Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

Birendra memasuki restoran hotel bintang lima, di mana hotel itu adalah miliknya kelurga nya sendiri.


Hari ini dirinya yang ditugaskan untuk menemui klien dari luar kota untuk menjalin kerja sama.


Birendra atau yang kran di panggil Ren, datang sendiri tanpa di temani sang papa yaitu Bimo, karena mereka membagi tugas bertemu dengan klien penting.


"Tuan Birendra?" Seorang pria yang usianya tidak jauh dari nya menyapa dan mengulurkan tangannya, ketika Birendra sudah sampai di tempat private room yang sudah di reservasi.


"Tuan Jims." Ren menyapa dan menerima uluran tangan klien nya itu dengan ramah.


"Senang bertemu dengan anda." Pria yang di sapa Jims itu.


"Saya juga senang bertemu dengan anda Tuan." Ren duduk di kursi depan Jims setelah dipersilahkan duduk.


"Santai saja tuan, lebih baik kita pesan makanan dulu." Jims memanggil pelayan untuk menyiapkan hidangan utama dan paling mahal di restoran hotel bintang lima itu.


"Sepertinya usia kita tidak jauh berbeda, lebih baik kita panggil nama saja biar akrab." Jims berucap dengan diselingi tertawa, karena memang usia mereka tidak beda jauh.


"Baiklah, panggil saja aku Ren, agar lebih akrab."

__ADS_1


"Ya, ide yang bagus."


Ucapan keduanya terjeda ketika makanan yang mereka pesan datang.


"Silahkan tuan-tuan." Wanita yang sejak tadi menunduk dan menahan rasa kesalnya pada seorang pria salah satu dari mereka menjadi kesal sendiri, hingga tanpa sengaja wanita itu menyenggol gelas yang berada di atas meja, karena tidak hati-hati.


Prang


Suara benda jatuh membuat wanita itu membulatkan matanya.


"Ya tuhan maaf tuan." Wanita itu panik dan takut ketika tanpa sengaja malah membuat onar.


"It's ok, lain kali hati-hati." Ren mengibaskan kemeja yang dia pakai, ketika basah terkena air.


"M-maaf tuan saya tidak sengaja sungguh." Wanita itu tetap menunduk dan menangkupkan kedua tangannya, meminta maaf.


"Pergilah." Ren menatap wanita itu penuh arti.


Wanita itu menunduk hormat, dan segera pergi. Karena takut mendapat amukan.

__ADS_1


"Ren jas anda basah." Ucap Jims, yang merasa tidak enak.


"Tidak apa Jims." Ren tersenyum sekilas untuk menyakinkan jika dirinya baik-baik saja, dan melepas jas yang basah tadi lalu menaruhnya di punggung kursi.


"Yasudah, kita makan dulu."


Jims mengajak Ren menyantap hidangan yang ada dan setelah itu baru membahas bisnis kerja sama mereka.


.


.


"Duh, apes banget sih gue." Seorang gadis merutuki kebodohan di dalam toilet, dimana dirinya malah membuat kesalahan ketika bekerja. Jika tamu VIP tadi mengadu ke atasnya, pasti dirinya akan kembali kehilangan pekerjaan seperti dulu.


"Eh lu kenapa?" Tanya wanita yang juga karyawan restoran itu.


"Tidak apa, hanya merasa lelah." Wanita yang sejak tadi sedang cemas mencoba menutupi kegelisahannya.


Dirinya mengingat di saat tidak bisa mendapat kan kerja sama dengan Bagaskara Grub waktu itu, dimana dirinya terlambat datang kerena mobilnya tiba-tiba mogok, dan karena kasus itu dia pecat karena gagal mendapat tanda tangan klien yang sangat penting itu.

__ADS_1


Padahal jika di pikir, kesalahannya tidak terlalu fatal hanya saja memang bosnya suka melakukan pemecatan sepihak jika keryawan nya tidak bisa melaksanakan apa ayang seharusnya mereka dapatkan.


'Ya tuhan, semoga tidak akan pernah lagi bertemu dengan pria itu.' Gumamnya dalam hati, agar tidak kembali bertemu dengan Ren.


__ADS_2