Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part101


__ADS_3

Drt...Drt..Drt..


Ponsel di atas nakas berdering, sedangkan dua manusia yang kelelahan masih bergelung di bawah selimut dengan saling berpelukan.


Tangan Bimo meraih ponselnya dengan mata yang masih setengah tertutup.


Nama Mamanya yang tertera dilayar ponsel.


"Halo Mah." Suara Bimo terdengar serak.


"Dari tadi Mama telfonin kamu kenapa susah sekali sih, bikin Mama kesel deh." Ucap Leina dengan nada kesal di seberang sana.


"Hm...Bimo lagi tidur Mah, gak denger." Ucap Bimo dengan mata yang sudah terbuka bibir nya mengecupi kepala Alena.


"Egh.." Alena meleguh ketika hati Bimo dengan nakal meremas dan memilin nippel nya, karena Alena masih polos dan Bimo hanya memakai bokser pendek.


"Kamu sedang apa sayang?" Tanya Alena di seberang sana, karena mendengar seperti suara *******, sedangkan tersangkanya tidak tahu jika suaranya didengar oleh orang lain.


"Bikin cucu buat Mama apa lagi." Ucap Bimo santai dengan tangan semakin nakal menyentuh bagian sensitif istrinya.


"Emm..sshh.." Suara Alena semakin menjadi ketika bibir Bimo malah menyesap lehernya.


"Bimo, keterlaluan kamu ya..! Mama tidak mau tahu kamu harus datang sekarang juga ke cafe xx, Mama dan papa tunggu disana, ingat kamu harus datang sendiri..!!" Leina yang kesal dan marah pun langsung mematikan panggilan nya.


"Sayang..shh." Alena membuka matanya, dan ternyata suaminya sedang menikmati buah dadanya.

__ADS_1


"Bim..emph." Alena bergerak ingin bangun namun suaminya itu tidak mau melepas bibirnya.


"Yank.." Alena merengek ketika tangan Bimo malah ikut bermain.


"Kenapa?" Bimo menyudahi aktifitasnya dan menatap wajah Alena tanpa dosa.


Alena memberengut melihat wajah suaminya yang datar biasa saja. "Awas aku mau mandi." Ucap Alena karena melihat jam sudah pukul tujuh malam lewat.


"Hm.." Bimo menggeser tubuhnya untuk duduk." Mandi lah dan bersiap-siap dandan yang cantik." Ucap Bimo mengelus rambut Alena.


"Siap-siap? dandan cantik? memangnya mau kemana?" Tanya Alena dengan kening mengkerut.


"Mama mengundang kita untuk makan malam." Ucap Bimo yang sedikit berbohong, padahal Mamanya hanya menyuruhnya datang sendiri. Dan pasti itu tidak akan terjadi lebih baik dirinya tidak datang daripada meninggalkan istrinya dan pergi sendiri.


"Hm.." Bimo langsung berdiri dan mengangkat tubuh polos istrinya untuk mandi bersama.


"Yank, aku bisa mandi sendiri." Ucap Alena ketika sudah berada di dalam balthub, dan Bimo ikut masuk kedalam setelah melepas penutup terakhirnya.


"Waktu kita tidak banyak sayang, Mama dan papa sudah menunggu." Bimo membantu Alena menyabuni tubuhnya dari belakang.


Alena pun pasrah dengan perlakuan Bimo. Tiga puluh menit mereka selesai untuk mandi dan kali ini tanpa drama air balthub tumpah-tumpah dan bergelombang lokal ketika keduanya melakukan mandi bersama.


"Kamu cantik sayang." Bimo berdiri dibelakang Alena yang sudah menggunakan dress berwarna maroon tanpa lengan, memperlihatkan dadanya yang putih mulus.


Alena membalikkan tubuhnya dan tersenyum. "Suamiku juga tampan." Ucap Alena memuji ketampanan suaminya.

__ADS_1


Bimo menggunakan pakaian semi formal berwarna hitam.


Cup


"Terima kasih sudah memuji." Senyum Bimo mengembang, hatinya berbunga-bunga karena untuk pertama kali Alena memujinya.


"Hm.." Alena mengembangkan senyum.


"Ayo, kita sudah sangat telat." Bimo menggandeng tangan Alena.


Meskipun dirinya tahu sudah sangat telat namun tak peduli, karena pasti Mama nya memiliki rencana untuk dirinya, apalagi harus datang sendiri tanpa istrinya.


.


.


.


Mas Bim-Bim 😍



NEng Ale-Ale..🥰


__ADS_1


__ADS_2