Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part30


__ADS_3

Alena masih duduk bersampingan dengan Diki di teras rumah yang berjarak oleh meja kecil.


Setelah bicara dan memberi alasan pada Diki kini keduanya terlihat biasa saja, Alena bilang jika tadi adalah bosnya yang kebetulan juga baru pulang bekerja, lalu mengantarkan dirinya. Bukan hanya itu Alena juga bilang kalau bosnya juga sudah menikah dan memiliki anak, jadi mana mungkin jika dirinya ada apa-apa.


Entahlah, Alena hanya merasa takut jika Diki marah, kalau dirinya pergi dengan bosnya yang ternyata masih lajang dan hmm.


"Len bagaimana apa ada perubahan tentang keputusanmu?" Diki menatap Alena dari samping yang sedang menunduk. Tangan Diki terulur untuk mengambil tangan Alena. "Abang sangat mencintaimu, dan Abang janji akan bahagiain kamu." Diki mengelus tangan Alena.


Alena menatap wajah Diki yang penuh harap. "Lena.." Lena belum bisa menjawab, entah mengapa ada perasaan yang mengganjal di hatinya.


.


.


.


Bimo melempar tas di sofa, dirinya terlalu lelah.


Berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil minuman, bayangan Alena kembali berkelebat di benaknya.


"Si*al." Bimo mengumpat ketika lagi-lagi harus mengingat Alena.


.


.


.

__ADS_1


Esoknya beraktifitas seperti biasa, Bimo sudah duduk di balik meja kerjanya dengan laptop menyala, Hari ini pekerjaan nya cukup sibuk.


tok...tok..tok..


"Masuk."


Ternyata Daniel. "Maaf tuan, ada nyonya yang ingin bertemu." Ucap Daniel.


Bimo masih sibuk dengan berkasnya. "Hm.." Tanpa melihat Daniel.


Daniel pun keluar dan membawa Leina masuk keruangan bosnya.


"Siang sayang.." Leina datang dengan membawa seorang wanita.


Mendengar suara Mamanya Bimo mendongak. "Tumben Mama kesini." Tanpa meninggalkan pekerjaannya Bimo bertanya. Belum menyadari atau tidak perduli jika ada wanita cantik di samping Mamanya.


Bimo berdecak dan memutar kedua matanya malas. Berdiri demi mengurangi ocehan Mama nya Bimo mendekat dan memeluk sang Mama.


"Apa kabar Mah?"


"Mama baik sayang." Leina mengurai pelukannya dan melihat kebelakang. "Oya..sayang kenalin Siera, Cantik kan dia model." Leina semangat mengenalkan gadis yang sejak tadi diam memperhatikan keduanya.


"Kenalin sayang, ini putra satu-satunya Tante." Leina merangkul lengan Siera agar mendekat.


"Seira.." Siera mengulurkan tangannya, namun hanya di balas anggukan oleh Bimo.


Bimo yang cuek dan dingin membuat Siera tersenyum tipis.

__ADS_1


"Maaf ya sayang si Bimo emang susah jika sama cewek." Leina berbisik.


Siera hanya membalas senyum. 'Ternyata pria kulkas itu' Gumam Siera dalam hati, yang masih mengingat pernah bertemu Bimo di kota S.


Kini ketiganya duduk di sofa, Leina duduk dengan Siera dan Bimo duduk disofa single.


"Sayang kita makan siang di luar yuk, mumpung Siera tidak sibuk, iya kan sayang?" Tanya Leina pada Siera.


"Iya Tante." Jawab Siera dengan ekor mata melirik Bimo biasa-biasa saja, jika pria lain mungkin sudah dengan senang hati mengiyakan.


Tak lama pintu diketuk, Alena masuk dengan membawa minuman.


"Maaf minumannya nyonya." Ucapnya sopan dan menunduk.


Arah mata Bimo tak lepas dari Alena sejak gadis itu masuk. Seperti predator yang mengintai mangsanya.


"Bagaimana sayang mau ya, Siera sudah capek-capek Mama ajak kesini demi bisa makan siang bersama mu." Ucap Leina yang masih membujuk putranya.


Bimo tersenyum tipis. "Terserah Mama saja." Mulut nya berbicara namun mata nya masih mengunci menatap Alena, ingin melihat reaksi gadis itu, ketika dirinya menerima makan siang bersama seorang wanita.


.


.


Perasaan Bajaj Bemo nih kaya ABG labil dehh😂😂


__ADS_1


__ADS_2