Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Keadaan yang lebih baik


__ADS_3

"Alexa kamu dari mana saja?" Tanya Diaz ketika Alexa membuka pintu ruang kerjanya.


Diaz berdiri di dekat mejanya, dan semua rekan kerjanya melihat ke arahnya.


"Em, saya ada urusan pak, maaf kalau lama." Jawab Alexa dengan menunduk, walaupun mereka pernah dekat tapi Diaz adalah atasannya di kantor dan Alexa sudah menjaga jarak dengan pria itu dan bersikap formal.


"Kenapa kamu tidak ijin, sejak tadi saya mencari kamu." Diaz mendekati Alexa yang berdiri. "Lain kali ijinlah jika pergi masih di jam kerja." Setelah mengatakan itu Diaz berlalu pergi dari hadapan Alexa.


Alexa mengehembuskaan napas lega. "Kamu dari mana sih Lex, sejak masuk pak Diaz disini tau, udah kayak dosen lagi mantau mahasiswa nya yang suka nyontek." Ucap Mita dengan kesal. Dan di angguki oleh rekannya yang lain.


Mereka menjadi tidak fokus karena ada Diaz seperti polisi yang berjaga, walaupun Diaz hanya menunggu Alexa tapi mereka juga menjadi tidak nyaman.


"Maaf mbak, tadi aku ada perlu penting, jadi perginya lumayan lama." Alexa kembali duduk di kursi kerjanya, tak lama ponsel nya bergetar.


"Jangan lupa nanti pulang bersama, tunggulah diruangan ku.."


Pesan yang Ren kirim, membuat Alexa tersenyum. "Di kasih nama siapa ya." Gumamnya yang melihat kontak suaminya belum di simpan.


"Bos Gila." Ucap Alexa cekikikan sendiri.

__ADS_1


"Apaan sih kok kayak Kunti cekikan gitu." Mita melirik ponsel Alexa sekilas, namun Alexa lebih dulu menghalanginya.


"Cie, yang lagi kirim pesan sama ayang." Ledek Mita menoel bahu Alexa pelan.


"Ish, Mbak siapa yang kaya Kunti."


"Kamu lah, siapa lagi yang sejak tadi cengar-cengir sendiri, udah kaya orang gila malah."


Alexa hanya tertawa, bukannya marah dirinya malah tertawa. Entahlah apa yang membuatnya senang yang jelas dirinya senang Ndan bahagia bisa menjalani pernikahan nya dengan baik tanpa ada nya dendam atau masalah apapun.


Waktu sudah pukul empat lewat lima belas menit, semua karyawan mulai berkemas untuk pulang lima menit lagi, begitupun Alexa yang juga bersiap untuk pulang ke ruangan suaminya lebih dulu, karena pasti suaminya belum pulang. Mengingat Ren yang pulang selalu larut malam.


"Lex, kita duluan ya." Ucap Sinta rekan Alexa yang lain, mereka keluar ruangan lebih dulu.


"Kamu tidak pulang?" Tanya Mita yang sudah beranjak.


"Masih sedikit lagi Mbak tanggung." Alexa sengaja keluar terakhit dirinya tidak ingin mereka tahu kemana Ia akan pergi.


"Oh, yasudah aku pulang duluan, udah di tungguin pak suami." Mita menepuk bahu Alexa pelan.

__ADS_1


"Iya mbak, hati-hati ya."


Alexa pun bernapas lega ketika semua rekanya sudah pulang, dan dirinya segera membereskan mejanya.


"Ck. sama suami aja kucing-kucingan." Ucapnya sambil tersenyum.


Alexa keluar keadaan divisi nya sudah sepi, tapi lampu ruangan Diaz masih terang itu berarti pria itu belum pulang, batin Alexa.


Dia segera masuk ke dalam lift untuk ke lantai sepuluh, dimana ruangan suaminya berada.


Ting


Pintu lift terbuka bertepatan dengan Diaz yang berdiri didepan pintu lift untuk masuk.


"Loh, Exa kamu belum pulang?" Tanya Diaz yang melihat Alexa naik ke lantai sepuluh.


Alexa menjadi gugup sendiri, bertemu Diaz di lantai bos mereka.


"Eh, saya masih ada perlu pak." Ucapnya dengan sedikit gugup.

__ADS_1


Diaz menatap Alexa lekat. "Jangan bilang kamu ada main dengan bos kita."


Deg


__ADS_2