
Pagi hari Ren sudah membuka matanya, melihat jam yang masih pukul enam pagi, tapi dirinya sudah tak melihat Alexa berada di sampingnya.
Karena takut Alexa melakukan hal yang tidak-tidak, Ren segera bangkit dan keluar kamar dengan perasaan khawatir.
"Alexa kamu dimana?" Ren melihat diruangan tv Alexa tidak ada dan Ren keruang tamu tamu Alexa juga tidak ada, hanya saja ada yang berbeda di ruangan itu, ruangan yang tadi malam masih berantakan kini sudah rapih kembali, tidak mungkin kan pegawai kebersihan datang sepagi ini, karena biasanya pegawai datang setelah diri nya berangkat ke kantor.
Ren menuju dapur kecil yang berada di apartemen itu, dirinya melihat istrinya yang hanya berdiri diam didepan kulkas yang pintunya terbuka.
"Sayang kamu sedang apa?" Tanya Ren yang mendekati Alexa, menatap diam kedalam lemari pendingin itu.
Arah mata Ren melihat isi didalamnya, tapi tidak ada apa-apa di dalamnya.
"Tidak ada bahan yang bisa di masak, karena aku belum membelinya, nanti aku suruh bibi untuk membeli kebutuhan dapur." Ucap Ren yang mengerti maksud Alexa, mungkin saja istrinya itu ingin membuat masakan, tapi karena tidak ada apa-apa Alexa hanya diam.
__ADS_1
"Jangan terlalu capek, nanti aku pesan online untuk kita sarapan." Ucap Ren yang menutup pintu lemari pendingin dan mengandeng tangan Alexa untuk duduk di meja makan.
"Duduklah, aku akan pesan makanannya." Ren pergi untuk mengambil ponselnya.
Ketika sampai di kamar dan meraih ponselnya, Ren melihat punggung tangannya yang terdapat plester.
Sudut bibirnya tersenyum menyentuh punggung tangannya yang tertempel plester. Jika bukan dirinya yang melakukannya, pasti Alena yang melakukannya, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya, Ren merasa bahagia mendapatkan perhatian kecil dari Alexa, itu berarti ada sedikit kemajuan untuk hubungan mereka.
"Aku ke kantor dulu ya, nanti siang aku usahakan untuk pulang, jika ada apa-apa segera hubungi aku, ingat jangan pergi kemana-mana jika sendirian." Pesan Ren sudah seperti seorang ayah pada putrinya.
"Kirimkan pesan jika kamu menginginkan sesuatu, aku akan membelikannya untukmu." Ren mengecup kening dan pipi Alexa, sebenarnya dirinya ingin sekali merasakan bibir ranum milik istrinya lagi, tapi Ren sadar jika itu tidak mungkin mengingat keadaan Alexa yang sekarang. Ren lebih memilih mencari aman dan menahan dirinya untuk tidak melakukan kesalahan lagi.
Alexa yang melihat tatapan Ren tertuju pada bibirnya hanya diam saja.
__ADS_1
"Baiklah, aku pergi dulu jaga diri baik-baik." Ren mengusap kepala Alexa lembut, sebenarnya dirinya tidak rela meninggalkan Alexa sendiri, tapi dirinya juga mempunyai tanggung jawab yang juga sama besarnya, menjadi pemimpin Bagaskara Grub.
Setelah kepergian Ren, Alexa beranjak berdiri membersihkan sisa-sisa bekas makanan mereka, tidak dipungkiri jika dirinya merasakan perlakuan Ren yang tulus untuk merawatnya. Tapi itu tidak berlaku untuk hatinya yang masih tertutup.
Biarlah semua berjalan dengan siringnya waktu, dan biarlah Ren mendapatkan apa yang sudah dia perbuat, pasti Alexa akan luluh dan bisa melihat ketulusan dan kebaikan Ren untuk wanita yang dicintainya.
Ren sampai di lobby hotel dirinya nampak lebih dingin dari biasannya, tidak di pungkiri jika karyawan yang biasa melihat Ren sedikit ramah, kini atasannya itu semakin tak tersentuh.
Bukan hanya mereka asisten dan sekertaris nya pun merasakan hal yang sama, dan itu membuat mereka cukup merasa bingung.
Brak
"Sayang kamu sudah datang."
__ADS_1