harum, bikin aku semakin lapar." Bibir berucap sambil mengecup leher Alexa yang terekspose, karena Alexa sengaja mengikatkan rambutnya tinggi-tinggi.


"Mas..Ish, jangan gitu." Ucap Alexa manja.


"Apa? ulangi lagi?" Ren sedikit menjauhkan wajahnya, demi mendengarkan panggilan Alexa lagi.


"Apa sih minggir dulu." Alexa sengaja tidak mengulangi panggilnya, agar Ren kesal. "Sudah matang ini." Ucapnya lagi dengan mematikan api kompor.


"Tadi kamu panggil aku apa? coba ulangi lagi, jangan bikin aku kesel, nanti kamu menyesal." Ucap Ren mengancam Alexa dengan tatapan sinis.


"Apa, coba saja kalau berani." Alexa malah menantang.


Dan Ren tak tunggu lama, menggendong tubuh Alexa cepat. Membawanya masuk ke kamar.


Hanya jeritan Alexa yang terdengar nyaring dari dalam kamar itu, entah mereka sedang melakukan apa?


.


.

__ADS_1


Aku yakin kali ini kalian bisa tidur nyenyak ๐Ÿ˜‚


Like..komen..sekebonnn๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2