
Setelah dirasa Alexa tertidur nyenyak Ren membuka matanya. Tangannya menyingkirkan tangan Alexa yang merangkul pinggangnya, bibirnya membentuk senyum melihat wajah sang istri.
Setelah memakai baju Alexa langsung terlelap begitu nyenyak, dan Ren tidak bisa memejamkan mata karena memang masih pagi pukul sepuluh.
"Tidurlah." Ren mengecup kening Alexa dan beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri.
Semenjak menikah dengan Alexa Ren sudah menyiapkan pakaian kerjanya lebih banyak dan pakaian Alexa di dalam lemari kamar pribadinya untuk berjaga-jaga jika ada kejadian seperti barusan.
Setelah Lima belas menit Ren keluar dari kamar dengan Alexa yang terlelap, dirinya menuju meja kerjanya untuk mengecek email ataupun berkas yang Juno berikan.
Dan Ren melihat tumpukan berkas yang lumayan banyak, beruntung dirinya yang baru saja mendapatkan amunisi daya untuk semangat pagi menjelang siangnya.
Ceklek
"Loh, katanya tidak bisa diganggu bos." Ucap Juno yang masuk dengan membawa berkas lagi.
"Dan karena itu kami sengaja menaruh banyak pekerjaan di atas mejaku." Ren menatap Juno tajam, membuat Juno hanya menyengir.
"Bagi dua lah bos, akhir-akhir ini pekerjaan saya lebih banyak dari bos." Ucap Juno dengan tidak ada takutnya.
"Oke, kamu boleh berikan semua pekerjaan kamu kepada saya." Ucap Ren dengan wajah santai membuat senyum Juno mengembang sempurna.
"Dan segera angkat kaki dari kantor ini."
__ADS_1
Glek
Juno menelan ludah dengan mata melotot.
.
.
"Apa pak Birendra ada?"
"Maaf mbak, apa mbak sudah buat janji?" Tanya resepsionis wanita.
"Belum, tapi saya mau bertemu pak Birendra karena ada sesuatu yang penting." Ucap orang itu lagi.
Orang itu hanya mengangguk, biarlah dirinya menunggu asal bisa bertemu dengan Birendra.
"Bos ada pertemuan dengan klien di restoran xxx." Ucap Juno yang kembali masuk setelah satu jam berkutat dengan berkas yang seperti biasa tidak ada yang kurang melainkan malah bertambah.
Ren mantap Juno sekilas. "Kamu saja yang pergi." Ucap Ren yang sudah melihat jadwal yang akan bertemu dengan siapa, dan dirinya menyerahkan pada Juno jika asistennya itu bisa diandalkan.
Juno langsung menampilkan wajah meluasnya dan Ren melihat itu.
"Bonus akan di tambahkan di akhir bulan."
__ADS_1
Mendegar itu Juno langsung mengembangkan senyum, wajah memelasnya berubah menjadi sumringah.
"Siap laksanakan."
Ren hanya geleng kepala melihat asisten nya dengan kembali semangat.
Ceklek
Alexa keluar dari kamar dengan wajah lebih cerah, setelah mencuci wajahnya sebelum keluar.
"Sudah bangun." Ren merentangkan satu tangannya ketika melihat istrinya.
Alexa dengan manja duduk di pangkuan sang suami. "Aku lapar dan ingin makan." Ucapanya dengan suara manja.
"Baiklah aku akan pesan makanan." Ren ingin meraih ponsel di atas meja, tapi Alexa menahannya. "Aku ingin makan bakso yang dijual di perempatan depan, tidak mau pesan." Ucapnya menatap wajah Ren.
"Bakso?" Dan Alexa langsung mengangguk. Pasalnya Ren tidak pernah memakan makanan bulat berkuah itu, karena dirinya tidak menyukainya.
"Baiklah, tapi aku hanya menemani ya." Ucap Ren menoel hidung Alexa.
"Hu'um." Alexa tersenyum dan memeluk Ren.
Mereka keluar dengan Alexa menggandeng lengan suaminya, Ren menjadi heran karena biasanya dialah yang selalu posesif tapi siang ini Alexa yang posesif bahkan tidak peduli lagi jika teman kerjanya melihatnya.
__ADS_1
"Apa dia hilang ingatan?" Batin Ren dalam hati, melihat Alexa malah tersenyum.