Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part80


__ADS_3

"Sayang..tiga puluh menit lagi aku pulang, siap-siap ya kita akan kerumah Oma.."


Begitulah pesan yang Bimo kirim, Alena yang sedang ingin memasak pun Ia urungkan.


"Mbak, tolong masaknya lanjutin ya." Ucap Alena pada Mirna yang sedang membantu meracik sayuran.


"Memangnya kamu kemana Len?" Tanya Mirna, biasanya Alena sendiri yang masak, kalau ada dirinya.


"Mau ke rumah Oma, yaudah mbak aku siap-siap dulu." Alena pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri sebelum suaminya sampai.


"Kakak.." Alisa yang melihat mob Bimo masuk perkarangan rumah pun menghampiri.


"Hey... Alis sedang apa?" Bimo tersenyum dan mencium pipi Alisa.


"Mainan boneka tu." Alis menunjuk ke teras rumah, ada beberapa boneka di sana.


"Kenapa sendirian?"


"Ibu sedang masak, jadi Alis main sendiri."


"ya sudah, main nya jangan jauh-jauh ya." Bimo mengelus kepala Alisa.


"Beres kak." Gadis kecil itu tersenyum.


Kaki Alisa sudah sembuh dan kembali normal, dan gadis kecil itu bisa bergerak dan aktif seperti biasa.


"Mbak, Lena dimana?" Tanya Bimo memasuki dapur, namun hanya ada Mirna tidak melihat Alena, mengambil air dingin untuk dirinya minum.


"Di kamar, mungkin sedang bersiap." Ucap Mirna.


"Mungkin kami tidak makan malam dirumah, mbak tidak usah menunggu kami."


"Baik."


Bimo berjalan menuju kamarnya untuk menemui sang istri.

__ADS_1


Ceklek


"Sudah pulang?" Alena yang sedang mengeringkan rambut menoleh, ketika pintu kamar dibuka.


Berjalan mendekati Alena dan mencium kepalanya. "Sudah, hm." Tangan Bimo melingkar di dada Alena, menghirup wangi aroma shampo yang membuatnya nyaman.


"Mandi dulu gih, udah aku siapin air nya." Alena mengelus kepala Bimo yang bersandar di bahunya.


"Hm." Bimo hanya bergumam dengan mata terpejam namun bibirnya tak mau diam, menyusuri leher Alena.


"Emh.. Mandi dulu Bim..nanti kita telat." Ucap Alena mengingatkan dengan menjauhkan kepalanya dari bibir suaminya, jika tidak suaminya itu pasti akan menerkamnya.


Cup


"Mandi.." Alena mengecup pipi Bimo dan segera berdiri, menghindari wajah suaminya yang sudah mendekat untuk mengecup bibirnya.


"Jangan di teruskan, nanti kita tidak jadi pergi." Alena tertawa.


"Nakal kamu yank." Bimo mengejar Alena, namun istrinya itu sudah keluar kamar dengan tertawa.


.


.


.


"Eh..Mas Imo, udah lama gak kesini?" Tanya mbok nah yang membukakan pintu, dan melihat Bimo datang kerumah Allan.


"Iya mbok." Bimo tersenyum.


"Wah..lama gak kesini si Mas bawa cewek cantik." Mbok nah mesem melihat gadis cantik yang dibawa cucu dari majikanya itu.


"Kenalin mbok, Alena istri aku." Ucap Bimo santai, tapi membuat mbok nah melongo.


"Istri?"

__ADS_1


Bimo tersenyum dan mengangguk. "Iya mbok Nah, istri." Bimo merangkul bahu Alena.


Alena hanya tersenyum dan merasa kikuk. jantungnya saja berdebar tak karuan, ketika sampai di rumah besar milik Oma Bimo.


Mbok Nah dengan segala kebingungannya menyuruh Bimo masuk.


"Siapa mbok tamunya." Tanya Indira yang tiba-tiba muncul.


"Mas Bimo neng." Ucap mbok Nah.


Mendengar nama Bimo Indira pun segera mencari keberadaan pria itu.


"Hay.." Sapa Bimo yang melihat Indira berjalan mendekatinya.


Bugh


"Auwss..sakit Ay." Bimo memegangi perutnya yang mendapat tonjokan dari Indira.


"Enak.." Indira mendelik dengan berkacak pinggang.


Sedangkan Alena meringis melihat suaminya tiba-tiba mendapat tonjokan.


"Bumil makin galak." Ucap Bimo dengan mengusap perutnya yang terasa sedikit sakit.


"Apa kamu bilang..!" Indira semakin kesal mendengar ucapan Bimo.


Bimo tersenyum, mendekati Indira dan memeluknya. "Jangan galak-galak Ay..sumpah aku takut." Ucap Bimo terkekeh dengan merangkul Indira.


"Nyebelin." Indira membalas pelukan Bimo dengan tersenyum.


Alena mengamati wajah Indira sepertinya dia tidak asing.


Deg


'Dia kan'

__ADS_1


__ADS_2