
Hari ini kediaman rumah Bimo Bagaskara nampak sibuk dengan acara yang akan di adakan di rumah besar itu. Besar karena sekarang rumah itu sudah ramai penghuni, tidak seperti dulu yang hanya bertiga.
Acara akekah untuk ke empat cucunya diadakan secara bersamaan, tamu undangan yang hadir hanya dari panti asuhan dan beberapa kolega bisnis saja yang mereka undang. Karena mereka mengutamakan mengundang anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Bukan hanya itu, untuk mensyukuri apa yang mereka dapatkan Bimo berserta kelaurga mendirikan yayasan peduli sesama, mereka akan mengelola yayasan itu untuk menyalurkan bantuan yang begitu penting bagi penerima bagi yang kurang mampu, dan setiap bulan mereka akan mengeluarkan sebagian rezeki mereka untuk membantu.
Para pria juga sibuk dengan membantu dan para wanita masih sibuk berdandan, untuk tampil cantik dan anggun, karena acara yang Bimo gelar akan di liput wartawan, karena ini acara besar untuk kedua keluarga yang memiliki nama.
Kelaurga Lewis memiliki nama sampai manca negara, begitupun juga Bagaskara, mereka yang diundang untuk meliput acara merasa tersanjung dan sebuah kehormatan bagi mereka. Tidak sembarang orang untuk bisa datang ke acara ini, karena tamu yang datang harus memiliki kartu undangan.
"Pah, sebaiknya papa bersiap dulu sebelum para tamu datang." Ucap Ren yang sejak tadi juga ikut membantu.
Bimo melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, satu jam lagi tamu undangan akan datang.
"Baiklah, kalian juga bersiap karena semua sudah siap dan tertata sempurna." Ucap Bimo pada Ren dan Aaron.
"Iya pah."Keduanya menjawab dengan bersamaan.
Dan mereka pergi ke kamar masing-masing, untuk bersiap dan melihat bidadari mereka.
Ren masuk kedalam kamar dan melihat Alexa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, hanya saja Alexa sudah berpakaian rapi dengan gamis berwana peach yang melekat ditubuhnya.
"Kamu kenapa liatin aku kayak gitu mas." Tanya Alexa yang melihat Ren berdiri menatap dirinya lekat.
Ren terseyum. "Kamu cantik sayang," Ren mendekati Alexa dan merangkul pinggang yang sedikit berisi.
"Em, gombal." Alexa memukul dada Ren pelan, dengan mengulum senyum.
"Tidak, Mama B memang cantik." Puji Ren lagi.
Alexa menatap wajah suaminya. "Jadi aku lebih cantik memakai hijab ini." Tanya Alexa dengan senyum manis.
"Ya, kamu lebih cantik dengan penampilan seperti ini, karena yang kamu miliki adalah milikku, dan aku tidak suka milikku dilirik orang lain."
Bibir Alexa mencebik. Tapi setelahnya dia tersenyum. "Baiklah, setelah ini aku akan menjaganya hanya untukmu."
Ren terseyum dan mendaratkan bibirnya dia atas bibir tipis Alexa.
.
__ADS_1
.
"Ar, apa aku cocok dengan penampilan seperti ini." Sena membalikkan tubuhnya, ketika melihat Aaron yang baru saja masuk kedalam kamarnya, Sena bisa melihat dari kaca besar didepanya.
Aaron mendekati Sena dan mengecup pipinya.
"Arr, aku minta pendapat bukan minta dicium." Sena memukul dada Aaron pelan dengan wajah ditekuk.
"Wanitaku selalu cantik memakai apapun." Puji Aaron sambil memeluk Sena dari belakang.
"Jadi kamu tidak keberatan jika aku pakai ini."
Sena menujuk pakaian yang dia pakai, warna yang sama seperti milik Alexa, hanya saja mereka membedakan di bentuk desaine.
"Tidak, karena aku tidak suka milikku menjadi pusat perhatian." Ucap Aaron memeluk Sena erat.
"Huum, dasar posesif." Ledek Sena keduanya tertawa.
Aaron memang lebih selektif untuk penampilan Sena, pria itu tidak ingin istrinya menjadi lirikan pria lain. Apalagi tubuh Sena yang sekarang semakin aduhai setelah melahirkannya dan Aaron mulai was-was jika Sena banyak yang melirik.
Bimo sudah turun dari tangga, pria matang dengan usianya yang hampir kepala lima itu sudah rapi dengan penampilannya, kali ini memang acara keluarga jadi mereka menggunakan pakaian dengan warna yang sama.
Tuan Arthur, Arin dan kakek Lewis juga menyambut tamu yang hadir keluarga semua berkumpul untuk mendoakan sang cucu dan cicit.
