Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Papa baik-baik saja


__ADS_3

Kesedihan dan kesendirian memang selalu Bimo rasakan selama puluhan tahun, dirinya selalu menunjukan senyum di balik hatinya yang kian sakit.


Hidupnya hanya untuk kedua anak-anaknya, senyum dan tawanya hanya untuk kedua anaknya.


Sekarang mereka sudah menemukan kebahagiaan masing-masing, dan Bimo juga tentu bahagia melihat nya. Sena putri sulungnya sudah menemukan pria yang bisa menjaganya di segala kondisi. Bimo mempercayai cinta menantunya untuk sang anak.


Hanya mereka yang mempu membuat Bimo bertahan untuk mewujudkan permintaan sang istri sampai anak-anak mereka menemukan penggantinya.


Hidup dengan single Daddy tidak lah mudah, banyak yang bisa rasakan dalam kehidupannya, senang sedih, canda tawa hanya untuk kedua anaknya.


Pekerjaan seringkali dia tinggalkan demi menjaga kedua buah hatinya ketika terserang demam bersamaan, dan Bimo selalu merawat mereka seorang diri, meskipun ada mama dan juga pengasuh sikembar tapi Bimo tetap berperan utama untuk menjaga dan merawat kedua buah hatinya.


Tidak mudah bagi seorang Bimo Bagaskara, pria tampan dengan segudang kesuksesannya hidup menduda dengan dua orang anak, Bimo kerap sekali dijodohkan ataupun dikenalkan dengan para putri rekan bisnisnya, bahkan sampai pejabat tinggi pun menginginkannya untuk menjadi menantunya ketika Ia diundang ke acara lelang amal besar-besaran waktu itu, dan Bimo lah yang paling menonjol di antara yang lain.

__ADS_1


"Papa, papa sudah makan." Sena masuk keruangan papanya dengan membawa nampan berisikan makanan.


Semua sudah membuatkan diri, Ren yang sudah kembali dengan sang istri, dan Aaron yang sedang menemani kedua putranya yang tidur di kamar. Sedangkan Yuda berserta istri anaknya sudah beristirahat di kamar mereka, karena esok rencana mereka akan mengunjungi makam ibu Gina dan Alena.


Bimo tersenyum, dan melewatkan kembali pas foto di meja kerjanya, foto Alena dan dirinya ketika mereka sedang memakan eskrim di cafe, miliknya dan Alena saat itu belum tahu, untuk pertama kali itu mereka berfoto di sana.


Ruang kerja Bimo pun penuh dengan bingkai foto istri dan kedua anaknya, dan sekarang di tambah dua bayi tampan yaitu Amaar dan Ameer.


"Tadi papa masih kenyang, jadi papa hanya makan buah saja." Bimo berdiri dan duduk disofa ruangan itu, dimana Sena sedang meletakkan nampan makanan disana.


Bimo terkekeh menunjukkan bahwa dirinya baik-baik saja di depan putrinya. "Mungkin karena faktor umur sayang, jadi papa sudah sedikit untuk porsi makanan."


Bimo memang tidak mengurangi porsi makanan, tapi dirinya sudah merasa kenyang meskipun hanya sedikit makan nasi, dan dia lebih banyak memakan buah dan sayur.

__ADS_1


"Tapikan papa harus makan, nanti ngak kuat kalau mau gendong cucu." Sena mencoba untuk menyuapi papanya, sekarang Sena lebih peka setelah melahirkan. Aura keibuan Sena juga mulai keluar setelah memiliki anak.


"Kamu ngaco kalau ngomong." Bimo tertawa, lalu menerima suapan Sena.


"Sena sedih jika melihat papa tidak mau makan." Ucap Sena dengan wajah sendu dan khawatir.


"Kamu berlebihan sayang, papa baik-baik saja." Bimo menampilkan senyum untuk menghilangkan kekhawatiran Sena.


Dari kecil dia yang mengasuh Sena sendiri, dan Bimo tahu perangai putra dan putrinya bagaimana, bahkan Bimo juga tahu apa yang mereka rasakan, sedih ataupun senang hanya lewat tatapan mereka.


.


.

__ADS_1


Author nya udah mulai ngantuk, seperti ya cukup hari ini crazy nya..🤧 besok udah waras lagi🤣


__ADS_2