
"Pah, kata aunty Alis, Minggu depan akan datang ke Indonesia." Ucap Sena yang duduk di samping papanya, sedangkan Aaron duduk didepan kedua orang yang sangat membuatnya kesal, apalagi mengingat ucapan Sena tadi, sungguh Aaron rasanya ingin menghukum Sena sekarang juga.
"Ya, dan mereka akan tinggal di Indonesia," Bimo meraih piring yang Sena berikan, sudah berisi makanan lengkap. "Jangan banyak-banyak sayang, papa tidak sanggup menghabiskannya." Protesnya kepada Sena.
"Tidak apa, yang penting papa makan." Sena tersenyum, kalau mengambil piring suaminya dan mengisi nasi dan lauk, "Cukup sayang, aku tidak mau gendut sendirian." Ucap Aaron yang melihat Sena juga mengambilkan nya banyak nasi.
"Kalian ini." Sena pun menuruti perkataan suaminya.
Makan malam mereka seperti biasa, terasa hangat dengan obrolan santai yang mereka timbulkan. Setiap pagi dan malam wajib mereka semua berada di meja makan yang sama.
Kabar kedatangan Alisa sudah didengar oleh keluarga, dan mereka akan menyambut kedatangan anggota keluarga yang sudah lama sekali tidak bertemu, semenjak Alisa menikah dan di boyong ke LN oleh suaminya. Mereka belum pernah bertemu.
.
__ADS_1
.
.
Di apartemen Ren sedang membuatkan Alexa nasi goreng seperti yang pernah dia buat untuk sang istri, entah apa maksudnya yang jelas Ren ingin mendapatkan jekpot malam ini.
Alexa yang sedang mandi membuat Ren leluasa menggunakan dapur, tanpa rasa kikuk dan setelah hampir tiga puluh menit Ren selesai membuat nasi goreng seperti yang pernah dia masak.
"Semoga bini gue suka, dan gue dapet jekpot malam ini." Ren terkikik sendiri ketika membawa sepiring nasi goreng yang dia buat dengan sepenuh hati. Tapi rasanya entah siapa yang tahu?
Ren membuka pintu kamar dan melihat Alexa sedang berdiri di depan lemari baju, wanita hamil muda itu nampak seksi dengan hanya menggunakan handuk yang menutup sebagian tubuhnya. Ren menelan ludah kasar melihat tubuh Istrinya, yang sekarang lebih berisi dan bertambah seksih.
"Sayang," Ren memanggil dengan suara serak menahan sesuatu yang tiba-tiba hadir.
__ADS_1
"Eh, Mas." Alexa yang terkejut langsung menutupi dadanya dengan menggunakan tangan.
"Kenapa ditutupi." Ucap Ren yang menaruh piring dan gelas di atas nakas samping tempat tidur.
"Emm, tidak apa, aku mau ganti baju." Alexa menggeleng namun kakinya sangat berat untuk melangkah karena Ren semakin mendekat.
"Ck, udah kaya gadis kepergok aja pake malu begitu." Ren mengusap kepalanya di bagian belakang, untuk mengurangi gelora yang bertambah besar, ketika Alexa membalikkan tubuhnya. Kedua benda padat itu nampak tertekan karena himpitan handuk yang Alexa lilitkan.
"Mas.." Alexa memejamkan matanya ketika tangan hangat Ren menyentuh lehernya. Rasa hangat berubah menjadi panas ketika bibirnya dilumaat dengan lembut.
"Kamu tahu, aku berusaha menahannya tapi melihatmu seperti ini rasanya pertahananku sia-sia." Ucap Ren mengusap bibir Alexa dengan ibu jarinya, kedua mata mereka bertemu. "Tapi aku takut menyakiti mereka." Tangannya meluncur ke bawah, mengelus perut Alexa yang berbalut kain handuk, tapi Ren menyingkapnya sehingga tangannya bersentuhan langsung dengan kulit perut Alexa.
Alexa yang baru saja selesai mandi merasakan sekujur tubuhnya meremang mendapat sentuhan hangat dari tangan besar suaminya.
__ADS_1
Ren sengaja menggoda sang istri dia tahu jika ibu hamil libidonya lebih tinggi dan menginginkan hal lebih dan Ren menggunakan kesempatan itu untuk memancing gairah sang Istri.
"Maass ahh."