Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Bertemu kakak tiri


__ADS_3

"Alexa..!!"


Alexa yang mendengar namanya dipanggil menoleh ke belakang.


"Kak Maura." Ucapnya yang melihat wanita cantik sedang berjalan mendekatinya.


"Kamu disini?." Wanita yang bernama Maura itu menatap penampilan Alexa dari atas sampai bawah. "Cih, wanita karir, palingan kamu juga kerja sebagai tukang foto kopi." Ucap Maura melirik Alexa sinis. "Perempuan seperti kamu mana mungkin bisa kerja di kantoran, mimpi." Maura mencibir Alexa dengan remeh.


Maura adalah anak dari papanya yang menikah lagi dengan wanita lain, dan Maura adalah kakak tiri Alexa karena usianya lebih tua Maura.


Alexa mengehela napas, kenapa ibu kota ini sangat sempit ketika dirinya harus bertemu dengan kakak tirinya.


"Maaf kak, aku sedang buru-buru." Alexa yang memang sudah selesai berbelanja segera pergi menuju kasir, karena tidak ingin lama-lam bicara dengan kakak tirinya. Dan tadi suaminya pamit sebentar untuk menerima telepon.


"Cih, sombong, miskin belagu." Maura menatap sinis Alexa, dirinya segera mengambil barang yang dia butuhkan dan mengikuti Alexa ke kasir.

__ADS_1


Maura lah yang sudah mengusir Alexa dan ibunya dari rumahnya sendiri, ketika papa ya sudah meninggal. Dan karena sakit-sakitan ibunya pun ikut pergi menyusul sang papa. Oleh sebab itu Alexa tidak menyukai kakak serta ibu tirinya yang sudah membuat keluarganya hancur.


Dirinya yang dulu memiliki keluarga yang harmonis, harus pecah ketika ada orang ketiga yang mengusik rumah tangga kedua orangtuanya, dan wanita itu adalah Miska ibunya Maura.


"Sudah mbak, totalnya Rp. 787ribu." Ucap kasir yang sudah selesai menghitung belanjaan Alexa.


"Sebentar mbak." Alexa mencari dompetnya di dalam tas, "Berapa mbak?" Tanya Alexa lagi.


"Rp.787 ribu mbak." Ulang sang kasir yang setia menunggu Alexa membayarnya, padahal di belakang Alexa ada lima orang lagi yang mengantri.


Alexa menghitung kembali uang yang berada di dompetnya, dia tidak tahu jika uangnya tidak sampai sebanyak itu. Sedangkan kartu yang suaminya berikan Ia tinggalkan ketika pergi dari apartemen,.dan sekarang dirinya tidak cukup uang untuk membayar.


Dengan rasa tidak enak dan malu Alexa berkata. "Bisa dikurangi saja mbak belanjaannya, uang saya tidak cukup."Ucapnya sopan dengan wajah memelas.


"Cih, dasar si miskin yang pura-pura kaya." Sindir Maura lagi dengan sengit, dirinya tersenyum culas melihat Alexa malu di depan umum, bahkan banyak pembeli lain yang menyorakinya karena terlalu lama di depan kasir.

__ADS_1


"Maaf mbak, tapi semua sudah masuk berkode." Ucap kasir dengan nada yang juga sedikit kesal.


Alexa menghela napas dalam. "Kalau begitu_"


"Ada apa sayang, kenapa lama sekali?" Ren muncul di samping Alexa, pria itu yang sudah selesai menerima telepon tak kunjung melihat Alexa keluar dari dalam, dan Ren berniat untuk menghampiri.


"Em, uang aku gak cukup Mas." Ucapnya dengan wajah menahan malu dan tidak enak. Untuk pertama kali Alexa memanggil Ren dengan sebutan Mas.


Ren mengulum senyum, dadanya berbunga mendegar panggilan yang Alexa berikan. "Kenapa tidak menelponku." Ren mengeluarkan dompetnya dan mengambil salah satu kartunya untuk membayar. "Pakai ini saja mbak." Ucapnya pada kasir yang menatap Ren tak berkedip.


"Eh..i-iya pak." Kasir itu gelagapan melihat pria tampan dan tajir.


Maura sampai memebelalakan matanya ketika melihat aksi Ren yang mengeluarkan dompetnya, dan di dalamnya terdapat banyak kartu, sudah pasti pria itu adalah pria kaya raya.


'Beruntung sekali si Upik abu.'

__ADS_1


__ADS_2