
Alexa tertegun, dirinya tidak tahu akan menjawab apa, karena dirinya pun masih merasa bingung dengan perasaannya.
Ren menyentuh kedua tangan Alexa, menatap lebih dalam kedua mata sang istri.
"Pernikahan kita memang didasari oleh cinta yang sepihak, tapi memiliki mu adalah kebahagiaan ku." Ren menatap Alexa sendu. "Tapi semua itu tidak akan ada artinya, jika ternyata wanita yang aku cintai sama sekali tidak memiliki perasaan untukku, dan tidak bahagia. Aku memang egois karena menginginkan mu untuk menjadi milikku bahkan dengan cara yang kotor. Tapi percayalah jika aku akan bahagia melihat mu juga bahagia."
Alexa diam dadanya berdebar-debar mendengar apa yang Ren ucapkan.
"Mulai sekarang aku." Ren menyentuh wajah Alexa, "Aku akan membebaskanmu untuk mencari kebahagiaan mu." Dada Ren terasa sesak ketika mengucapkan hal itu, "Maaf jika aku sudah merebutmu dari pria yang kamu cintai, dan maaf aku sudah membuat mu terjerat kedalam hidupku, dan sekarang kamu bebas ingin melakukan apapun, termasuk kembali kepada kekasihmu." Ren yang tidak bisa menahan gejolak didadanya memilih pergi setelah mengatakan hal itu.
Alexa diam mematung, dirinya melihat punggung lebar itu semakin menjauh dan tak terlihat meninggalkannya sendiri.
Apa kah dia melihat semua yang dia lakukan dengan Diaz?
Apakah karena dirinya belum bisa berinteraksi dengan nya?
__ADS_1
Apakah dia sudah mulai bosan dengan sifatnya yang seperti ini?
Entah mengapa semua pertanyaan itu berkecamuk dalam otaknya, Alexa memikirkan kenapa Ren bisa melakukan hal seperti itu, jika dia mencintainya.
.
.
.
"Alexa akhirnya kamu berkerja lagi?" Mita dan rekan kerja lainya begitu senang melihat Alexa kembali bergabung dengan mereka.
Ini adalah hari pertama dirinya kembali bekerja, Alexa memutuskan untuk bekerja kembali di kantor suaminya, meskipun tidak ada yang tahu.
Setelah pembicaraan malam itu, Alexa menunggu Ren hingga larut malam. Menunggu suaminya pulang yang entah pergi kemana, hingga ketika Alexa bangun pagi pun Ren tidak kembali.
__ADS_1
Kesal dan juga merasa bersalah Alexa memilih masih menunggu untuk berbicara pada Ren, tapi semua itu semakin membuat Alexa kesal karena Ren sana sekali tidak kembali hingga malam hari lagi.
Jika seperti ini, pasti Ren benar-benar ingin melepasnya.
Alexa memutuskan untuk keluar dari apartemen itu dengan sendu, dirinya yang ingin menyuarakan pendapatnya kepada suaminya, tapi malah tak bertemu dan Alexa memilih pergi kembali ke kosan yang pernah Ia tinggali.
Dirinya memutuskan akan bicara dengan Ren besok jika bertemu di kantor.
"Iya mbk, aku rindu kalian semua, maaf jika sudah membuat kalian susah." Sesal Alexa menatap rekan kerjanya dengan rasa bersalah.
"Tidak apa Lexa, kami sudah selesaikan program baru itu juga." Jawab Mita dengan diangguki rekan yang lain. " Yang terpenting pengumuman waktu itu tidak berlaku jadi kami yang satu kantor tidak perlu mengundurkan diri." Ucap Mita lagi dengan senang.
Alexa mengangguk setuju, mereka yang sudah mengabdi di perusahaan menggantungkan kehidupannya mereka disini, tempat untuk mencari nafkah keluarga.
Alexa kembali bekerja seperti semula, Diaz juga sudah menyambut kedatangannya tadi ketika tahu jika Alexa kembali masuk bekerja.
__ADS_1
Tidak dipungkiri jika berada diluar dan berinteraksi kembali dengan biasa membuat perasaan Alexa kembali tenang, sebisa mungkin dirinya melupakan kejadian buruk yang pernah dia alami.
Karena sejatinya suaminya adalah pria baik, namun caranya saja yang salah untuk mendapatkan dirinya.