Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Ketahuan


__ADS_3

"Ren..!!"


Bimo tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh putranya di dalam lift, dan lebih parahnya lagi bukan hanya Bimo yang melihat tapi juga klien penting yang Bimo antar sampai di depan pintu lift.


Dan ternayata ketika pintu lift terbuka mereka disuguhkan dengan adegan live yang begitu memalukan.


Kedua orang yang masih asik lebih tepatnya Ren yang lebih mendominasi terkejut, mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.


"Papa..!!" Ren langsung mendorong tubuh Alexa agar menjauh.


"Pah, ini tidak_"


"Ikut keruangan sekarang..!!" Bimo menatap tajam kedua orang yang hanya diam, sedangkan Alexa menunduk dengan perasaan marah dan dongkol.


Ren hanya pasrah, meskipun rasa malu lebih mendominasi tapi dirinya juga merasa kesal karena kegiatan yang baru dia rasakan harus berhenti, padahal Alexa mulai terbuai dengan paksaanya.


'Ternayata seperti itu rasanya berciuman.' Batin Ren dengan tertawa dalam hati.


Daniel yang melihat aksi berani Ren hanya geleng-geleng, pada akhirnya dirinya lah lah mengurus klien tadi dengan rasa malu melihat kelakuan pewaris Bagaskara Grub.


Bimo menatap kedua orang yang berdiri didepannya, seperti seorang guru yang menghukum muridnya.


"Pah, apa aku tidak bisa duduk." Ucap Ren dengan wajah kesal. Dirinya melirik Alexa yang hanya diam menunduk.


"Papa tidak menyangka jika kamu melakukan hal seperti itu, apa kamu tahu kamu mengingatkan pada waktu masih muda dulu." Bimo menatap Ren dengan perasaan lucu, dirinya seperti melihat kembali kilasan kehidupan di masa muda dulu.


"Eh.." Alexa yang menunduk menjadi mendongak menatap bos besar nya.


Ren pun ikut menatap papanya dengan bingung, tadi saja raut wajah Bimo seperti singa yang ingin menerkam, dan sekarang malah seperti kucing yang malu.


"Tapi pak kami_"


"Saya tahu kalian tidak memiliki hubungan apa-apa, tapi karena sikap mesum putra saya, maka saya akan tanggung jawab."


"Hah.. papa gila..!!" Ucap Ren spontan dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Yang sopan kamu..!!" Bimo mendelik menatap Ren.


"Yang benar saja, papa ingin bertanggung jawab dengan wanita seperti dia." Ren menatap Alexa dari samping.


Ren masih ingat jika wanita seperti Alexa bukanlah tipe wanita yang seperti papanya bilang, buktinya dia melihat tadi jika Alexa bisa bicara dan tertawa dengan pria lain dan tidak bersikap ketus dan jual mahal jika bersama dirinya.


Alexa yang di tatap remeh oleh Ren merasa tidak suka dan direndahkan.


"Maksud anda apa bicara seperti itu." Alexa menatap Ren sengit.


Dirinya tidak tahu punya dendam apa pria didepanya itu pada dirinya, seharusnya dirinyalah yang harus marah dengan apa yang sudah Ren lakukan selama ini.


"Wanita sok jual mahal tapi ternyata_" Ren tidak melanjutkan ucapannya, namun menatap Alexa dari atas sampai bawah dengan penuh arti.


Alexa yang di tatap seperti itu menjadi geram, dirinya merasa di lecehkan.


Maju satu langkah Alexa menatap balik Ren remeh. "Ternyata anda juga menikmati bibir wanita murahan ini." Ucap Alexa dengan gaya elegan, dimana membuat Ren malah memebelalakan matanya.


"Jika saya murahan, lalu anda di sebut apa? pria gampangan?" Ucap Alexa dengan penuh penekanan, matanya tak lepas menatap mata Ren.


Ren mendengus dengan senyum culas, dirinya merapatkan jarak antara dirinya dan Alexa.


Menatap wajah Alexa dengan jarak yang begitu dekat membuat hati Ren berdesir halus. "Wanita murahan memang cocok untuk pria gampangan." Tangan Ren menangkup pinggang Alexa dan menariknya, hingga tubuh Alexa menempel pada tubuh Ren.


