Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Hamil


__ADS_3

Raungan Ren yang biasanya sepi kini menjadi ramai apalagi Mita dan Gesya masih di sana dan di tambah dengan Juno. Mereka begitu senang dan bahagia melihat pasangan yang baru saja mendapatkan anugerah titipan dari sang pencipta.


Seperti yang Mita katakan jika Alexa sedang isi, meskipun di awal jawaban Alexa bikin orang darah tinggi tapi perlahan Mita menjelaskan apa maksud dari ucapanya tadi.


Oleh karena itu Ren memanggil dokter kandungan untuk memeriksakan sang istri dan benar saja jika Alexa sedang hamil tiga Minggu.


Tawa bahagia dan tangis haru menjadi tontonan mereka yang baru pertama melihat Ren bos mereka menangis karena bahagia. Melihat itu mereka semua juga merasa terharu.


"Jadi permintaan aneh mu, karena dia." Ren mengelus perut rata Alexa dengan lembut, dirinya ingat permintaan aneh Alexa pagi ini. Yang menyebabkan semua orang terkena imbasnya.


"Aku tidak tahu, tapi aku senang dia sudah berani bikin papanya pusing." Alexa menyengir menpilkan giginya yang rapi, membuat orang yang disana tertawa, tapi tidak untuk Ren.


"Yang jelas, jangan ada drama untuk tidur diluar." Ucapnya dengan nada sindiran. Dirinya ingat dua kali dalam seminggu Alexa mengusirnya dari kamar.


Dan ternayata itu juga ulah Alexa yang hamil.


"Selamat nak, jaga kandunganmu dengan baik." Ucap Bimo dengan tersenyum.

__ADS_1


Dirinya bahagia akan mendapatkan cucu lagi di usianya yang sekarang, Om nya saja belum memiliki menantu apalagi cucu. Sungguh Bimo sangat bahagia melihat anak-anaknya seperti sekarang ini.


"Terima kasih Pah, Lexa akan menjaganya." Alexa membalas senyum.


"Baiklah, kalau begitu papa pergi dulu." Bimo beranjak dari duduknya, hari ini dia ada janji dengan seseorang.


"Hati-hati Pah." Ucap Ren dan Alexa bersamaan.


Setelah papanya pergi, Ren menatap tiga orang yang masih berdiri disana entah menunggu apa.


"Apa kalian tidak punya pekerjaan." Tanya Ren dengan wajah datar kembali.


"Kembalilah bekerja jika tidak ingin gaji kalian saya potong." Ucap Ren dengan nada dibuat mengancam.


"Yah,yah jangan pak, nanti anak saya tidak bisa makan enak." Mita menarik Gesya pergi, padahal mereka tadi senang melihat wajah bos nya yang tampan itu menunjukan sisi menggemaskannya. Tapi sekarang sudah sadar dan menunjukan taringnya.


"Ampun bos, mundur alon-alon." Juno berjalan mundur dengan cengiran ketika mendapat tatapan tajam dari bos-nya.

__ADS_1


"Mas.." Alexa menggeleng, memperingati.


"Kenapa? aku hanya ingin bersama kalian." Ren memeluk perut Alexa, dan menundukkan kepala untuk menciumnya.


"Baik-baik disini sayang." Ren berbicara sambil mengelus perut Alexa.


"Kamu bahagia?" Tanya Alexa membuat wajah Ren mendongak. "Tentu saja, aku bahagia." Jawabnya dengan tersenyum.


"Terimakasih sudah melengkapi kehidupanku." Ucap Ren dengan mengelus pipi Alexa.


"Sama-sama, aku juga bahagia mendegar ada malaikat kecil kembali tumbuh di dalam sini." Ucapnya menunduk dan menyentuh perutnya.


Mulai sekarang Ren akan menjaga Alexa lebih ketat lagi, dirinya tidak mau kehilangan bayinya lagi cukup hanya sekali waktu itu.


"Kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Ren yang ingat akhir-akhir ini Alexa suka meminta yang aneh-aneh.


Alexa nampak berpikir dirinya menginginkan sesuatu tapi sedikit tidak enak untuk mengucapkannya.

__ADS_1


Ren yang menyadari wajah istrinya pun kembali bicara. "Katakan saja, jika bisa aku berikan akan aku turuti." Ucapnya mengelus pipi mulus Alexa.


"Em..aku_"


__ADS_2