Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Selalu merasa bersalah


__ADS_3

"Makanlah." Ren memberikan piring yang sudah diisi dengan makanan, dengan telaten Ren mengambilkan Alexa makanan.


Jika biasanya sang Istri yang melayani sang suami, lain halnya dengan pasangan yang baru menikah ini, Ren dengan senang hati melayani Alexa, memberikan perhatian kecil dan mencoba mengerti keadaan Alexa, dengan begitu Ren berharap Alexa akan segera menerima keberadaannya dan kembali seperti semula.


"Besok hari Weekand, aku akan ajak kamu jalan-jalan." Ren berbicara sambil mengunyah makanannya. Meskipun tidak mendapat respon Ren masih beruntung karena Alexa tidak menolak dirinya.


"Alexa, aku memang pria jahat seperti yang kamu lihat, tapi aku bukan pria yang tidak bertanggung jawab." Ren menatap Alexa yang masih setia menyuapkan makanannya. "Mungkin caraku mencintaimu memang salah, tapi percayalah jika diriku benar-benar mencintaimu dan ingin bersamamu." Ren berkata dengan tulus. "Maafkan aku jika perbuatan ku membuat hidupmu hancur, dan diriku merasakan hal yang sama dengan melihat keadaamu seperti ini." Ren menyentuh tangan Alexa yang berada di atas meja. "Apapun akan aku lakukan asal kamu mau memaafkan ku dan menerima kehadiran ku, terutama kembalilah seperti Alexa yang aku kenal."


.


.


Di kantor jam sudah kembali aktif, Diaz yang tidak bisa menghubungi nomor Alexa menjadi uring-uringan, sejak pertemuan terakhir kemarin Diaz tidak bisa lagi menemui Alexa, karena kekasihnya itu sudah tidak lagi ada di sana, bahkan ibu kos pun tidak tahu Alexa pergi kemana.


"Pak, apa Alexa sudah tidak lagi bekerja?" Tanya Rekan kerja Alexa.


Program baru yang mereka garap, melibatkan Alexa yang menjadi sumber utama, tapi sejak tiga hari ini Alexa tidak terlihat batang hidungnya, membuat rekan kerjanya khawatir dan juga kesal.

__ADS_1


"Tidak mungkin dia sangat membutuhkan pekerjaan." Jawab Diaz dengan gusar.


Mereka sedang mengadakan rapat divisi di raungan Diaz, membicarakan dan mengembangkan program baru yang mereka garap, tapi semua ide itu berasal dari Alexa dan mereka tidak tahu akan seperti apa jika Alexa sendiri tidak ada.


"Lebih baik kita cari cara baru untuk program ini, seperti nya Alexa tidak bisa kembali dan melanjutkan program ini." Putus Diaz pada bawahannya, mereka semua setuju meski terdapat rasa kesal karena harus mengulangi dari awal lagi, dan itu butuh waktu untuk mereka.


Mita yang sempat merasa lega, karena peraturan itu tidak ada lagi kelanjutan, kini juga merasa kesal karena Alexa menghilang begitu saja.


.


.


"Jaga diri dirumah." Ucapnya dengan mencium kening Alexa.


Ren menatap wajah Alexa yang biasa saja, dan tatapan itu turun ke bibir Alexa yang ranum, meskipun tidak menggunakannya lipstik tapi warna asli bibir Alexa sudah begitu indah dan menggoda.


"Apa aku boleh menciumnya?" Tatapan Ren pindah pada kedua mata Alexa.

__ADS_1


Hanya diam tanpa respon itulah yang Ren dapatkan, melihat itu Ren perlahan memajukan wajahnya.


"Aku mencintaimu." Dengan bisikan Ren mengecup bibir sang istri, melumatt nya lembut dengan penuh perasaan, meskipun tidak mendapat balasan Ren tetap memberikan sapuan lembut di bibir Alexa.


Dadanya berdesir ketika Alexa hanya diam tanpa merespon.


"Baiklah aku pergi dulu." Ren mengecup pucuk kepala Alexa. "Terima kasih." Ren mengulangi mengecup kembali bibir Alexa.


Meskipun begitu tidak membuat Ren terluka, justru dirinya yang merasa sesak karena keegoisan nya membuat Alexa seperti ini, dan perasaan bersalah itu selalu menghantuinya.


.


.


Sepertinya author hari ini akan hilaf update..🙈


kalian kasih ucapan semangat aja author udah seneng banget, apalagi kalian dengan senang hati kasih author hadiah...wahhh bisa jingkrak2 yang ada🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2