Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Terpesona


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Ren untuk pergi keluar kota dan dirinya sengaja mengajak sang istri untuk sekalian honeymoon tipis-tipis.


Ren memang tidak memberi tahu Alexa, wanita itu sejak tadi cemberut karena tidak boleh berangkat ke kantor.


Alexa yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya, mendadak suaminya itu mengajaknya bergelut. Bergelut dalam artian memuaskan satu sama lain.


Alexa menatap Ren yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Dada bidang Ren terekspose apalagi masih ada sisa-sisa air yang menetes membasahi dada hingga ke perut kotak-kotak Ren.


Glek


Alexa menelan ludah ketika pemandangan itu semakin dekat dengan matanya, "Terpesona heh." Ren mengecup bibir Alexa sekilas dengan senyum terus mengembang.


Alexa buru-buru menggeleng, tapi arah matanya belum pindah dari dada dan perut suaminya.


"Masih ingin menyentuhnya hm." Ren membungkukkan badannya dengan kedua tangan bertumpuk di atas kasur depan Alexa, membuat wajah keduanya dekat, karena Alexa duduk diatas kasur.


Tanpa sadar Alexa malah mengangguk, membuat Ren terkekeh pelan. Kenapa Alexa begitu menggemaskan, tadi saja wajahnya cemberut dan sekarang seperti boneka.

__ADS_1


Ren menatap jam di dinding masih ada waktu satu jam sebelum mereka tiba di bandara. Pagi ini mereka akan keluar kota, dan keberangkatan pesawat mereka pukul sepuluh, dan sekarang masih jam sembilan kurang.


Dengan sengaja Riko mencium bibir Alexa, dan melumatt nya lembut penuh perasaan.


Alexa yang mendapat sapuan lembut pun membalasnya. Ren menutup matanya ketika bibir mereka saling memuaskan, ciuman Alexa semakin lama semakin membuat Ren tak terkendali, wanita itu membuatnya tak tahan.


"Engh." Alexa meleguh ketika Ren menyesap kuat bibirnya membuatnya langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami.


Ren pun yang awalnya membungkuk kini perlahan mendorong pelan tubuh Alexa agar terlentang.


Cumbuan Ren semakin liar, ketika tangan Alexa berkeliaran di dada bidangnya, Alexa selalu aktif jika dirinya sudah terpancing.


"Ren ough.." Alexa menyentuh tangan Ren yang bergerak memijat kedua dadanya kuat, terasa nyeri namun juga nikmat membuatnya tak karuan.


Setelah beberapa menit pemanasan kini tubuh Alexa sudah polos, dan Ren menatap tubuh indah di bawahnya dengan perasaan membuncah, tatapan Ren begitu memuja. Membuat Alexa membuang wajah ketika menyadari tatapan suaminya.


"Kamu memang indah sayang," Ren kembali mengungkung tubuh istrinya. "Rasanya tidak mau berhenti jika sudah menyentuh mu." Ren manatap kedua mata Alexa intens.

__ADS_1


Tak lama bibir itu kembali menyatu dengan decapan yang saling bertukar saliva, dan suara keduanya sangat mendominasi di kamar mereka.


Pelan tapi pasti Ren membuka ikatan handuk yang sejak tadi masih menutupi asetnya yang sudah berdiri tegak.


"Ahh.." Keduanya berhenti sebentar untuk saling melumatt, tapi dengan bibir yang masih saling menempel.


Penyatuan mereka terjadi kembali, meskipun kesal dan cemberut tapi jika di hadapkan dengan pemandangan yang menggiurkan iman, apalagi dengan label halal, membuat siapa saja pasti akan terlena, termasuk Alexa yang begitu mudah di tahlukkan di atas ranjang.


Keduanya saling berpacu untuk memuaskan satu sama lain, desahann dan erangan keduanya saling bersahutan untuk mengejar pelepasan yang akan datang.


Ren semakin cepat bergerak, menusuk inti Alexa dari belakang membuat milikinya masuk sepenuhnya hingga membuat Alexa terus menjerit.


"Sayang, ahh aku ingin sampai." Tangan kanan Ren meremat kuat buah dada Alexa yang menggantung, dan tangan kirinya mencekram pinggang Alexa.


"Emph..ah." Alexa tak kuasa menahan ledakan dalam dirinya ketika Ren semakin cepat dan dalam menggerakkan milikinya.


"Alexa.. arghh..!!" Lolongan panjang diiringi jeritan Alexa ketika Ren menembakan benih nya kedalam rahim sang Istri.

__ADS_1


Napas keduanya memburu dengan Ren yang ambruk di atas punggung Alexa. "Terima kasih sayang."


__ADS_2