Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Ikhlas


__ADS_3

Dibalik musibah pasti ada hikmahnya, begitupun dengan Ren Alexa mereka percaya jika Tuhan pasti sudah menyiapkan rencana yang indah untuk keluarga kecil mereka.


Keduanya sudah ikhlas untuk melepaskan apa yang jadi kehendaknya.


Sedih tentu saja mereka merasa sedih dan berduka, namun mereka tetap berusaha saling menguatkan dimana ini adalah cobaan untuk pernikahan dan rumah tangga mereka yang harus mereka jalani dengan hati lapang dan ikhlas.


Pagi ini Ren masih setia menemani sang istri, dirinya tidak pernah meninggalkan Alexa sedikitpun, kecuali ke kamar mandi sisanya Ren selalu ada di samping sang istri.


"Mas, kamu bekerja?" Tanya Alexa yang membuka mulutnya untuk menerima suapan dari suaminya, Ren duduk didepan Alexa yang setengah duduk di ranjang pasien.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi tapi suaminya masih betah duduk didepannya.


"Tidak, aku menyuruh Juno untuk mengirim laporan lewat email."


Ren memang menyuruh asisten nya untuk mengirim pekerjaanya ke rumah sakit jika ada yang penting. Dirinya tidak mau meninggalkan Alexa sendiri.


"Tapikan Mas banyak pekerjaan, Mas memiliki tanggung jawab yang besar."Ucap Alexa lagi setelah minum air yang berada di tangannya, dirinya sudah menghabiskan sarapan paginya.


"Pekerjaan tidak ada habisnya sayang, keluarga adalah yang terpenting." Ucap Ren sambil menaruh mangkuk makanan Alexa.


Alexa hanya diam, yang di katakan suaminya benar. Pekerjaan tidak ada habisnya, bahkan kita sampai yang di kejar-kejar pekerjaan.


Pukul sebelas siang, Bimo beserta Sena dan Aaron mendatangi ruang rawat Alexa, pagi hari Ren batu memberi kabar setelah perasaan mereka sudah lebih baik dan bisa menerimanya dengan ikhlas.


"Maaf karena membeli kado buat twins kamu jadi seperti ini." Ucap Sena wajah sendu.


"Bukan kak, ini memang sudah takdir tuhan, jika bukan membeli kado untuk twins, pasti akan ada kejadian lain." Jawab Alexa dengan menyentuh tangan kakak iparnya, Alexa tau jika Sena merasa begitu sedih dan bersalah.


"Kakak bangga sama kamu," Sena mengelus kepala Alexa. "Kamu adalah wanita yang kuat, adik kakak beruntung mendapatkan kamu." Sena tersenyum, dirinya benar-benar salut dengan Alexa, jika dirinya yang mengalami entah sanggup atau tidak.

__ADS_1


Alexa membalas senyum, "Bukan hanya Ren yang beruntung kak, tapi aku juga beruntung memiliki keluarga seperti kalian." Alexa memeluk Sena, bagi Alexa Sena adalah kakak yang baik, meskipun belum mengenal lama.


"Kami juga beruntung memiliki kamu." Sena pun ikut memeluk Alexa.


Ketiga laki-laki yang duduk di sofa hanya memperhatikan kedua wanita itu dengan senyum.


"Papa harap kalian jangan putus asa, dibalik musibah pasti ada hikmahnya." Ucap Bimo yang duduk di samping putranya.


Ren hanya mengangguk. "Iya pah, kami sudah ikhlas, semoga Tuhan menggantinya dengan yang lebih baik."


Aaron pun ikut memberi semangat untuk adik iparnya, dirinya juga pasti akan bersedih jika di posisi Ren, tapi kehidupan terus berjalan dan tidak sepantasnya kita terpuruk dengan waktu yang lama.


Ceklek


"Permisi, selamat siang." Diaz membuka pintu dan masuk lebih dulu, dibelakangnya ada bawahannya yang ikut menjenguk Alexa.


"Selamat siang, Diaz masuklah." Ren lebih dulu berdiri, melihat siapa yang datang. Meskipun Diaz dulu rivalnya, namun kini Ren sudah tidak ada rasa benci karena dirinya sudah mendapatkan hati sang Istri sepenuhnya.


"Mbak Mita, Gesya." Alexa memanggil rekanya yang wanita, karena yang lain berstatus laki-laki.


"Lexa, bagaimana keadaan kamu." Mita dan Gesya mendekati Alexa yang masih memeluk Sena, bagi Diaz dan Gesya yang sudah tau tentu mereka biasa saja. Lain halnya Mita dan ketiga lainya yang masih tak percaya jika Alexa begitu sangat dekat dengan orang terpenting di kantor mereka.


"Baik mbak, sudah lebih baik." Alexa tersenyum, dan sedikit melonggarkan pelukannya untuk duduk.


"Lex_ em." Gesya sempat melirik Sena dan bosnya dirinya masih kaku untuk memanggil Alexa nona.


"Panggil aku seperti biasa Sya, tidak usah sungkan aku tahu kamu sudah mengetahuinya." Alexa tersenyum tipis. Dirinya memang tidak ingin diistimewakan meskipun setatusnya adalah istri CEO di kantornya.


Ehem

__ADS_1


Ren pun berdehem untuk minta perhatian mereka semua.


"Maaf, tapi saya rasa kalian perlu tahu siapa Alexa, karena kalian adalah satu tim dengan Alexa." Ren berucap dengan mendekati Alexa di ranjang. Sontak Mita dan Gesya pun bergeser sedikit menjauh, berbeda dengan Sena yang sudah duduk di samping sang suami yang posesif.


Ren merangkul bahu Alexa, "Alexa bukan kekasih ataupun pacar saya, tapi Alexa adalah istri saya."


Glek


Mita yang mendengar menelan ludah kasar. "Karena pernikahan kami hanya di hadiri keluarga penting saja, jadi saya rasa kalian juga perlu tahu jika saya dan Alexa sudah menikah dua bulan lalu."


Ucapan Ren semakin membuat Mita dan rekan lainnya syok.


m


"Kalian tidak perlu memperlakukan aku istimewa, aku ingin kalian memperlakukan aku seperti biasa tanpa ada batasan, dan kami juga masih merahasiakan pernikahan kami, jadi hanya kalian yang tahu." Ucap Alexa menimpali perkataan sumainya.


"Ya, dan itulah permintaan istri saya, meskipun saya ingin mengumumkannya, tapi dia selalu menolak." Ren mengecup pucuk kepala Alexa di depan para karyawan nya, membuat Alexa tersipu malu.


.


.


Hay..Hay.. pembaca setia author yang baik hati sejagat raya tiada tandingannya 😍😍😍


Author punya karya baru, yuk di intip dan klik tanda fav ❀️ Ke rak baca kalianπŸ₯°


Masih genre romantis, dan pasti kalian penasaran kan siapa tokoh yang author buat🀭🀣


Yukkk kepoin, udah ready 8Bab, cusss otw ke rumah baru...πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ Klik profil author ya..😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2