"Kenapa kamu gugup?" Ren menatap intens kedua bola mata Alexa yang begitu membuatnya hanyut. Bibir Alexa yang ranum membuat otak Ren kembali berfantasi.


Cup


Tanpa peduli sedang dimana dan ada siapa Ren kembali merasai bibir ranum yang sudah dua kali dirinya rasa, dan Ren begitu ketagihan ketika melihat bibir Alexa yang menggoda.


Bukanya tidak pernah merasakan ciuman di bibir, Ren juga pernah melakukan nya dengan sang kekasih, namun rasanya begitu berbeda membuat jantung Ren kian berdebar, hatinya merasa senang.


Bimo dan Daniel menepuk kening bersama, kedua orang didepanya itu tidak punya etika dan sopan santun, bagaimana mana mungkin jika tadi anjing dan kucing saling berseteru kini malah bermesraan tanpa malu.


"Yasalam, kalau begini bakalan punya cucu dengan cepat." Gumam Bimo dengan wajah kesal bercampur malu, melihat kelakuan putranya yang ternyata memiliki napsu liar juga, jika bertemu dengan lawannya.

__ADS_1


"Niel, siapkan semuanya." Ucap Bimo tegas, dan keras membuat kedua orang yang tidak tahu malu tadi langsung tersadar dan saling menjauh.


"Kenapa berhenti, lanjutkan." Ucap Bimo tanpa melihat kedua orang yang merasa malu dan sepertinya ingin menghilang sekarang juga dari hadapan sang papa.


"Pah tadi_"


"Kalian bersiaplah, satu jam lagi penghulu akan datang."


Jeder


Kedua orang yang tadi merasa malu kini kompak membulatkan matanya lebar.


"Maksud papa apa?"


"Pak, saya tidak belum mau menikah." Ucap Alexa yang mengerti ucapan Bimo, tidak seperti Ren yang masih lola.


"Tidak mau menikah tapi mau berbuat mesum di depan saya, tidak ada penolakan dan bantahan kalian akan menikah hari ini." Ucap Bimo tegas tidak bisa di ganggu gugat.


"Pah, itu tidak akan terjadi, jika pun aku menikah pasti dengan wanita yang aku cintai. Lagi pula aku juga memiliki kekasih." Ren menatap sinis Alexa. "Dan jika pun aku menikah, aku tidak sudi menikah dengan wanita seperti dia." Ren menunjuk Alexa dnegan tatapan tajam.


Hati Alexa mencolos ketika mendegar ucapan Ren, lalu apa yang baru saja pria itu lakukan padanya jika Ren sendiri tidak sudi menikahi dirinya, dan apakah pria seperti Ren memang suka mempermainkan wanita yang suka icip-icip dan lepas tanggung jawab.


Jika seperti itu lebih baik dirinya tidak sudi bertemu dengan pria seperti Ren.


"Maaf pak, saya rasa anda tidak perlu melakukan hal itu, karena saya tidak menerima keputusan bapak. Jadi putra anda tidak perlu menerima keputusan anda dan saya juga tidak sudi memiliki suami seperti dia."Alexa menatap Ren dan menunduk hormat pada Bimo untuk pamit pergi.


"Eh.. dasar wanita tidak tahu diri." Umpat Ren dengan kesal, berani sekali wanita itu merendahkan dirinya.


"Lagi pula siapa juga yang mau sama wanita murahan seperti dia." Gumam Ren dengan kesal, dirinya ingin emosi tapi hatinya berkata lain, ada perasaan tidak rela.


Bimo hanya menatap putranya dengan mengulum senyum, melihat wajah Ren saja Bimo bisa menyimpulkan. Rasa tidak rela namun tertutup dengan perkataan pedasnya.


"Lihatlah dia sangat jauh berbeda dengan ku." Ucap Bimo dengan menatap foto Alena yang berada di depannya.


"Ternyata Tuhan sudah kirimkan jodoh untuk putra kita."

__ADS_1


__ADS_2