Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Beruntung memiliki Alexa.


__ADS_3

"Jihan, bagaimana?" Tanya Maura yang pura-pura baru keluar dari lift.


"Kau dari mana saja," Jihan menatap Maura kesal, dia pikir tadi Maura akan membantunya, tapi wanita malah pergi entah kemana, dan dirinya malah mendengar fakta yang mengejutkan.


"Maaf, aku baru saja menerima telepon penting, jadi aku butuh privasi." Kilahnya agar Jihan percaya. "Lalu bagaimana, apa yang terjadi?" Tanya Maura dengan wajah di buat penasaran, padahal dirinya sudah mendengar semua yang terjadi di dalam.


"Kau tau, ternayata wanita murahan itu sudah berhasil menggaet Ren, dengan tubuhnya yang murahan itu, dan parahnya mereka sidah menikah." Ucap Jihan dengan nada kesal bercampur marah.


"Apa hebatnya wanita itu di banding aku." Ucap Jihan dengan percaya diri menyombongkan dirinya.


Maura hanya tersenyum sinis tanpa dilihat Jihan. Jelas lebih menarik Alexa dari pada Jihan, karena Jihan bekerja sebagai wanita panggilan, dan Alexa pasti yang pertama untuk suaminya. Dan Maura bisa jamin itu.


"Ya sudah, lain kali kita atur rencana agar wanita itu ditinggalkan oleh suaminya." Kompor Maura yang melihat Jihan emosi, pasti Wanita itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan yang dia mau, apalagi pria kaya seperti Birendra Seno Bagaskara.


"Ya, kamu benar, aku akan singkirkan wanita itu dari hidup Ren." Jihan tersenyum penuh kebencian mengingat Alexa yang sudah berhasil mengambil miliknya.

__ADS_1


"Harus, aku pasti dukung kamu." Maura merangkul bahu Jihan, seolah memberi dukungan dengan apa yang akan Jihan lakukan. Padahal Maura mengambil kesempatan itu.


Jika Jihan bisa menyingkirkan Alexa, maka Maura hanya tinggal menyingkirkan Jihan yang bodoh ini.


Bukan perkara sulit jika hanya menyingkirkan Jihan, karena jika menyikirkan Alexa maka dirinya yang akan berhadapan langsung dengan Ren, dan Maura yakin jika Alexa sangat di lindungi oleh suaminya. Maka dari itu lebih mudah menyikirkan Jihan yang tidak lagi di harapkan, dan Maura akan mengunakan Jihan untuk menyikirkan Alexa. Karena begitu dirinya akan mudah untuk mendekati Birendra.


'Heh, dasar wanita bodoh.' Maura tersenyum menyeringai dalam hati.


.


.


Alexa menoleh, setelah selesai memakai pakaiannya kembali, bahkan rambut Alexa masih setengah basah.


Ya, Ren mengurung Alexa di ruang pribadinya untuk bercinta, setelah Jihan pergi Ren membawa istrinya masuk ke dalam kamar untuk menuntaskan hasrat yang tadi tertunda karena adanya Jihan.

__ADS_1


Dan kebetulan Alexa datang sebelum tiga puluh menit jam istirahat, jadi Ren memanfaatkan waktu mereka untuk menyalurkan hasrat.


"Baiklah, aku pesan taksi saja kalau begitu." Alexa membantu suaminya memakiakan kemeja dan mengancingnya.


"Kenapa? kamu tidak mau di jemput Juno." Tanya Ren dengan menaikan alisnya sebelah.


Alexa selesai mengancingkan kemeja Ren, dan menepuk dada itu pelan. "Bukan, aku ingin pergi ke rumah Gesya, sudah lama aku tidak kesana." Alexa menatap suaminya. "Boleh." Dengan senyum manis Alexa meminta ijin.


Ren hanya tersenyum tipis, melihat senyum Alexa membuatnya tidak bisa menolak permintaan sang istri. "Baik lah, kalau begitu biar aku jemput saat kamu pulang." Ren mencium kening Alexa.


"Terima kasih." Alexa memeluk tubuh suaminya yang sangat nyaman untuk di pelukable.


"Sama-sama." Ren membalas pelukan Alexa dengan mencium kepala nya. Sungguh Ren merasa hidupnya lebih berwarna dengan hadirnya Alexa di sisinya.


Dirinya beruntung memiliki Alexa dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2