Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Kejujuran


__ADS_3

"Diamlah."


Ren mengoleskan salep di luka Alexa, dan menutupnya dengan plester. Pria itu kembali merapikan kotak obat yang dia ambil tadi.


"Kenapa bisa ceroboh seperti itu." Ren menatap wajah Alexa dengan datar, sebisa mungkin tidak memperlihatkan wajah rindunya di depan Alexa.


"Aku_" Alexa terdiam, dirinya tidak tahu harus berkata apa melihat Ren masih memeperhatikan dirinya. Tapi Alexa ingin bertanya siapa wanita tadi, namun takut Ren besar kepala.


"Ternyata setelah aku memutuskan pergi kamu sudah memiliki kemajuan." Ucap Ren yang mendengar sejak tadi Alexa mau bicara.


Dan Ren pikir itu karena dirinya mengijinkan Alexa pergi dengan pria yang memang dia cintai.


"Baguslah, itu yang aku inginkan." Ren tersenyum tipis meskipun hatinya sedikit nyeri. "Kamu akan bahagia dengan orang yang kamu inginkan, dan kamu pasti sudah mendapatkan kebahagian itu sehingga kamu mau bicara denganku lagi." Ren berbicara tanpa melihat wajah Alexa, dirinya menatap lurus kedepan.


"Sekarang pergilah, karena aku hanya ingin mengobati luka mu." Ren beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


Alexa terdiam dengan perasaan tak menentu, dirinya merasa jika Ren sekarang memang berubah, apalagi jika yang Ren katakan benar, dirinya lebih bisa tenang jika berinteraksi dengan orang-orang, tapi tidak dengan orang yang dia inginkan, karena yang dia inginkan adalah suaminya sendiri bukan orang lain.


Ya, Alexa sudah menerima pernikahan mereka. Meskipun karena kejadian yang fatal, tapi Alexa merasa jika hatinya juga menginginkannya, dana Alexa ingin memperbaiki hubungannya dengan sang suami, dirinya tidak ingin Ren menjauh darinya.


Brak


Alexa membuka pintu kamar pribadi Ren kasar, meskipun dadanya berdegup kencang karena harus melihat kembali kamar yang pernah membuatnya hancur, tapi dirinya paksa untuk masuk ke dalam.


Alexa melihat Ren yang menungganginya dengan mengepalkan tangannya di dinding, sepertinya Ren telah melampiaskan tangannya meninju dinding.


"Berhenti jangan mendekat." Ren m ngangkang tangannya, agar Alexa tidak mendekat.


"Tapi Ren tangan_" Alexa menelan ludah ketika tatapan mata Ren begitu tajam, dirinya melihat luka di punggung tangan Ren.


"Pergilah, jangan pernah lagi menemuiku. Aku sudah bebaskan kamu agar bisa bersama pria yang kamu cintai, dan aku akan mengurus surat perceraian kita." Ucapnya dengan wajah datar dan dingin.

__ADS_1


Alexa menggeleng. "Apa kamu sudah tidak lagi menginginkanku, setelah apa yang kamu lakukan." Alexa perlahan maju, dengan air mata yang sudah mengalir ketika Ren mengucapkan kata cerai. "Apa aku sudah tak berarti dalam hidupmu dan tidak ada cinta lagi darimu untuk ku." Alexa berhenti di depan tubuh Ren, pria itu tidak melihat wajah Alexa melainkan membuang wajahnya ke arah lain.


"Lihat aku Ren." Alexa memaksa menangkup wajah Ren untuk menghadapnya. "Katakan jika kamu sudah tidak menginginkan aku lagi." Alexa berkata lirih dengan air mata yang masih terus mengalir, dirinya sakit mendengar kata perceraian, di pernikahan nya yang masih bisa di hitung jari.


Ren menatap dalam kedua mata istrinya yang begitu dia cintai, dirinya tidak akan pernah melepaskan Alexa dengan apa yang sudah dia lakukan, tapi dirinya juga tidak ingin kembali egois jika sang Istri lebih bahagia dengan orang lain, dan Ren akan mencoba ikhlas.


"Aku_" Ren menyentuh kedua tangan Alexa yang berada di pipinya matanya terpejam merasakan sentuhan pertama kali dari Alexa.


.


.


Yah..yahh. gantung😫


Like..komen..😘

__ADS_1


Yang udah kasih gif koin terima kasih🥰..kalian semua reader kasayang author😘😘😘


__ADS_2