Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Gombal dan modus


__ADS_3

Setelah dua dua hari di rawat dirumah sakit, Aaron sudah diperbolehkan pulang atau lebih tepatnya Aaron sendiri yang memaksa untuk pulang ke rumah, dirinya tidak betah harus berbaring dirumah sakit. Apalagi ada kedua jagoannya yang menunggu di rumah Aaron merindukan kedua putranya.


Setelah bicara pada dokter dan diperbolehkan pulang Aaron semakin melebarkan senyumnya, mengingat janji yang sudah diucapkan sang istri.


"Ar, ingat kamu sedang sakit." Ucap Sena kala Aaron meminta jatah tadi malam, apalagi mengingat milik suaminya yang sudah turn on membuat Sena tidak ingin bernasib tragis di ruang inap karena suaminya tidak bisa bermain hanya sebentar.


"Yang sakit itu tanganku sayang, bukan si Jerry-nya." Jawab Aaron dengan wajah memelas.


"Ck, modus, sembuh dulu baru boleh." Ucap Sena sepontan karena tidak ingin bercinta di ruang rawat rumah sakit, karena itu tidak akan pernah terjadi.


"Berarti kalau sudah pulang boleh?" Tanya Aaron dengan wajah imutnya.


"Tentu saja, asal kamu sudah sembuh total."


Aaron melebarkan senyumnya, jelas dirinya merasa senang. "Ok, deal." Aaron mengangkat jari kelingkingnya.


"Em.." Sena menautkan jari kelingkingnya pada jari suaminya, membuat Aaron semakin mengembangkan senyum kemenangan.

__ADS_1


"Ar.." Sena menggoyangkan tangannya didepan wajah suaminya yang sedang tersenyum tidak jelas. "Ar, kamu melamun." Ucap Sena dengan sedikit keras, membuat Aaron tersadar.


"Ya, Sayang." Jawabnya dengan wajah yang masih saja tersenyum.


"Ar, aku rasa kamu belum sembuh benar dan masih harus di rawat." Ucap Sena yang melihat kelakuan aneh Aaron.


"Eh, tidak aku tidak mau, enak saja nanti aku tidak bisa menghangatkan si jeri."


Seketika mata Sena terbelalak mendengar ucapan suaminya.


.


.


.


"Sayang lihat perutmu sudah mulai buncit." Ren mengusap perut Alexa yang sudah terlihat buncit karena usia kandungannya sudah memasuki lima belas Minggu dan permukaan perut ramping Alexa kini sudah sedikit menonjol, apalagi Alexa mengandung dua malaikat kecilnya dan membuat perutnya tidak seperti kehamilan pada umumnya.

__ADS_1


"Hm, pasti nanti aku terlihat jelek dan sudah tidak menarik kalau sudah hamil besar." Ucap Alexa dengan wajah sedih, pikiranya membayangkan ketika dirinya hamil besar dan terlihat sangat jelek, pipinya yang tembem dan bedanya yang melebar.


"Justru aku semakin suka, karena wanita hamil itu semakin terlihat seksih." Ucap Ren dengan menatap sang istri, tangannya masih mengelus permukaan kulit perut istrinya dan membuat Alexa nyaman.


"Gombal." Alexa tersenyum.


"No, kata kak Ar dan papa seperti itu. Jadi aku yakin kamu akan semakin cantik dan seksih dengan perutmu yang buncit." Ren mengecup perut istrinya berulang kali, membuat Alexa semakin merona dan malu.


Wanita memang cenderung Insecure terhadap hal-hal yang berbau body shaming, dan kebanyak wanita yang mengandung dan setelah melahirkan mereka sering mendengar istilah kata itu berakhir membuat mereka tidak percaya diri. Alexa memang belum merasakannya untuk saat ini, namun dirinya sebagai wanita juga merasakan hal yang sama takut sesuatu perubahan dalam dirinyalah dan tidak seindah dan secantik seperti dulu, dan takut jika sang suami akan berpaling.


Namun semua itu tidak terlihat dari fisik yang kita miliki, tapi semua itu dilihat dari pengorbanan kita sebagai seorang wanita yang rela mengorbankan tubuh mereka hanya untuk mengandung buah hati dan generasi penerus, dan pria itu sangat beruntung jika sang istri rela membiarkan tubuhnya mengalami perubahan yang luar biasa dan itu adalah bukti cinta dan pengorbanan yang besar dalam hidup sebagai seorang wanita.


"Dan kamu percaya?"


"Tentu saja, karena mereka tidak pernah bohong soal wanita." Ren memajukan wajahnya untuk meraih bibir sang istri, tapi Alexa menghindar. "Jangan gombal terus modus mas." Ucap Alexa dengan menatap wajah suaminya yang kecewa.


"Modus sama istri pahala sayang." Ren langsung meraih bibir Alexa, melumatt nya dengan lembut menyesap rasa manis yang masih sama.

__ADS_1


__ADS_2