
"Ikutlah denganku." Ucap Alexa yang menarik tangan Diaz untuk mengikutinya.
"Ada apa Exa?" Diaz yang ditarik menjadi bingung. "Aku tadi hanya bercanda, kenapa kamu bawa aku kesini?" Ucap Diaz lagi yang melihat Alexa membawanya ke raungan CEO.
Padahal Diaz tadi hanya bercanda mengatakannya, dan dia tidak bermaksud menuduh Alexa yang bukan-bukan.
"Bukan, ada hal yang lebih penting untuk kakak tahu." Alexa menatap Diaz sekilas, dan langsung membuka pintu ruangan CEO.
"Sayang kamu_" Ucapan Ren memelan di akhir ketika melihat istrinya menggandeng tangan pria yang baru saja keluar dari ruangannya.
Diaz tadi mengantarkan berkas yang Ren minta, dan bertepatan dengan Alexa di pintu lift.
"Maaf, aku membawa kak Diaz kemari." Alexa berdiri di samping suaminya. "Aku rasa, aku harus kasih tau kak Diaz supaya tidak terjadi kesalah pahaman." Alexa merangkul lengan sang suami dan menatap Diaz yang menatapnya tak percaya.
"Alexa kalian_" Diaz menujuk mereka berdua, mengisaratkan kedekatan mereka.
"Kak, maaf jika aku menyakiti perasaan kak Diaz." Ucap Alexa dengan wajah sendu. Ren yang melihat pun langsung melingkarkan tangannya posesif di pinggang sang istri.
"Aku dan pak Ren sudah menikah dua Minggu yang lalu."
Deg
__ADS_1
Jantung Diaz terasa terhenti mendengar kejujuran yang Alexa katakan.
"Kami menikah karena suatu alasan, dan kamu sudah menerima pernikahan ini." Alexa yang melihat wajah kecewa Diaz merasa bersalah.
"Semoga kak Diaz menemukan wanita yang lebih baik dan bisa memberikan cinta tulus seperti kak Diaz, maaf jika Alexa sudah menyakiti perasaan kak Diaz." Alexa menunduk. Dirinya begitu jahat memperlakukannya Diaz seperti ini, meskipun hubungan mereka sudah tidak seperti di awal, tapi disini Alexa lah yang memutuskan sepihak.
Diaz tertawa sumbang, hatinya begitu sakit mendengar pernyataan yang Alexa ucapkan, sedangkan dirinya berharap lebih untuk hubungan mereka, dan pada akhirnya harapannya pupus sebelum berkembang.
.
.
.
Alexa menoleh dan tersenyum sekilas. "Tidak apa-apa, kamu mau makan malam apa hari ini." Tanya Alexa untuk mengalihkan pertanyaan sang suami.
Dirinya masih terbayang wajah kecewa Diaz yang begitu membuatnya semakin bersalah. Hubungan mereka yang baru sehari harus rusak karena terjadinya insiden, dan Alexa tidak mungkin mempertahankan pria lain jika dirinya sudah dinikahi oleh pria yang sudah mengecewakannya.
"Apapun yang kamu masak akan aku makan." Jawab Ren dengan senyum tipis. Meskipun dia tahu jika istrinya memikirkan pria masa lalunya, tapi Ren tidak ingin membuat Alexa tidak nyaman jika dirinya membahas masalah itu, dan Ren cukup percaya dengan sang Istri karena dirinya ingin membuat Alexa nyaman dan melupakan trauma yang masih Alexa punya.
"Hm, Baiklah kita mampir ke supermarket dulu sepertinya tidak ada bahan di apartemen setelah terakhir aku pergi."
__ADS_1
Alexa mengingat terakhir dia masak dan Ren tidak pulang, dan itu adalah terakhir bahan yang ada di sana.
"Oke, apapun untuk istri ku." Ren mengusap kecil pipi Alexa, membuat Alexa tersenyum.
'Terimakasih sudah mengerti perasaanku.' Ucap Alexa dalam hati, karena suaminya tidak menanyakan apa yang menganggu pikiranya, meskipun Ren tahu sesuatu.
Mereka masuk ke supermarket yang tidak jauh dari apartemen, dan disana juga menjual banyak kebutuhan dapur lengkap.
"Sayang aku ingin makan nasi goreng saja." Ucap Ren yang memang menyukai nasi goreng seperti papanya. "Aku merindukan masakan kak Sena, hanya dia yang bisa membuat aku dan papa puas dengan sepiring nasi goreng." Ucap Ren dengan senyum lebarnya.
Alexa pun menuruti permintaan sang suami, dirinya akan membuatkan nasi goreng untum makan malam mereka.
"Alexa..!!" Panggil seseorang membuat Alexa menoleh.
.
.
Setor yukk setor..!!
Like..komen kalian jangan lupa..🥰🥰🥰🌹🌹🌹
__ADS_1