Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part65


__ADS_3

Alena memikirkan kata-kata ibu Diki, Minggu depan dirinya akan menikah?


Kenapa secepat ini?


Apa dirinya tidak berhak bicara?


Kenapa tidak ada yang memikirkan dirinya?


Alena mengelus kepala Alisa yang tertidur, hari sudah malam namun dirinya belum bisa memejamkan mata.


Diki yang ingin menemani Alena dirumah sakit, tapi Alena menolaknya dirinya yang memberi alasan jika Diki tidak perlu melakukan hal itu. Dan pria itu pun mengerti, mungkin karena masih kesal Alena tidak ingin melihat wajah pria itu.


Mirna tidak menemani Alisa malam ini, karena tadi sempat datang dan bilang jika suaminya kurang enak badan.


Jam menunjukan pukul sebelas malam, Alena melihat pintu kamar rawat Alisa berharap seseorang datang menemaninya.


Mendesah lelah, akhirnya Alena menyerah dan merebahkan dirinya di sofa yang lumayan lebar untuk tidur.


Tak berapa lama dirinya sudah terlelap karena merasa lelah.


Ceklek


Pintu ruangan di buka dari luar. Seseorang masuk menghampiri ranjang Alisa yang sudah terlelap.


Mengecup kening Alisa dan membenarkan selimut gadis kecil itu, dia berjalan mendekati Alena yang juga terlelap di sofa.

__ADS_1


Cup


Kecupan dikening membuat sudut bibirnya tertarik, Bimo mengelus pipi Alena. "Kamu pasti lelah."


Bimo yang memang baru datang pukul dua belas malam, karena menyelesaikan urusan nya lebih dahulu.


Merebahkan tubuhnya di samping Alena, karena sofa di ruangan itu cukup untuk dua orang beristirahat.


"Good night." Bimo mengecup pucuk kepala Alisa, membawa tubuh gadis itu dalam peluknya.


.


.


.


Diki yang menjemput Alisa pulang dari rumah sakit, karena pria itu ingin menebus rasa bersalahnya kepada Alena.


"Sayang kita makan dulu?" Tanya Diki mengajak Alena karena memang waktunya sudah siang.


Alena menoleh dan tersenyum. "Terserah Mas saja."


Diki membelokkan kerestoran favoritnya dan Alena tahu Diki suka makan seafood.


Sedangkan Alisa tidak bisa makan makanan seafood. Entah mengapa hal itu justru membuat Alena teringat Bimo, dan perbedaan keduanya sangat jelas jauh.

__ADS_1


Jika Bimo akan bertanya pada Alisa dan menuruti permintaan Alisa, bukan menuruti keinginannya sendiri. Mengingat Bimo Alena jadi memikirkan pria itu. Tadi pagi sekali Alena sudah tak melihat Bimo di ruangan Alisa, padahal tadi malam dirinya ingat jika Bimo jelas-jelas memeluk dirinya yang sedang tidur.


Sampai sekarang pun pria itu belum menghubunginya.


"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Diki pada Alena. sedangkan Alisa ditemani Mirna duduk dimeja berbeda, bersebelahan.


"Terserah Mas saja." Ucapnya tanpa mau memilih menu.


"Baiklah, kamu harus cobain makanan kesukaan aku." Ucap Diki memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Ibu kenapa makanan nya tidak ada yang bisa Alisa makan?" Tanya gadis kecil pada Mirna.


Mirna juga bingung ingin memesankan apa pada Alisa karena menu nya semua memakai bahan seafood karena Diki Memeng membawa mereka kerestoran khusus menyediakan seafood.


"Ibu juga bingung sayang, disini bahanya dari seafood semua." Ucap Mirna yang melihat Alisa kasian.


"Coba kalau kak Bimo yang ajak, pasti Alisa yang disuruh pilih mau makan apa?" Ucap gadis kecil itu yang teringat Bimo.


"Alis pesen minum saja ya." Ucap Mirna mengelus rambut Alisa.


"Tapi Alis lapar Bu." Ucap Alisa dengan wajah sendu.


"Alis minum dulu ya.." Ucap Mirna merayu Alisa yang cemberut.


Gadis kecil itupun menurut setelah diberi pengertian oleh Mirna.

__ADS_1


__ADS_2