"Pak anda benar-benar hebat." Ucap salah satu rekan bisnis Bimo yang sudah lama dan mengenal bagaimana Bimo sedari muda hingga menjadi Kakek seperti sekarang.
Bimo tersenyum. "Semua berjalan begitu saja, saya tinggal menjalaninya." Jawabnya santai.
Pria itu mengaguk setuju.
Acara akan segera di mulai, sekarang masih diisi doa setelah memberi siraman rohani dari bintang tamu yang diundang, kini acara doa yang mulai dipanjatkan, semua nampak khusuk.
Keluarga mereka nampak berkumpul dengan berjejer menempati tempat yang sudah disediakan. Bahkan baby B nampak anteng di ayunan yang disediakan, sedangkan baby A duduk di pangkuan kedua orangtuanya, balita laki-laki itu juga nampak menikmati apa yang di denger, bahkan nama mereka disebut kedua balita itu tersenyum.
Awak media mengabadikan momen itu, dan mereka benar-benar takjub melihat ke empat cucu konglomerat yang diperkenalkan ke publik. Meskipun wajah mereka harus di samarkan saat akan di publik, tapi mereka yang melihat langsung merasa kagum.
Arron dan Ren sudah menekankan jika saat mengekpose putra-putri mereka, maka wajah anak-anak mereka wajib di samarkan, jika ada yang melanggar maka mereka tidak akan bisa selamat.
"Pah Terima kasih sudah membimbing kami hingga menjadi seperti ini, terima kasih sudah merawat kami dengan penuh kasih sayang papa." Sena menatap pria yang dia cintai dari pertama bisa melihat, pria yang berpengaruh begitu besar dalam hidupnya.
__ADS_1
Ren tidak bisa berkata, kedua anak Bimo dan Alena bersimpuh didepan orang yang begitu mereka cintai di dunia ini.
"Tugas Papa sudah selesai untuk menjaga kalian, dan merawat kalian. Kalian kebanggaan Papa." Kedua tangan Bimo mengelus kepala Sena dan Ren bersamaan, "Dan sekarang tugas papa menemani cucu-cucu papa. permintaan terakhir Mama Kalian yang belum papa turuti."Bimo tersenyum, Tapi tidak bagi orang-orang yang mendengarnya, mereka terharu sampai meneteskan air mata.
"Terima kasih Pah, sudah menemani kami. Papa akan melihat bagaimana cucu Papa akan tumbuh dewasa dan juga menemukan kebahagiaan mereka masing-masing."
Bimo mengaguk, dia juga ingin melihat ke-empat cuuc nya bahagia dan menemukan pasangan mereka masing-masing seperti kedua anaknya.
Bimo memeluk kedua buah hatinya yang sudah menjadi orang tua, waktu begitu cepat hingga tidak terasa jika dirinya sudah dua puluh lima tahun ditinggal sang istri.
Kehidupan didunia memang tidak ada yang abadi, semua mahluk ciptaannya akan kembali pada yang berkuasa dan maha pencipta, tidak ada kehidupan yang kekal, karena sejatinya Manusia hanyalah penikmat dunia sementara, dan di akhirat kita akan bertemu di kehidupan yang abadi.
Cinta seorang pria yang begitu abadi, dan berharap semoga kelak disatukan dengan Tuhan di alam yang abadi, Bimo merasakan kebahagian yang tiada tara, hanya saja hatinya selalu merindukan sang Istri, ingin berbagi kebahagiaan bersama.
Cinta tulus ku akan membawaku kembali padamu..
Aku akan selalu menunggu saat itu tiba, Dimana kita akan dipersatukan kembali dikehidupan kedua.
Alena aku akan selalu mencintaimu, sampai kita bisa kembali hidup bersama.
TAMAT
❤️❤️❤️❤️
Terima kasih pembaca setia author yang selalu menunggu cerita ini, author hanya bisa mengucapkan banyak-banyak terima kasih, jika banyak kata-kata yang kurang baik dan hanya bisa meminta maaf karena author hanya manusia biasa yang banyak melakukan kesalahan..
Ambil baiknya, dan buang buruknya, Alhamdulillah author selesaikan karya si Duda Bimo🤭
Terima kasih atas dukungan dan semangat kalian, tanpa Kalian author bukanlah apa-apa 😘😘
Jangan lupa mampir ke karya author yang masih ONGOING..
"MY HUSBAND OM-OM."
"DINIKAHKAN DENGAN PRIA LUMPUH."
See You dikarya author lainnya..
Bye...Bye...🥰🥰🥰😘😘😘❤️❤️❤️
__ADS_1