Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Pemandangan menyebalkan


__ADS_3

Ren segera menyelesaikan pekerjaan di kantor sang papa, karena masih pukul tiga sore. Ren berniat untuk datang ke kantornya, padahal besok pagi dirinya juga pasti akan datang ke Bagaskara Grub. Tapi karena ada sesuatu yang dirinya ingin pastikan maka Ren sudah tak sabar untuk mendatangi kantornya.


Mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata entah mengapa Ren ingin sekali cepat sampai di kantornya.


"Ah, sial..!!" Ren memukul setir kemudi ketika didepan sana ternyata jalanan macet, sedangkan untuk lewat jalan pintas masih ada sekitar satu kilo untuk melewatinya.


Ren menunggu dengan tidak sabar, bahkan dirinya sampai menekan klakson hingga beberapa kali.


"Pak di depan sana ada apa?" Tanya Ren membuka kaca jendela mobil, ketika ada seseorang penjual asongan melewati mobilnya.


"Oh, itu baru saja terjadi kecelakaan beruntun pak, dan polisi sedang mengamankan nya." Ucap penjual asongan, dan segera pergi setelah Ren berterima kasih.


"Ah, kenapa lama sekali." Ren mengusap wajahnya, ketika sudah setengah jam dirinya terjebak macet, dan tiga puluh menit lagi jam kerja kantor sudah habis.


Cukup lama mobil yang Melawati jalan itu terjebak macet, dan berjalan merayap sedikit demi sedikit, Ren langsung mmebating setir ke kiri untuk melewati jalan pintas agar lebih cepat.


Jika lewat jalan utama sekitar lima belas menit baru sampai, maka lewat jalan pintas lebih cepat.


"Hah akhirnya." Ren bernapas lega, dan langsung menancap gas agar segera sampai.


"Lex kamu mau pulang bareng aku?" Tanya rekan kerja Alexa yang masih lajang, karena ketiga nya sudah memiliki keluarga dan hanya Nino yang masih lajang.


"Em, aku masih ada sedikit pekerjaan kamu duluan saja."Ucap Alexa yang hanya sebentar menatap Nino dan kembali fokus pada komputernya.


"Ck, pantas saja kamu di pindah kesini hari pertama kerja saja kamu sudah rajin begitu." Ucap Nino yang berdiri dibelakang kursi Alexa, karena meja kerja mereka sampingan dan hanya disekat untuk pembatas.

__ADS_1


"Hehe..tanggung No, biar kelar sekalian jadi besok bisa ngerjain yang lain." Alexa menyengir, diruangan itu hanya tinggal mereka berdua karena ketiga nya tadi sudah pulang sepuluh menit yang lalu.


"Yasudah aku pulang dulu ya." Nino pun pamit pulang lebih dulu.


Sekitar sepuluh menit kepergian Nino, pintu ruangan itu kembali terbuka.


"Exa kamu masih belum pulang." Diaz masuk keruangan Alexa, ketika dirinya melintasi pintu bawahannya ternyata lampu nya masih menyala dan Diaz juga melihat Alexa masih duduk di kursi kerjanya.


Alexa yang akan mematikan komputer nya pun menoleh. "Ini mau pulang kak." Ucapnya dengan membereskan meja kerjanya.


Diaz berdiri di samping meja kerja Alexa, dan menunggu gadis itu membereskan mejanya.


Diaz tersenyum, dulu dirinya memang tidak pernah menyapa Alexa ketika menjadi adik tingaktnya, karena memang Diaz bukan tipe pria yang suka mendekati wanita, justru para wanita yang lebih dulu mendekatinya.


"Kenapa senyum-senyum sendiri." Alexa menatap Diaz dengan mengerutkan keningnya.


"Masa labil." Ucap Alexa dengan memakai tas nya dan tersenyum.


"Hm.." Diaz hanya tersenyum. "Ayo pulang bersamaku." Pria itu langsung menarik tangan Alexa menggandengnya untuk keluar dari ruangan.


Alexa hanya diam dan tersenyum melihat tangannya di genggam oleh pria yang dulu banyak di minati dan di gandrungi oleh semua siswi di sekolahnya.


Keduanya masuk ke dalam lift, dengan obrolan ringan, dan tertawa ketika ada hal yang mengatakan mereka di masa sekolah dulu.


Diaz yang sejak dulu memang tipe cowok ramah kepada semua siswi, namun Diaz bukanlah cowok playboy yang suka mengoleksi banyak kekasih ataupun gebetan.

__ADS_1


"Ternyata tempat tinggal kamu, satu arah dengan rumahku." Ucap Diaz yang baru saja bertanya alamat rumah Alexa.


"Kebetulan sekali ya." Alexa lebih dulu keluar dari pintu lift ketika terbuka.


Keduanya berjalan beriringan, di lobby kantor memnag sudah sepi, hanya ada sedikit orang yang juga batu kelauar. Karena mereka memang pulang belakangan.


"Tunggu disini, aku ambil mobil dulu." Diaz menyuruh Alexa untuk menunggu di depan lobby, ketika dirinya mengambil mobilnya di parkiran basemen.


Alexa berdiri di sini kanan pintu lobby, dan tak lama mobil Diaz berhenti didepan Alexa berdiri.


Diaz keluar dan membukakan pintu mobil untuk Alexa. "Tidak lama kan." Ucap Diaz dengan tersenyum.


"Ish, Kakak lebay.. aku bukan tuan putri." Ucap Alexa yang mengomentari perbuatan Diaz ketika membukakan pintu mobil untuknya.


"Ya salam.. aku kan hanya melakukan seperti kebanyakan pria lakukan."


"Biar apa? biar romantis gitu." Ucap Alexa sambil tertawa.


"Ya, mungkin seperti itu." Diaz juga ikut tertawa.


Dan kegiatan mereka tak sengaja membuat seseorang yang mobilnya baru saja memasuki arena kantor mengepakkan tangannya kuat, entah mengapa melihat pemandangan didepan sana membuat dada Ren panas.


"Cih, wanita murahan."Ren bertambah geram ketika melihat Alexa tertawa dan mau masuk ke dalam mobil staf karyawan yang dia tahu bagian keuangan.


Tak lama mobil Diaz melewati mobil Ren yang berhenti. Dan karena Diaz tahu jika itu mobil atasnya maka Diaz membunyikan klakson mobilnya dan membuka kaca jendela nya untuk menghormati.

__ADS_1


Dari sana Ren bisa lihat jika Alexa juga menoleh ke arahnya, dan wajah wanita itu juga ikut tersenyum, meskipun mereka tidak melihat wajahnya, karena kaca mobil Ren terlihat gelap dari luar.


"Sial..!!" Ren mengumpat kasar, dengan setir kemudi yang menjadi sasaran amukan nya.


__ADS_2