Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Renungan Jihan


__ADS_3

Ren dan Alexa mendatangi kantor polisi dimana Jihan di tahan, setelah Alexa membujuk suaminya dan Ren mau menuruti permintaannya, kini keduanya sudah berada di kantor polisi untuk mencabut tuntutan yang telah Ren laporkan.


Ren melakukan ini karena Alexa, Alexa memohon dan juga merasa kasihan dengan ibu Jenar, meskipun dulu ibu Jenar pernah berbohong dengan penyakitnya, tapi kini Tuhan membalas dengan apa yang mereka lakukan demi kesenangan.


Dulu Jihan berkata jika dirinya bekerja sebagai wanita panggilan hanya untuk membiayai pengobatan ibunya, dan ternayata Jihan hanya berbohong demi mendapat simpati dari Ren yang notabennya adalah pria kaya raya. Dan Jihan semakin senang karena dulu waktu sekolah Ren menaruh perasaan kepadanya, dan Jihan memanfaatkan itu untuk menggaet Ren sebagai kekasihnya. Soal Jenar, Jihan jugalah yang meminta ibunya untuk berakting jika sedang sakit dan butuh pengobatan, agar Ren mau mengeluarkan uang untuk mereka dan uang itu hanya untuk Jihan bersenang-senang padahal Ren sudah memenuhi kebutuhannya tapi Jihan masih saja kurang.


Kini Tuhan telah mengabulkan ucapan mereka, Ren menyuruh orang untuk menyelidiki kehidupan ibu Jenar setelah wanita itu muncul si hadapan Ren, dan benar memang ibu Jenar sedang mengidap penyakit kanker, dan seharusnya butuh perawatan tapi beliau malah berkeliaran mencari pekerjaan demi kelangsungan hidupnya.


Ternayata selama menjalin kasih Ren hanya di manfaatkan oleh Jihan, dan ibu Jihan juga korban dari keegoisan putrinya demi hidup mewah.


"Silahkan pak, sebentar saya panggilkan nona Jihan dulu." Pria berseragam polisi itu kembali masuk.

__ADS_1


"Mas.." Alexa menyentuh lengan Ren den menatap nya.


"Jangan khawatir, semua baik-baik saja." Ucap Ren menenangkan Istrinya.


Alexa hanya takut, jika Jihan masih memiliki rasa dendam kepadanya, dan Alexa sebenarnya juga masih takut jika Jihan akan kembali berulah. Tapi melihat tatapan suaminya membuat Alexa percaya.


"Ren.." Jihan menatap sendu pria yang hanya menatapnya datar, dirinya merasa sudah tak lagi bisa menggapai pria baik yang sudah menolongnya.


"Mau apa kalian datang kesini." Jihan berkata ketus dan datar, ketika melihat Alexa di samping Ren.


"Mbak maaf, kami hanya ingin_"

__ADS_1


"Lebih baik kamu berucap terima kasih, karena berkat istriku kamu dibebaskan." Potong Ren yang tidak ingin lama-lama berada di sana, apalagi melihat wajah Jihan.


Jihan menatap Ren yang sudah berdiri, menggandeng tangan Alexa. "Dan untuk terkahir kaki, jangan lagi kamu berulah dan menggagu rumah tanggaku, jika kamu tidak ingin mengalami nasib lebih buruk dari ini." Ren bicara penuh peringatan, menatap tajam Jihan.


"Ayo.." Ren menarik tangan Alexa untuk pergi dari sana.


"Alexa maafkan aku." Jihan menatap punggung dua orang yang akan pergi. "Maaf kan atas keegoisanku, aku berjanji tidak akan membuat ulah lagi, dan terima kasih sudah mau membebaskanku." Jihan tersenyum dalam tatapan haru, melihat Alexa yang menatapnya dengan senyum.


"Kami memaafkan Mbak." Ucap Alexa sebelum benar-benar dibawa pergi oleh suaminya.


Jihan sudah merenungkan nasibnya selama di dalam sel, dirinya mengingat banyak hal tentang kesalahan hidupnya, dan mungkin ini adalah teguran dari Tuhan untuk dirinya yang egois dan berambisi.

__ADS_1


Jihan sudah bertekad akan merubah perilakunya jika dia keluar dari dalam bui, dan doanya dikabulkan dengan Ren yang membebaskannya melalui Alexa. Maka Jihan akan menjalani kehidupan yang lebih baik.


__ADS_2