Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Menyukai panggilan Alexa


__ADS_3

"Mas, sudah..hahaha, aku lapar." Alexa merengek dengan masih tertawa karena Ren sejak tadi menggelitik pinggangnya membuatnya kegelian, bahkan perutnya sampai terasa kram akibat tertawa.


"Rasain, kamu akan menyesal telah menggodaku." Ren masih terus melancarkan aksinya sampai Alexa meminta ampun.


"Ampun Mas, janji tidak akan mengulangi lagi.." Alexa memohon dengan nada manja.


Ren langsung memeluk tubuh istrinya yang terlentang di atas kasur, "Aku suka panggilan yang kamu berikan." Wajah Ren mendongak, melihat wajah Alexa yang napasnya masih tersengal. "Kenapa kamu begitu menggemaskan kalau seperti ini." Wajah Ren maju untuk meraih bibir ranum Alexa yang terbuka sedikit.


"Mass..aku lapar?" Rengek Alexa lagi, karena Ren tidak melepaskan dirinya dan malah mencium bibirnya.


"Makan ini aku menjadi kenyang." Ren kembali mengecup bibir Alexa dan sedikit melumatt nya. Meskipun gelayar aneh sudah diraskanya Alexa mencoba untuk menepisnya.


"Hah, ayo kita makan, lalu kamu mandi." Ren membatu Alexa berdiri, dirinya segera menarik kesadarannya agar tidak bertindak terlalu jauh, meskipun dalam dirinya sudah terpancing.


"Em," Alexa bergumam, dirinya tahu jika suaminya menahan hasratnya untuk tidak menyentuh nya terlalu jauh. Sejujurnya Alexa juga ingin melakukan kewajiban nya, tapi dirinya juga masih merasa takut jika nanti akan membuat Ren kecewa.


"Tu kan sudah dingin, kamu sih." Alexa menggerutu ketika melihat nasi goreng yang dia masak sudah dingin, dan semua karena ulah Ren.


"Tinggal panasin lagi sayang, aku sabar menunggumu." Jawab Ren dengan senyum dan tatapan penuh arti. Tapi Alexa tidak mengerti jika ucapan Ren ada maksud tertentu.


"Ngeselin."


.

__ADS_1


.


Drt..Drt..Drt..


Ponselnya Ren berdering di jam pagi dini hari, membuatnya terbangun dengan mata masih terpejam.


"Ck." Ren berdecak ketika deringan ponsel masih terdengar setelah dia menekan tombol merah.


"Siapa sih." Karena terus bergerak, membuat Alexa yang berada di peluknya ikut terbangun.


"Ada apa Mas?" Ucapnya dengan suara parau, khas bangun tidur.


"Kak Ar." Ucap Ren menunjukkan layar ponselnya yang tertera nama kakak iparnya.


"...."


"Ck. budek kuping gue." Ren menjauhkan ponselnya dari telinga dan mengusapnya.


"..."


"Terus masalahnya sama gue apa?"


"..."

__ADS_1


"Sialan lu." Ren mematikan sambungan teleponnya setelah mendengar tawa dari seberang sana.


"Kenapa?" Tanya Alexa yang melihat suaminya kesal.


"Kak Sena mau melahirkan" Jawabnya yang kembali memeluk sang Istri dan memejamkan mata.


"Kenapa malah tidur ayo kita ke sana." Icao Alexa yang melihat Ren malah kembali terpejam.


"Ck, kak Ar hanya butuh teman dia masih di rumah menemani kak Sena yang katanya banyak mau, padahal mau melahirkan." Gerutu Ren yang masih kesal. Karena Aaron menelpon hanya untuk menggaunya saja.


Padahal dirinya sangat mengantuk. "Tapi kan_"


"Sssttt..diamlah, ayo tidur, besok kita kesana." Ren pun memeluk tubuh sang istri dengan hangat.


"Apa kamu tidak suka melihat wanita melahirkan." Celetuk Alexa membuat Ren seketika membuka Matanya.


"Maksud kamu apa?" Ren menatap wajah Alexa.


"Sepertinya kamu cuek dengan keadaan kak Sena yang akan melahirkan." Ucap Alexa sedikit takut, melihat wajah suaminya.


"Ck. bukan tidak suka, tapikan ada suaminya. Lagian kak Ar hanya mau mengerjai ku saja." Ren menghempaskan tubuhnya terlentang.


"Lagi pula jika kamu yang hamil, ataupun kamu yang melahirkan aku pasti senang dan antusias." Ren menatap Alexa. "Apa dia akan hadir." Tubuhnya sedikit menegak, untuk menyentuh perut Alexa.

__ADS_1


"Em, aku tidak tahu." Alexa menggeleng.


__ADS_2