Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Pagi yang indah


__ADS_3

"Ren ahh.." Alexa mendesahh keras ketika miliknya kembali berkedut.


Ren menatap wajah Alexa yang sudah lelah, apalagi Alexa sudah mencapai puncaknya untuk kedua kali dan dirinya masih bertahan.


Ren begitu puas melihat Alexa selalu menjerit dan menyebut nama nya ketika sedang bercinta, dan Ren selalu bersemangat ketika menghujami milik istrinya.


"Ren akuh..ah." Alexa mengerang kecil ketika Ren semakin menggerakkan miliknya kuat, Alexa sudah tak tahan.


"Em, sebentar lagi sayang." Ren semakin mempercepat gerakan nya ketika dirasa milikinya sudah ingin meluncurkan lahar panasnya.


"Aarrgghh Alexa.." Ren mendongak dengan mata terpejam, tumbuhnya mengejan diiringi erangan rendah dari bibirnya.


Terkulai lemas di atas tubuh Alexa, napas keduanya memburu. "Terima kasih sayang." Ren menggulirkan tubuhnya ke samping merengkuh tubuh istrinya yang sama basahnya oleh keringat.


Ren meraih selimut yang berada di kakinya. Dan menariknya hingga menutupi tubuh polos keduanya.


Ren memeluk tubuh Alexa ledakan dekapannya, mencium pucuk kepala Alexa dengan penuh perasaan.


"Sayang bagaimana jika dia hadir kembali disini." Ucap Ren dengan mengelus perut rata Alexa. Dirinya berharap malaikat kecil kembali hadir dalam rahim istrinya.


"Hm, tidak apa rezeki tidak boleh di tolak, dan Tuhan kembali mempercayai kita untuk memilikinya." Ucap Alexa bersandar di dada bidang suaminya yang polos.

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Dan aku menunggu waktu itu kapan akan datang." Ren merapatkan peluknya pada sang Istri, dan Alexa memeluk tubuh kekar suaminya.


Setelah menikah tentu saja sebagai sepasang suami istri yang mereka harapkan adalah kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga kecil mereka. Tanpa adanya malaikat kecil itu maka kehidupan mereka belum di katakan lengkap, dan pasti semua orang banyak yang menginginkan kehadiran malaikat kecil yang Tuhan anugerah kan pada hambanya.


.


.


Pagi hari Alexa lebih dulu bangun dan menyiapkan sarapan untuk mereka, Alexa membuatkan roti sandwich untuk sarapan pagi dan satu gelas cofelatte untuk suaminya, segelas susu cokelat untuk dirinya.


Setelah menyiapkan sarapan, Alexa berniat ke kamarnya untuk membantu suaminya bersiap.


"Kenapa belum memakai baju?" Tanya Alexa yang melihat Ren berdiri didepan cermin dengan masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Em, tidak apa, aku hanya melihat ini." Ren menunjukkan adanya yang terdapat bercak warna merah yang sudah kehitaman pada Alexa.


Alexa yang melihatnya mendelik dengan wajah malu. "Aku baru tau kalau istriku ternyata ganas juga." Ren mengulum senyum melihat wajah malu Alexa.


"Ish.. itu tidak sengaja dan aku tidak sadar." Kilah Alexa sambil menunjuk bekas tanda kepemilikan darinya.


Ren menarik jari telunjuk Alexa untuk dikecupnya."Sangking enaknya sampai kamu tidak sadar melakukannya hm." Ren sengaja menggoda sang istri, wajah Alexa merona malau bercampur kesal dengan godaan suaminya.

__ADS_1


"Mass ihh, jangan bahas itu lagi." Alexa memberenggut dengan wajah sebal.


"Aku suka kalau kamu seperti ini." Ren mencubit kedua pipi Alexa. "Bikin aku gemas ingin memakan mu." Ucapnya sambil mengigit kecil telinga Alexa.


"Massss ." Alexa memekik ketika telinganya di gigit membuatnya meremang, pagi memang rawan bencana jika keduanya malah bercengkrama romantis, dan itu bisa membuat Ren lupa waktu seperti tempo lalu.


"Mas mesum." Alexa mendorong tubuh suaminya agar melepaskan rangkulan di tubuhnya, bukanya mundur Ren malah mengeratkan pelukannya.


"Morning kiss."


Ren menyambut bibir Alexa lembut penuh perasaan, rasa manis yang sama ketika pertama kali dirinya menyentuh bibir ranum yang membuatnya candu.


.


.


Judul nya kau ganti ya sayaonkk🙈


Terus terang Aing bingung pilih judul yang pas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2