Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

Keesokannya....


Pagi ini mereka sarapan dengan formasi lengkap, dimana kedua anaknya kembali berkumpul di meja makan bersama.


Bimo menatap wajah putrinya yang terlihat pucat.


"Kamu sakit Sen?" Tanya Bimo dengan tangan menyentuh kening sang putri.


"Em..hanya demam Pah, mungkin kerena kehujanan." Ucap Sena yang memang tadi malam dirinya kehutanan dan membuat tubuhnya menggigil kedinginan.


"Lagian kakak kayak bocah, malem-malem maen hujan-hujanan." Timpal Ren dengan wajah meledek.


Padahal dirinya juga mengintip adegan dimana kakaknya itu hujan-hujanan dengan pria.


"Papa antar kamu berobat." Ucap Bimo yang menyudahi acara sarapannya.


"Tidak usah Pah, lagian papakan ada metting penting hari ini. Nanti biar aku pergi sendiri."


"Tapi kan kamu sed_"


"Tidak apa Pah, Sena hanya demam..bukan sakit parah."


Bimo hanya menghela napas. "Yasudah, kalau ada apa-apa hubungi papa."


Sena hanya mengangguk dan tersenyum. "Papa berangkat." Mencium kepala Sena Bimo berjalan keluar rumah diikuti Birendra.


Setelah melihat papanya pergi, Sena meninggalkan meja makan. Dia kembali ke kamar dan ingin istirahat, kepalanya terasa pusing dan suhu tubuhnya sangat panas.


Sena membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan mata.


Drt...Drt..Drt..

__ADS_1


Ponselnya berdering hingga membuatnya merasa terganggu.


Tangannya meraba ponselnya yang terus berdering.


"Halo..."


"Bii, kamu sakit?" Tanya seseorang di seberang sana.


"Hanya demam." Ucap Sena dengan suara lemah, dirinya tidak tahu siapa yang menelpon tapi dari suaranya dia kenal siapa.


"Sudah berobat?" Tanya Aldrick lagi.


"Emm.." Sena hanya bergumam, kepalanya terasa berat dan sangat pusing membuat tak bisa membuka mata.


"Bii, hallo..Bii..!!" Aldrick memanggil tapi tak mendapat sahutan.


Aldrick tak sengaja bertemu dengan Bimo di kantor, dan menanyakan kabar Sena. Dan Bimo bilang jika Sena berada di rumah sedang tidak enak badan.


.


.


.


"Angkat dong Sen." Aaron yang berada di apartemen miliknya mengusap rambutnya kasar. Dirinya hanya ingin mengetahui kabar Sena, apakah gadis itu baik-baik saja setelah tadi malam hujan-hujanan bersamanya. Aaron hanya khawatir jika Sena akan sakit.


Aaron pun memutuskan untuk pergi ke rumah Sena.


Aldrick yang merasa cemas dan khawatir, melajukan mobilnya menuju kediaman Bimo, dimana firasatnya jika Sena sedang tidak baik-baik saja, mendengar suara Sena yang lemah membuat Aldrick khawatir.


Tak lama Aldrick sampai di rumah Bimo, di mana mang Diman langsung membukakan pintu.

__ADS_1


"Den, tumben pagi-pagi kesini?" Tanya mang Diman yang melihat Aldrick keluar dari mobil.


"Iya mang, mau jenguk Biana." Ucapnya segera berlari untuk memasuki rumah berlantai dua itu.


"Lah, emang si non Sena kenapa?" Batin Diman yang tidak tahu.


Aldrick masuk ke kamar Sena di lantai dua setelah bertanya dengan art di bawah.


"Sen.." Aldrick mengetuk pintu dan memanggil Sena tapi tak ada sahutan.


"Sena.." Aldrick membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. dan dirinya melihat Sena yang sedang berbaring di ranjang.


Aldrick menghampiri dan menyentuh kening Sena.


"Ya tuhan Bii, tubuh mu panas sekali." Ucap Aldrick yang terlihat panik.


"Ar.." Gumam Sena tanpa sadar.


"Ar..siapa Bii?" Tanya Aldrick namun tak mendapat respon dari Sena.


Karena mendengar Sena yang mengigau Aldrick segera mengangkat tubuh Sena dan membawanya ke rumah sakit.


"Mang tolong bukakan pintu." Teriak Aldrick pada mang Diman.


Bersamaan itu motor besar Aaron memasuki gerbang rumah Sena, dan Aaron melihat Sena yang di gendong seorang pria masuk ke dalam mobil.


Aaron ingin turun, tapi mobil Aldrick sudah melesat pergi melewati motor besar nya.


"Pak Sena kenapa?" Tanya Aaron dengan panik.


"Non Sena demam tinggi, den Al membawanya ke rumah sakit."

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Aaron segera melesatkan motornya untuk mengejar mobil yang membawa Sena.


'Maaf, sudah membuatmu sakit.' Aaron menatap nanar mobil yang membawa Sena, hatinya terasa panas ketika melihat seorang pria mengendong wanita yang dia cintai.


__ADS_2