
Ren sudah tiga puluh menit menunggu Alexa di dalam mobil, dirinya lebih memilih untuk meninggalkan mereka yang mungkin saling mengungkapkan kerinduan. Itulah yang Ren pikirkan dan sialnya membuatnya semakin tak karuan.
"Sial..!!" Umpatnya memukul setir kemudi, dirinya tidak rela jika senyum Alexa kembali karena pria lain, dan dirinyalah seharusnya yang berhak dengan Alexa. Tapi Ren tidak ingin membuat Alexa menjadi bertambah membencinya jika dirinya muncul di hadapan mereka.
Ren yang sudah tidak bisa menunggu lama, dirinya ingin keluar menghampiri istrinya di dalam, namun belum sempat keluar niatnya Ia urungkan ketika melihat istrinya di gandeng dengan Diaz, dan pria itu membawa istrinya untuk memasuki mobilnya.
Tangannya mencekram erat setir kemudi kilatan amarah terpancar di kedua matanya, Ren menatap mobil yang perlahan bergerak membawa istrinya.
"Mau kemana mereka." Ucapnya dengan geraman rendah. Sebisa mungkin dirinya tidak mengajar Diaz ketika ada Alexa bersamanya, dan pasti jika itu terjadi akan membuat trauma Alexa semakin parah.
Ren mengikuti mobil yang membawa istrinya pergi, dengan perasaan resah, sebisa mungkin dirinya menahan kesabaran untuk tidak bertindak terlalu jauh yang akan merugikan dirinya sendiri.
Alexa yang sekarang bukanlah Alexa yang dulu akan melawanya ataupun membuatnya kesal, Alexa yang sekarang adalah istri yang harus dia perhatikan dan jaga perasaanya.
Tak lama mobil yang Ren ikuti berhenti di taman kota, taman yang cukup ramai karena hari Weekand, banyak pengunjung yang menemani buah hati ataupun hanya sekedar menghilangkan penat setelah hampir satu minggu bekerja.
Ren melihat jika Diaz membukakan pintu mobil untuk Alexa dan kembali menggandeng tangan wanitanya.
__ADS_1
"Cih, berani sekali dia menyentuh istri orang." Kesalnya dengan perasaan dongkol.
Diaz sengaja mengajak Alexa untuk sekedar menikmati akhir pekan dengan datang ke tempat hiburan yang mungkin bisa membuat perasaan Alexa lebih baik, meskipun Diaz tidak bertanya dirinya tahu jika Alexa sedang tidak baik-baik saja. Bertanya pun Diaz tidak akan mendapatkan jawaban dari Alexa.
"Ternyata kalau akhir pekan taman lumayan ramai anak-anak ya." Diaz tersenyum menatap ke depan, Dimana ada beberapa anak kecil yang asik dengan mainan yang mereka bawa.
Mereka berdua duduk di kursi panjang dengan pemandangan danau buatan khusus untuk menyejukkan mata.
"Kamu ingin es krimnya?" Tanya Diaz ketika matanya tak sengaja melihat penjual eskrim yang cukup ramai dengan pembelinya. "Sepertinya rasanya enak, karena ramai yang beli." Ucap Diaz lagi membuat Alexa menoleh ke objek yang Diaz katakan.
"Sebentar, aku kesana dulu." Diaz meninggalkan Alexa untuk membelikan kekasihnya eskrim.
Melihat beberapa orang tua yang menemani buah hati mereka membuat hatinya tiba-tiba terenyuh, Alexa mengingat kejadian dimana Ren menidurinya dan menumpahkan benih di rahimnya, seketika Alexa menunduk dan mengelus perutnya sendiri.
'Apakah dia akan hadir.' Ucapnya dalam hati.
Dan ketika itu dirinya melihat sepasang sepatu berada di depannya, Alexa langsung mendongak Ia pikir Diaz dan ternyata.
__ADS_1
"Kamu disini?" Tanya Ren yang sengaja seperti tidak tahu Alexa kemari bersama seseorang.
Alexa menatap wajah suaminya, terdapat guratan kemarahan, tapi pria itu berusaha untuk tersenyum.
"Ayo kita pulang, aku sudah selesai dan aku merasa lapar." Ucapanya lagi dengan menarik tangan sang istri.
Alexa hanya diam dan mengikuti langkah suaminya yang membawanya, dirinya juga merasa bersalah sudah pergi tanpa sepengetahuan dan ijin dari suaminya.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan keduanya sama-sama diam, jika Alexa memang keadaanya seperti itu, lain jika Ren yang juga hanya diam. Alexa menjadi bingung apakah Ren melihatnya pergi dengan Diaz dan pria itu pura-pura tidak tahu.
Biasanya Ren akan bicara apa saja, meskipun tidak dirinya tanggapi, tapi sekarang Ren diam saja.
.
.
Cuss ahh...butuh semangat dari kalian 🧐
__ADS_1
Siapa tau otornya hilaf lagi🤧