Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part64


__ADS_3

Diki menatap Alena yang duduk didepannya. "Maaf Len, aku gak ada saat kamu butuhkan." Diki meremat tangan Alena lembut, dirinya benar-benar merasa bersalah dengan tidak ada di samping Alena ketika gadis itu membutuhkan nya.


Diki mengajak Alena ke kantin rumah sakit, dan Alisa di tunggu oleh ibunya.


"Iya Mas, Lena ngerti kesibukan Mas." Ucap Alena tersenyum tipis, entah mengapa dirinya merasa tidak lagi nyaman dengan Diki.


"Terimakasih sudah ngertiin Mas." Diki tersenyum dengan mencium punggung tangan Alena.


Dirinya begitu menyesali perbuatannya yang terlalu sibuk mengurusi Mega yang sedang membuatnya kesal, dan Diki harus membereskan masalahnya dengan Mega sebelum semua diketahui Alena.


Ya, belakangan ini Diki mengiris Mega yang sudah keterlaluan dan akan menggalakan rencananya jika dirinya tidak bertindak cepat. Maka dari itu Diki baru mendatangi Alena, ketika urusannya dengan Mega Ia anggap sudah selesai dan aman.


.


.


Ditempat lain Bimo sedang bersama Yuda, menyelidiki kecelakaan Alisa yang tabrak lari.


"Gue akan kasih informasi jika, ada perkembangan." Ucap Yuda menutup laptopnya.


"Secepatnya Yud." Ucap Bimo yang mengembuskan napas lelah.


"Siap, Anak buah gue lagi nyari keberadaan tu cewek, gue heran si kadal buntung buang kemana tuh cewek." Ucap Yuda yang duduk dengan menyesap minumannya.


Sudah dua hari Yuda tidak melihat dimana wanita yang jadi selingkuhan Diki, bersamaan Diki yang menghilang tanpa kabar.

__ADS_1


Yuda yakin jika Diki yang sudah menyembunyikan Mega, karena Yuda sempat bertemu Mega di cafe dan Diki melihat hal itu.


Karena Diki tahu jika Yuda adalah pacar sahabat Alena, dan Diki tidak mau jika rahasianya diketahui oleh Alena.


"Gue pengen ini cepet selesai Yud, sebelum dia menekan Alena untuk segera menikah." Ucap Bimo menatap Yuda serius.


Yuda hanya mengangguk menanggapi ucapan Bimo.


Yuda sedang menyelidiki kasus Alisa, yang ternyata cctv di jalan itu sedang rusak, jadi Yuda kesulitan untuk mencari tersangka pengemudi mobil tersebut.


Bimo menyandarkan kepalanya di kursi, memejamkan mata bayangan Alena yang pagi tadi sekelebat di pikiranya membuatnya tersenyum.


Bugh


"Sialan loe."


.


.


.


"Nak, ibu mau bicara." Ucap Hesti ibu Diki.


Alena menatap wanita yang begitu baik didepanya.

__ADS_1


"Iya Bu.."


"Ibu sudah siapkan semua perlengkapan kalian menikah, jadi ibu akan pergi keluar kota untuk waktu yang lama, dan sebelum ibu dan bapak pergi kami ingin melihat kamu dan Diki sah dulu." Ucap Hesti mengelus punggung tangan Alena. "Minggu depan kalian harus menikah."


Deg


Alena membeku mendengar ucapan ibu Diki. "Tapi Bu_"


"Iya sayang, kamu tenang saja semua sudah Mas siapkan kamu hanya tinggal siapkan diri kamu." Ucap Diki memotong ucapan Alena, dirinya tidak mau jika berubah pikiran dan pria lain akan mengacaukan rencananya.


Alena bergantian menatap Diki, dirinya bingung harus bagaimana, hatinya sudah tidak untuk Diki lagi, tapi dirinya tidak tahu bagaiman cara mengakhirinya.


Ini adalah hal terbesar dalam hidupnya, keputusan yang sulit untuk dirinya sendiri.


Melihat Alisa yang masih terbaring membuat Alena merasa sedih, dan disaat dirinya membutuhkan Diki pria itu sama sekali tidak ada, dan Bimo lah yang menjadi dewa penolongnya. Hatinya sudah memilih pria itu namun keadaan yang membuatnya susah untuk mengambil keputusan.


.


.


.


Mas Bimo Aku padamu..🤣🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2