Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Jack yang Malang


__ADS_3

"Tuan..Tunggu dulu.!!" Jack segera mencegah Aaron yang akan masuk ke dalam mobil.


"Lepas, apa kau tidak tahu jika istriku dalam bahaya." Aaron menatap tajam Jack dengan sengit. "Apa anak buahmu tidak pecus hanya untuk menjaga Istri dan kedua anakku hah.!!" Aaron membentak Jack di lobby kantor, suara kerasnya mengundang atensi beberapa orang yang berada di sekitar sana, dan Jack hanya diam tanpa menjawab.


"Sialan..!!" lagi-lagi Ren mengumpati kekesalan yang dia alami, pikiranya sudah memikirkan keadaan Istrinya yang pasti sangat ketakutan.


"Tuan, biar saya saja yang mengemudi." Tanpa menunggu persetujuan Jack langsung menyambar kunci mobil yang dipegang Aaron, Jack yang melihat wajah kalut majikannya tidak akan membiarkannya mengemudi mobil sendiri, sangat berbahaya.


"Cari lokasi terakhir pelaku berada." Jack berbicara lewat alat Earpiece yang terpasang di telinganya.


Aaron nampak duduk dengan gelisah, nomor istrinya masih tidak bisa dihubungi begitupun nomor rumah tidak ada uang mengangkatnya.


"Lebih cepat Jack." Aaron bernada tegas, dirinya tidak ingin membuat Istrinya ketakutan, dan lama dalam keadaan terikat. Sungguh Aaron tidak akan memaafkan dirinya jika sampai terjadi sesuatu pada Sena.


Brak


Sebuah mobil dari belakang sengaja menabrak bagian belakang mobil yang Aaron tumpangi, kedua orang itu terkejut, beruntung mereka menggunakan sabuk pengaman dengan benar.


"Siapa lagi mereka." Aaron yang melihat sebuah mobil besar menabrak mobilnya dari belakang membuatnya geram. "Jack lebih cepat."

__ADS_1


Jack pun kembali menekan pedal gasnya semakin dalam, dan jarak mereka semakin jauh, beruntung beberapa pengawal langsung menyusul mereka dan menghadang mobil besar tersebut.


"Sepertinya mereka hanya memancing anda agar keluar bos." Ucap Jack disela-sela mengemudinya, pandangannya fokus ke jalan, dimana masih sedikit ramai.


"Maksud kamu apa?" Aaron menatap tajam Jack, apakah menyandera istrinya adalah sebuah rekayasa dan jebakan.


"Lebih baik anda hubungi tuan Bimo atau tuan Arthur mereka pasti tau di mana istri anda sekarang." Jawab Jack melirik Aaron sekilas.


Aaron segera menghubungi papanya dan deringan kedua baru terdengar suara yang sangat di kenalin.


"Pah, apa Sena dan kembar bersama papa?" Tanya Aaron to the poin, ketika mendengar suara diseberang sana.


"Jawab saja Pah, apa Sena bersama papa?" Ulang Aaron dengan nada tidak sabaran.


"Ya, Sena dan kembar bersama papa di mansion, tadi papa menjemputnya ke rumahmu." Jawab Arthur membuat Aaron bernapas lega, pria itu memejamkan mata dan tersenyum. "Apa aku bisa bicara dengan Sena?"


"Ya..ya..akan papa panggilkan."


Diseberang Aaron nampak lega, perasaan kalut dan khawatir menghilang begitu saja ketika samar-samar mendengar suara Sena. "Halo Ar, ada apa?"

__ADS_1


Aaron malah tersenyum, padahal Sena tidak bisa melihatnya. "Tidak apa-apa, apa kamu baik-baik saja?"


Sena mengangguk meskipun Aaron tidak bisa melihatnya, "Ya, aku baik-baik saja, lagi pula ada apa aku lagi bantuin mama masak makanan kesukaan kamu."


Aaron semakin tersenyum lebar membuat Jack yang melihatnya hanya geleng kepala. "Sejak tadi aku menguhungi ponselmu, tapi tidak kamu angkat, membuatku khawatir." Aaron tidak akan menceritakan apa yang dia alami barusan, sungguh karena tidak bisa mengenali dengan jelas dia hampir saja mendapat bahaya jika saja Jack tidak mengikutinya.


"Maaf, aku tidak tahu, lagian ponselku berada di dalam, tas.. yasudah ya jangan lupa pulang ke rumah mama aku menunggumu." Sena tersenyum manis, tapi tidak bisa dilihat oleh suaminya.


" Ya, aku pasti akan ke sana.. I love you.."


Setelah mendapat balasan dari Sena, Aaron segera mematikan sambungan teleponnya, tangannya mengusap wajahnya kasar, beruntung dirinya lolos dari bahaya hari ini.


"Jack, apa mereka tidak bisa menemukan titik lokasi yang baru saja mengirim pesan." Tanya Aaron pada asisten nya yang selalu standby.


"Dia menggunakan nomor sekali pakai, bos. Dan sepetinya dia juga menyuruh orang untuk mengirim pesan itu lewat orang lain." Terang Jack yang menyuruh anak buahnya untuk melacak lokasi nomor yang terakhir menghubungi Aaron.


"Lain kali, bos harus lebih teliti untuk mengenali istri anda." Celetuk Jack, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aaron.


"Lembur Sampai jam dua belas malam selama satu Minggu." Ucap Aaron tegas, Membuat Jack hanya mengangguk patuh, dirinya tidak mungkin membantah ataupun melawan dengan atasannya.

__ADS_1


'Sungguh malang nasibmu jack'.


__ADS_2