
"Kamu beneran Birendra?" Tanya wanita itu sambil menunjuk Ren.
"Iya, aku Birendra." Jawab Ren hanya tersenyum tipis.
"Ya Tuhan, kamu berubah dratis Ren, beda dari jaman sekolah dulu." Ucap Siska yang melihat Ren tidak percaya. Ren yang dulu tidak sekeren Ren yang sekarang.
"Jelas dong, sekarang aku lebih ganteng ya." Ucap Ren penuh percaya diri, membuat Siska tertawa lebar.
"Ya,ya..percaya dirimu diterima." Siska tertawa. Ren jelas lebih tampan sekarang dibandingkan dulu, dan Siska akui itu.
"Sayang." Seorang pria menghampiri Siska setelah selesai memakirkan mobilnya.
"Haikal..?" Ucap Ren yang melihat pria itu dan mengenalnya. Pria yang di panggil namanya menatap Ren dengan kening berkerut seperti berpikir untuk mengingat sesuatu.
"Emm_ Birendra Seno Bagaskara." Haikal menyebut nama lengkap pria yang didepanya. "Anda pembisnis muda yang sukses itukan, tapi kenapa anda tahu nama saya?" Ucap Haikal menatap Siska. Dan Siska malah menepuk keningnya sedangkan Ren tertawa.
"Kami tidak ingat dia siapa?" Tanya Siska.
Mereka bertiga berdiri sedikit jauh dari gerobak somai yang rame itu.
Haikal menggeleng. "Dia pembisnis yang lagi naik daun yang." Jawab Haikal polos.
"Haikal sayang, dia teman sebangku kamu waktu sekolah, kami tidak ingat? pria yang suka baca dan memakai kaca mata." Ucap Siska me jelaskan, membuat Haikal membulatkan kedua matanya.
"Se-serius, temen gue jadi bos." Ucap Haikal dengan menatap Ren tak percaya.
Ren hanya tersenyum dan mengangguk. "Ya, gue temen sebangku lu dulu."
Grep
Haikal langsung memeluk Ren hingga membuatnya sedikit terhuyung ke belakang karena tidak siap.
"Sumpah gue pangling sama lu Ren." Haikal menepuk pundak sahabatnya semasa sekolah.
__ADS_1
"Tapi gue nggak." Balas Ren membuat Haikal Kembali memukul lengan Ren.
"Ternyata temen cupu gue, jadi bos besar oh may good." Ucap Haikal lebay.
"Jangan mulai deh." Siska memberenggut melihat Haikal yang kembali lebay.
"Ehem.. Maaf sayang kelepasan." Jawab Haikal kembali menormalkan suaranya.
"Lu sama sapa bos?"
"Eh iya, kamu udah merit belum sih?" Timpal Siska. "Soalnya aku pernah bertemu Jihan, dan Jihan bilang dia lagi ada hubungan sama kamu terus mau merit gitu."
Ren hanya tersenyum. "Sebentar aku panggilkan seseorang." Ucap Ren yang mendekati mobilnya untuk memanggil Alexa.
"Buset dah, gak kaleng-kaleng Ren bawa mobil, beneran bos dia yang." Ucap Haikal yang melihat Ren membuka pintu mobil mewah. Harga mobilnya bisa dapat empat mobil seperti miliknya.
"Makanya kamu kerja yang giat yang, biar bisa beli mobil kaya gitu." Ucap Siska yang mengajak Haikal untuk duduk di kursi plastik yang disediakan kebetulan yang tadi duduk sudah pergi.
Ren menggandeng wanita cantik untuk mendakati kedua temannya. "Kenalin pacar halal gue." Ucap Ren pada Siska dan Haikal.
"Sayang...Mulai deh." Siska memberenggut.
"Kalian ini cocok, gak nyangka kalian sedekat itu." Ren terseyum dan menyuruh Alexa untuk duduk.
"Dia bini gue, namanya Alexa." Ucap Ren memperkenalkan Istrinya. "Sayang mereka teman aku waktu sekolah, namanya Siska dan Haikal."
Mereka bersalaman untuk berkenalan.
"Wah, lu hoki bener man, udah ganteng tajir dapet istri bening pula, pinter lu pilih bini." Lagi-lagi ucapan Haikal membuat Ren tertawa dan Alexa tersenyum.
"Iya, mending Alexa dari pada Jihan yang sombong, dih gue aja enek kalau lagi liat dia." Siska seperti jijik mengatakannya.
"Yah, meskipun gue pernah sebentar sama dia, setidaknya gue gak salah pilih." Ren menatap Alexa tersenyum, dan dibalas senyum oleh Alexa.
__ADS_1
Tak lama pesanan mereka datang, dan ternyata disini adalah somai terenak, jadi pembelinya sangat ramai.
Bercerita sambil makan, membaut suasana disana hidup, dan karena Siska orangnya blak-blakan membuat Alexa suka dan mengobrol saling nyambung.
"Mas boleh nambah lagi?" Tanya Alexa dengan Pup eyesnya.
"Mau lagi?"
"Hu'um." Ucap Alexa mengangguk mantap.
"Tunggu sebentar." Ren beranjak berdiri, dan sebelum pergi dia menepuk lembut kepala Alexa membuat siska melongo.
"Ya Tuhan sisakan hamba satu pria yang seperti Birendra."
Pluk.
"Eh, kang hayal gak usah menghayal." Haikal menepuk kepala Siska pelan.
Alexa hanya tertawa melihatnya. "Kalian lucu." Ucapnya lagi.
Tadi memang Ren memesan dua porsi dan ternayata Ren juga ingin.
"Ish, aku kan cuma berdoa kalaupun dikabulkan ya bersyukur, dan kalau tidak ya sudah, terima kamu apa adanya." Ucap Siska tanpa dosa melihat wajah kekasihnya yang masam.
Ren datang membawa sepiring somai untuk sang Istri. "Em, pelan-pelan masih panas." Ucap Ren dengan lembut.
"Ren bini lu kecil-kecil makannya banyak ya." Celetuk Haikal.
Siska menggeplak lengan kekasihnya tang punya mulut tidak bisa direm.
"Ya, karena mereka bertiga butuh makan banyak." Ucap Ren sambil tersenyum menatap kedua temanya yang saling pandang tak mengerti.
"Maksudnya?" Ucap mereka berdua bersamaan.
__ADS_1
"Istri gue hamil kembar."
Keduanya kembali dibuat mengangga.