
Jika Ren dan Alexa sedang menikmati aksi ranjang yang sudah membuahkan hasil, maka berbeda dengan pasangan suami istri yang sudah memiliki anak kembar laki-laki.
Mereka tengah bermain dengan si kembar yang masih membuka matanya di jam delapan malam.
Baby A, mereka menyebutnya. Karena Aaron memberikan nama untuk mereka , Ameer dan Amaar.
Ameer yang artinya penguasa atau pemimpin, dan Amaar artinya membawa kemakmuran. Dan semoga kelak mereka berdua akan menjadi orang yang sukses dengan membawa kemakmuran.
Doa kedua orang tua, akan selalu baik kepada anak-anaknya, bahkan doa orang tua tidak akan pernah putus.
"Sayang lihat, si Ameer, dia lebih kuat nyusu dari pada adik nya Ammar." Ucap Aaron yang memperhatikan putranya menyedot botol susu.,
Sena tersenyum, dirinya juga sedang memegangi botol susu putra nya Ammar, dan Aaron dengan Ameer. "Ameer memang begitu, dia lahir duluan dan tidak mau kalah." Ucap Sena terkekeh.
"Jika mereka sudah besar pasti Ammar akan lebih banyak mengalah untuk kakanya." Aaron ikut tersenyum.
__ADS_1
Setelah menghabiskan botol susu, ternayata si kembar sudah tertidur setelah tadi lelah mengoceh pada kedua orangtuanya.
Jika malam baby A memang tidur bersama mereka, karena Aaron ingin membantu merawat kedua anaknya bersama Sena. Mereka saling membantu lelah Aaron saat bekerja di kantor seharian terbalas dengan melihat tiga malaikat yang dia cintai.
Aaron ingin merasakan bagaimana repot nya mengurus si kembar A, dia juga ingin merasakan menjadi Sena.
Setelah menaruh Beby A ke dalam box bayi, kini Sena duduk di atas ranjang dengan meluruskan kalinya, menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.
"Istirahatlah." Aaron duduk di depan Sena tepatnya di samping kakinya. "Pasti kamu lelah mengurus Beby A seharian." Aaron menyentuh kaki Sena membawanya ke atas pangkuan.
Sena tersenyum menatap wajah suaminya, Aaron yang memang terkenal cuek di luar rumah tapi jika dirumah Aaron selalu membuat Sena terharu dengan perlakuannya, bukan hanya setelah menikah, dulu pun Aaron juga seperti ini jika bersamanya.
"Sudah Sayang, kamu juga pasti lelah." Sena ingin menarik kakinya tapi di tahan oleh Aaron.
"Biarkan aku memanjakan mu." Ucap Aaron dengan senyum, senyum yang membuat Sena bisa menangkap sinyal alarm di atas kepalanya.
__ADS_1
"Tidak usah menampilkan wajah seperti itu." Ucap Sena dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Aaron semakin melebarkan senyum.
Aaron maju mendekati wajah Sena. "Kenapa? kamu tidak suka wajah tampanku?" Tanya Arron dengan menaikkan satu sudut alisnya.
Sena mendelik. "Wajah tampan kamu tertutup dengan wajah mesum mu Ar." Kesal Sena yang digoda suaminya.
Aaron malah tertawa membuat Sena melotot. "Nanti Beby A bangun." Kesalnya sambil menepuk bahu Aaron.
"Karena mereka sudah tidur, jadi sekarang giliran aku." Aaron mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Sena yang selalu membuatnya candu, bibir yang setiap hari menjadi penyemangat aktifitas nya.
"Emph.." Sena meleguh dengan kedua tangannya mengalung di leher Aaron.
"Jangan lama-lama nanti mereka bangun." Ucap Sena dengan napas memburu ketika milik Aaron siap memasukinya, tubuhnya sudah polos setelah suaminya menarik baju tidur tipisnya yang berbalut kimono, semenjak memiliki si kembar Sena jarang menggunakan pembungkus di kedua gunung kembarnya, karena menurutnya itu lebih mudah jika ingin menyusui kedua bayinya, dan yang paling diuntungkan adalah suaminya.
"Tidak janji sayang, Ough."
__ADS_1
"Ar, ahhh."