Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Pagi hari


__ADS_3

Alexa sudah diperbolehkan pulang sejak tiga hari setelah dirawat di rumah sakit. Karena kondisinya sudah membaik Alexa juga tidak ingin lama-lama dirumah sakit.


Ren yang selalu setia menemani sang istri membuat Alexa tak tega lama-lama, karena melihat suaminya tidak pergi ke kantor, dan Alexa memutuskan untuk minta pulang karena kondisinya juga sudah memungkinkan.


Satu bulan kemudian...


Ceklek


Alexa membuka pintu kamar, dan melihat suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Mas, aku sudah siapkan bekal untuk mu." Alexa mendekati sang suami yang masih mengeringkan rambutnya.


"Aku bantu." Alexa meraih handuk kecil yang Ren pegang, dengan senang hati Ren memberikannya.


"Terima kasih, padahal aku bisa pulang saat jam istirahat." Ren duduk di sisi tempat tidur, sedangkan Alexa berdiri didepan nya, tubuh Alexa berada di antara kedua kakinya.


Alexa hany tersenyum, "Tidak usah, aku sudah baik-baik saja, kalau boleh aku sebenarnya ingin berangkat kerja." Alexa selesai mengeringkan rambut suaminya.


Ren meraih pinggang Alexa memeluknya. "Kamu belum sembuh betul sayang, masih butuh Istirahat." Ren mendongak untuk melihat wajah sang istri, karena tingginya hanya sebatas perut Alexa ketika duduk.


"Tapi aku bosan." Alexa yang ingin masuk kantor pun masih di larang oleh suaminya, Ren tidak mengijinkan alasannya dirinya belum sembuh benar. Padahal tubuhnya biasa saja, dan lukanya pun sudah tidak sakit.


Dirinya sudah satu bulan dikurung di apartemen dan suaminya belum mengijinkannya pergi ke kantor.


Menyebalkan.


Alexa cemberut dengan memanyunkan bibirnya, Ren begitu suka melihat wajah Alexa yang seperti itu, membuatnya gemas sendiri.


Grep

__ADS_1


Ren menarik Alexa membuatnya duduk di atas pangkuannya, mereka saling berhadapan.


"Jangan cemberut begitu, bibir kamu kayak bebek yang minta di sosor." Ucap Ren membuat Alexa mendelik.


"Yang ada bebek yang nyosor, bukan bebek minta sosor." Alexa memukul dada suaminya gemas.


Ren terkekeh, "Habisnya bibir kamu kayak bebek, yang minta sosor gitu."


Alexa mengerucutkan bibirnya.


Cup


Ren dengan gesit melahan bibir manyun Alexa yang sejak tadi mengganggunya. Menekan pinggang Alexa Ren melumatt dan menyesap benda kenyal itu penuh perasaan.


Alexa yang mendapat serangan mendadak, membalasnya dengan senang hati, tangannya Ia lingkarkan di leher sumainya.


"Engh.." Alexa membuka mulutnya ketika Ren menggigit kecil bibir bawahnya, dengan perasaan menggebu-gebu Alexa membalas belitan lidah Ren yang bermain di dalam mulutnya.


"Mas, engh.." Alexa mendongan ketika bibir basah Ren menyusuri leher dan menggigit kecil di sana, sensasi geli bercampur nikmat menjadi satu.


Tubuh keduanya merasakan hal yang sama, gelora hasrat sudah menyebar di dalam diri keduanya.


"Mas ingin kamu." Ren berkata lirih, kedua tangannya menyentuh kelembutan Alexa membuat nya mendesahh.


"Ahh.." Alexa memejamkan mata merasakan sentuhan tangan suaminya yang begitu memabukkan.


"Boleh?" Tanya Ren lagi untuk meminta jawaban Alexa, dirinya sudah menahan hasrat selama satu bulan.


Alexa membuka matanya menatap wajah suaminya yang sudah di liputi gairah, Alexa sejak tadi sudah merasakan di bawah sana terasa mengganjal dan keras.

__ADS_1


"Em.." Alexa mengangguk, tanda memperbolehkan.


Ren kembali melumatt bibir yang sudah sedikit bengkak tadi, melahapnya dengan rakus dan menuntut.


Tangannya tidak tinggal diam, membuka kancinga baju yang Alexa pakai, Alexa mengunakan dress rumahan dengan kancing depan.


"Uhh.." Alexa mendesis ketika rasa dingin menyapa buah dadanya, rasanya begitu menggelikan bercampur nikmat.


Ren terus mengeksplor dada Alexa gemas, tempat favorit nya bagian atas.


"Kamu yang memimpin." Ucap Ren serak dengan napas memburu, tangannya membatu membuka kain terakhir Alexa, yang berada di bawah.


Dengan pelan Alexa menuruti permintaan suaminya, pinggulnya perlahan turun membuat benda besar dan tumpul melesak masuk ke dalam miliknya.


"Ughh..." Suara ******* keduanya menggema pagi hari.


Keduanya larut dalam rasa yang menggelora, menyalurkan hasrat dan kewajiban bagi sepasang suami istri.


.


.


**Jangan lupa mampir di karya baru Author yakk..


👇👇👇👇**


My HUSBAND UNCLE


__ADS_1


__ADS_2