
Kini semua sudah selesai dengan sarapan paginya, dan mereka juga mulai kembali ke rumah masing-masing, tapi tidak bagi kedua sepasang pengantin yang masih memiliki dua hari untuk menginap di hotel itu.
Aaron mengajak Sena kembali ke kamar hotel, setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi, dan mengantar semua keluarga besar mereka sampai di lobby.
"Ar kau mau apa?" Sena yang ingin keluar dari lift terkejut ketika Aaron tiba-tiba mengangkat tubuhnya.
"Menggendong tuan putri untuk memasuki kamar." Aaron tersenyum smirik. Kali ini dirinya harus berhasil meng-unboxing sang istri meskipun di pagi menjelang siang hari dan bukan malam hari.
"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku." Sena sedikit mengeliat dan minta di turunkan, tapi Aaron malah semakin erat menggendongnya.
"Jangan bergerak sayang, nanti kamu jatuh." Aaron sampai di depan pintu kamar hotel di mana dirinya tidak bisa membuka pintu itu sendiri. "Sayang tolong buka pintunya." Sena langsung menekan password pintu hotel.
"Ar, sudah sampai kenapa tidak menurunkan aku." Sena masih saja protes, karena sampai di dalam pun Aaron tidak menurunkannya, dan malah merebahkan dirinya di atas ranjang.
"Ar kau mau_ emph.." Aaron melumatt bibir Sena dengan lembut.
Sena yang mendapat serangan mendadak, menerima dengan baik. Keduanya saling melumatt dan mencecap saling beradu lidah, mereka merindukan saat-saat seperti ini, dan sekarang mereka adalah sepasang suami istri yang sudah bebas untuk melakukan apapun, meskipun hal yang lebih sekali pun.
"Ar.." Sena perlahan memejamkan mata ketika Aaron menyusuri pipi dan semakin turun sampai ke leher menggunakan bibir dan lidahnya.
__ADS_1
Sena sudah terlentang di atas tempat tidur, dengan Aaron yang mengungkung tubuhnya.
"Ar..em.." Tangannya menyentuh kepala Aaron meremat rambut suaminya pelan.
Aaron semakin gencar melancarkan aksinya di mana ketika suara Leguhan Sena terdengar begitu seksih dan semakin membuatnya gairah.
Baju yang di kenakan Sena sudah terbuka di bagian atas, hingga menampilkan dua gundukan yang menggoda dan masih terbungkus dengan apik.
"Ar..ah." Tubuh Sena semakin menggeliat, merasakan sentuhan tangan Aaron pada kulit dadanya secara langsung dan membuat gelayar aneh dalam tubuhnya.
Aaron memainkan dua gundukan yang begitu menggoda dan indah di matanya, tangannya tak berhenti memanjakan kedua benda favorit nya saat ini, dan bibirnya bergantian menyesap dan memilih pucuk yang masih kecil itu hingga sedikit timbul dan mencuat menegang.
Keduanya larut dalam gairah yang menggelora semakin lama, tubuh keduanya semakin menginginkan hal lebih.
Aaron yang sudah di kuasai gairah, melepas semua kain yang melekat di tubuhnya hingga menampilkan naga api nya yang sudah berdiri tegak, namun bukan keadilan.
"Ar.." Sena memalingkan wajahnya, dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos, bahkan dirinya sendiri tidak sadar kapan Aaron melepas semua pakaian miliknya.
"Boleh aku memintanya?" Aaron menatap wajah cantik sang istri yang sudah diliputi gairah.
__ADS_1
Sena hanya mengangguk tanpa suara, dirinya merasa malu dan juga gugup, apalagi melihat milik Aaron yang ternyata bukan produk lokalan yang pernah Ia remehkan.
"Ar..emph.." Sena meleguh dalam cumbuan bibir Aaron, tubuhnya menegang ketika benda tumpul dan keras mencoba memasukinya.
"Ar..sakit.." Kedua tangan Sena mencekram erat bahu Aaron hingga kukunya menancap di kulit Aaron.
Aaron yang juga merasakan perih di bahunya Ia tahan, di mana miliknya sudah masuk setengah.
Ah..
Aaron mendesahh dengan Sena yang menjerit kesakitan. "Maaf sayang." Aaron mengecup kening Sena, dan pindah pada bibir tipis Sena agar bisa membuat Sena nyaman menerima dirinya.
Aaron perlahan bergerak, ketika Sena sudah merasa nayaman, dan suara jeritan tadi berubah menjadi desahann yang memenuhi kamar hotel mewah itu.
Aaron begitu semangat, namun dirinya juga masih bisa mengontrol, karena ini kali pertama untuk Sena yang pasti sangat sakit.
Biarlah keduanya melebur menjadi satu di mana, saling memberikan kepuasaan bersama pasangannya.
Jika kalian pas baca ini puasa, maaf dosa di tanggung anda sendiriš karena review lolosnya entah di jam berapa, yang jelas otor bikinnya malam hariš¤£š¤£
__ADS_1