Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Rujak buah


__ADS_3

Jenar yang merasa di abaikan dan tidak dihiraukan keberadaannya memilih pergi dengan perasaan kesal dan air mata.


Penampilannya tak bisa membuat Ren mengasihinya, apalagi pria itu tahu jika dirinya sedang mengidap pernyakit. Tapi sekarang Jenar melihat Ren berbeda Ren yang murah hati dan baik kini berubah menjadi dingin dan tak peduli.


Lift mengantarkan Jenar ke lantai dasar dimana ketika dirinya sampai lobby berpapasan dengan Alexa.


"Nak.." Jenar yang melihat langsung memanggil. "Bisa kita bicara sebentar?" Jenar dengan tatapan memohon untuk bisa bicara dengan Alexa.


Alexa menatap wanita didepanya sebentar, sebelum dirinya ingat siapa wanita itu.


"Kenapa kamu biarkan wanita itu masuk ke ruangan ku?" Ren menatap Juno asistennya intens.


"Em, saya jiga tidak tahu bos, wanita itu tiba-tiba datang dan masuk ke ruangan anda." Jono berkata jujur, dirinya yang baru tiba sudah melihat wanita itu mendatangi ruangan bos-nya dan masuk begitu saja.


Ren menghela napas. "Jangan lagi biarkan dia masuk ke kantor ku." Ren mengibaskan tangannya menyuruh Juno pergi.


Ting


Pesan masuk di ponsel Ren. Meraih untuk membukanya, Ren melihat seseorang telah mengirim pesan berupa foto.

__ADS_1


Foto Alexa dengan ibu Jihan sedang berbicara di sebuah cafe.


"Awasi mereka, jangan sampai dia menyakiti istriku." Ren berucap lewat Sabungan telepon, setelah mengatakan itu Ren menutupnya.


"Mau apa sebenarnya dia." Ren mengusap wajahnya kasar. Baru saja anak buahnya yang bertugas menjaga Alexa, mengabarkan jika istri bosnya sedang bertemu seseorang di luar.


"Apa aku harus bebaskan Jihan, agar mereka tidak menganggu rumah tanggaku lagi."


"Tolong bicara lah pada suamimu." Jenar menatap sendu wajah Alexa, yang dia tahu adalah istri mantan kekasih putrinya. Jenar tahu jika wanita memiliki hati lembut di banding pria, dan pasti Alexa akan mengasihinya.


"Maaf, tapi_"


Alexa menatap sendu wanita di depannya, apakah dirinya harus bicara pada suaminya, tapi Ren sudah pernah bilang jika dia tidak akan melepaskan orang yang sudah membuatnya celaka. Dan Alexa tidak yakin jika bisa membujuk suaminya.


"Mas.." Alexa yang baru saja keluar dari cafe terkejut ketika melihat suaminya berdiri didepannya.


"Kamu sedang apa?" Tanya Ren dengan wajah datar.


Alexa yang menyadari tatapan suaminya menjadi gugup, kenapa dia bisa tahu jika dirinya sedang ada di sini.

__ADS_1


"Aku_"


"Ayo, tidak baik ibu hamil berkeliaran di luar sendirian." Ren mengandeng tangan Alexa, dirinya tidak akan bertanya, dan pasti nanti Alexa akan bicara sendiri.


"Loh, kita mau ke mana?" Alexa melihat Ren mengemudikan mobilnya, melewati gedung Bagaskara Grub.


"Aku ingin makan sesuatu, jadi kamu harus temani aku." Ren menatap Alexa sekilas dan tersenyum.


"Makan? Tapi baru jam segini mas, kamu sudah lapar lagi?" Alexa heran, biasanya Ren tidak akan makan lagi setelah sarapan pagi, bahkan ini baru satu jam mereka sama-sama sarapan pagi.


"Entahlah aku hanya ingin makan sesuatu saja."


Ren memikirkan makanan yang tidak sengaja dia lihat di gawainya, ketika mensecroll sosial media, dan ada iklan yang menyayangkan makanan yang membuat air liur Ren ingin menetes.


Mobil yang Ren kendarai sampai di pinggir jalan, tempatnya. Di depan sekolah nya dulu.


"Kenapa ke sini?" Alexa masih bertanya, tapi Ren hanya tersenyum.


"aku ingin makan itu?" Tunjuk Ren ke sebuah gerobak penjual petisan atau rujak buah.

__ADS_1


"Rujak buah." Alexa tak percaya.


__ADS_2