Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Kehilangan 2


__ADS_3

Deg


Ren langsung membuka matanya, mendengar pertanyaan Alexa.


"Sampaikan apa?" Ren meraih wajah istrinya, untuk ditatap.


Tatapan keduanya bertemu, menyalurkan rasa yang sama, sama dalam artian memiliki cinta yang besar.


"Aku tau, kamu menyimpan sesuatu." Tangan Alexa terulur untuk menyentuh wajah Ren. "Tatapan mata kamu tidak bisa bohong Mas." Lanjutnya dengan tersenyum tipis, entah mengapa Alexa merasa jika suaminya menyimpan sesuatu yang besar, hatinya merasa gelisah melihat tatapan kedua mata suaminya.


Ren tersenyum tipis. "Tidak apa, mungkin bukan rezeki kita." Ren menarik napas dalam sebelum melanjutkan ucapanya, dada sesak. "Kejadian tadi membuat calon bayi kita_"


Deg


Alexa diam, tatapan matanya mengunci kedua bola mata Ren.


"Dia tidak bisa di selamatkan." Ren tersenyum tipis, meskipun bibirnya bergetar menahan rasa sesak didada. "Yang penting kamu tidak apa-apa sudah cukup bagiku." Matanya terasa panas, genangan cairan bening tak kuasa bisa Ia tahan.

__ADS_1


"Jadi aku hamil?" Tanyanya dengan masih menatap Ren.


Ren hanya mengangguk. "Sebelum kita tahu, Tuhan sudah mengambilnya kembali."


Tangan Alexa menyentuh perutnya. "Maaf, mama tidak tahu kalau kamu sudah hadir disini."


Tes


Air matanya meluncur bebas, siapa yang tidak sedih dan terpukul akan kehilangan seorang anak, apalagi mereka tidak tahu jika malaikat kecil sudah tumbuh di rahimnya.


Ren memeluk tubuh Alexa, mendekapnya erat untuk menenangkan. "Semoga Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik sayang." Ren mengecup kepala Alexa berkali-kali, dirinya juga tak kuasa menahan air matanya.


Mereka sama-sama merasakan kehilangan, kehilangan malaikat kecilnya yang baru tumbuh.


"Tidak apa, itu tandanya kita harus lebih giat untuk mendapatkan nya lagi." Celetuk Ren membuat Alexa sedikit menjauh dari pelukannya.


"Iya kan, kita harus lebih giat lagi, agar kembali mendapatkan nya." Ucap Ren lagi yang di tatap oleh istrinya.

__ADS_1


Bugh


Alexa memukul dada suaminya, bibirnya mengerucut mendengar ucapan Ren.


"Kamu mesum, gak mikirin aku yang lagi sakit."


"Yang sakit di sini sayang, bukan disini." Canda Ren menyentuh inti bawah Alexa.


"Mass." Alexa merengek dengan wajah kesal.


Ren tertawa, perasaanya kembali hangat melihat istrinya yang sudah kembali bisa di ajak bercanda, meskipun kesedihan masih mendominasi, tapi dirinya tidak ingin melihat Alexa terus bersedih.


"Jangan bersedih, kita bisa lalui bersama-sama. Dan sekarang kita berdoa semoga Tuhan menggantikannya dengan yang lebih." Ren menatap Alexa.


"Iya Mas, terima kasih sudah menjadi suami yang begitu mengerti, aku beruntung memilikimu." Alexa langsung memeluk suaminya, dirinya merasakan jika Tuhan mengirimnya orang yang tepat. Meskipun di awal dirinya tidak menyukai pria yang dia peluk, tapi seiring waktu kebersamaan mereka membuat Alexa tau sisi suaminya yang sesungguhnya.


"Iya sayang, Mas mencintaimu."

__ADS_1


Sang Maha Kuasa memberikan manusia lembaran baru di setiap harinya. Jika hari ini kamu merasa sangat sedih, maka buatlah sedih itu hilang di keesokan harinya. Hapus duka laramu, dan jalani hari esok dengan senyuman. Badai pasti berlalu, demikian juga momen kehilangan buah hati yang kamu cintai juga lambat laun akan menjadi kenangan duka yang pernah mampir dalam hidupmu. Selagi masih diberi kehidupan oleh Sang Maha Pencipta, sudah seharusnya kita bangkit dari kesedihan dan bersiaplah menoreh warna di hari-hari baru berikutnya.


__ADS_2